
🌹Jangan lupa vote dulu ya gais biar emak semangat.🌹
🌹Jangan lupa juga follow igeh emak ya ghais di : @RedLily123.🌹
🌹selamat membaca anak anak, emak sayang sama kalian.🌹
"Astaga, baru juga pulang dari Bali sekarang akan ke Swiss," dumal Oma malas, tapi mau bagaimana lagi. Jika tidak sekarang, maka akan sangat sulit untuk menemui orang orang itu. Apalagi Oma memang merindukan Sebastian dan Luke, kesibukannya membuat mereka jarang bertemu. Hanya melalui videocall. Jika mereka datang ke Indonesia pun, kebetulan David tidak ada di rumah. Seperti itulah takdir.
"Ini Joy?" Tanya Athena saat dia menunjuk foto foto yang dikirimkan oleh Uncle uncle nya di sana.
Kini mereka sedang berada di dalam pesawat, menuju Guarda dimana mereka akan merayakan paskah selama akhir pekan di sana.
"Iya, itu Joy," ucap Lily sambil mengusap perutnya yang membuncit. Dia mencoba memperkenalkannya, dulu anak anaknya hanya melihat dalam foto saat baru lahir.
"Dan ini Lucas?"
"Iya, itu anaknya Aunty Rara."
"Anak Aunty Rara hanya satu?" Tanya Ares yang bergabung dengan Mommy dan adiknya, dia baru saja kembali dari bar minuman dengan membawa jus lemon bersama dengan Daddy nya.
Karena penasaran, David juga ingin ikut bergabung, dia mendudukan Ares di pangkuannya sambil melihat ke arah meja yang sama. "Iya, Aunty Rara dan Uncle Luke baru memiliki satu anak, namanya Lucas."
"Wahh, mereka tidak produktif seperti Daddy ya?"
David malah tertawa. "Ya, begitulah. Dan ini adalah Kak Mike, dia lebih tua dari kalian. Dia adiknya Uncle Sebastian."
"Dia lebib cocok jadi anaknya daripada adiknya."
David kembali tertawa dan berbisik, "Nanti katakan itu pads Uncle Sebastian ya?"
Ares ikut tertawa dan mengangguk.
"Nanti Thea dan Ales main dimana?"
"Di rumah Aunty Rara yang ada di tengah hutan." Lily menjawab.
"Hah? Benarkah?" Tanya Athena dengan mata yang berbinar
Yang mana membuat Lily mengerutkan keningnya. Dia meminum jus milik suaminya sebelum bertanya, "Kenapa terlihat bahagia?"
"Tentu karena itu alam, Sayang. Bukan begitu, Thea?"
Athena menggeleng, dia mengambil gelas di tangan Ares. "Mau," ucapnya sebelum Ares mengatakan kalimat perang.
"Thea mau ke Oma dulu," ucap anak kecil itu berlari mencari Oma yang tertidur di ranjang pesawat.
Athena yang masih merasa bahagia itu mendapati Oma nya yang tertidur dengan mulut terbuka. Membuat Athena mengguncang tubuh Oma. "Oma, Oma, mau tau hal bagus tidak?"
Masih mencoba mengguncang tubuh Oma. "Oma, bangun!"
"Hah? Ayam ayam!"
"Oma, mau tau hal bagus tidak?"
"Astaga, apa?" Tanya Oma malas.
"Nanti kita belada di tengah hutan. Lumah Aunty Lala ada di tengah hutan."
"Ales akan bertemu teman temannya di hutan, dia mungkin tidak mau pulang."
"Maksudmu M*nyet?"
"Haih, pelhalus dengan Monkey."
🌹🌹🌹🌹
Dari bandara menuju desa Guarda harus memakai mobil mengingat tidak ada akses untuk pesawat. Mobil terdiri dari dua. Oma dan anak anak dan David dengan Lily.
Sebenarnya mereka bisa saja memakai satu mobil, tapi David ingin menghabiskan waktunya bersama sang istri.
Seperti sekarang ini, tangannya mencoba untuk meraba paha istrinya. Yang dibalas dengan pukulan ringan. "Fokus, aku tidak mau kau kehilangan fokus."
"Kau yang membuatku kehilangan fokus."
"Oh astaga, bagaimana kalau aku bersama Oma dan yang lainnya saja?"
"Jangan coba coba atau nanti malam aku akan mengabisimu, Sayang."
"Jangan. Itu di rumah orang," cicit Lily merasa malu hanya dengan membayangkannya saja. "Jangan macam macam."
David tersenyum dan mengusap rambut istrinya. "Tidurlah. Perjalanan masih panjang."
Lily mengangguk dan melakukan apa yang disuruh suaminya, lagipula dia mengantuk. Melawan David hanta akan membuat hormonnya naik lagi. Itu tidaklah baik, apalagi kini mereka menginap di rumah orang lain.
Lily yang sudah tertular David selalu ingin ruangan pribadi dimana dia bisa melakukan apapun. Tapi untuk kali ini saja, dia ingin berkumpul bersama yang lain.
Saat istrinya sudah memejamkan mata, David mendapatkan telpon dari Sebastian. Dia segera mengangkatnya. "Aku dalam perjalanan."
"Putar balik saat kau sudah mengantarkan anak istrimu."
Kening David berkerut. "Apa yang kau rencanakan?"
"Datang saja ke sini. Aku berada di kantor Luke, aku juga mengajak adikku. Kau jangan lupa ajak Ares supaya istrimu tidak curiga."
"Kau mau apa?"
"Jangan menerima kalau dirimu sudah tua, David. Ayolah, kau begitu menyebalkan. Jangan membuat umur itu sebagai hambatan. Atau memang kau sudah lupa cara bersenang senang karena pikun?"
Ya, Sebastian selalu memiliki cara untuk membujuk. Yakni dengan memainkan emosinya.
"Aku akan ke sana."
"Bagus, jangan lupa bawa Ares supaya Michael memiliki teman main."
"Oke."
David menatap istrinya yang terlelap sebelum menghela napasnya. "Ini yang terakhir, Sayang. Hehehe."
🌹🌹🌹🌹
To be Continue