
🌹Gaisss, Emak berkaca-kaca nih. Gak nyangka Stuck With An Arrogant CEO akan laris manis bahkan sampai episode ke-200. Duh gusti 200 episode kayak telenovela aja, panjang bener ya? Kok bisa kalian gak bosan?
Terlepas dari apa pun alesannya, Emak bahagia kalian masih seantusias ini sama pasangan David dan Lily yang juga sering direcokin sama Oma. Pokoknya I Love You Gais, Emak sayang banget sama kalian.🌹
🌹Kalian juga sayang kan sama Emak, jadi jangan lupa follow ig emak ya di @Redlily123🌹
🌹Terus ajak ajak keluarga baca ini ya, temen yang lagi galau dan antek anteknya biar pada ketawa. Mueheheheheh.🌹
David tertawa di sana mendengar ucapan Luke, dia menjelaskan kalau dirinya menukar mobil sport dengan sebuah mobil tua.Â
“Astaga, kau benar benar ingin mati rupanya.”
“Aku menggantinya dengan mobil tua ini supaya bisa mengangkut kalian, bayangkan jika aku menaiki mobil sport. Salah satu dari kalian akan tersangkut di atap mobil.”
“Kau bisa meminta penjaga mengantarkan kita,” ucap Sebastian yang ada di belakang sana, tapi wajahnya tenang tidak seperti David.
“Kita akan kembali ke rumah David bukan? Dia bilang tidak boleh sembarangan orang ke sana.”
“Mereka penjaga, astaga…. Kau menghancurkan semuanya.”
“tenanglah, kau bisa membelinya lagi.”
“Itu salah satu mobil mahalku,” ucap David kesal. “Dan Lily selalu menghitung jumlah mobilku, dia bahkan melihat secara rinci apa ada perubahan pada mobil. Itu yang membuatku selalu kena sembur jika menghabiskan banyak uang.”
Sebastian di belakang sana menggeleng, dia tertawa hambar. “Itulah, karena cinta dia bisa melakukan apapun padamu.”
“Kau tidak tau nikmatnya cinta, Bas.”
“Mereka mengenyangkan?”
“Bisakah kau tidak berdebat denganku?” tanya David pada Sebastian. “Kau seharusnya memarahi Luke.”
“Dia memberiku kesempatan untuk menunjukan betapa kayanya aku, mobil itu bisa dibeli lagi.”
“Waaahhh….” David bertepuk tangan. “Haruskah aku bom kapal pesiarmu?”
“Tunggu!” Teriak Luke sambil memegang kepalanya.
Dan itu membuat David berfikir kalau temannya itu kembali mengingat apa yang terjadi.
“Kau ingat sesuatu?” tanya David antusias.
“Aku ingin mandi.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Dan pada akhirnya mereka kembali ke sungai yang memiliki air terjun di sana. Sepanjang langkah David melamun, kenapa belum ada yang datang mencarinya? Pikirannya bertanya tanya apakah Lily tidak mengkhawatirkannya? Atau dia sudah marah hingga tidak peduli lagi.
David menggeleng, istrinya tidak mungkin melakukan hal itu. “Lily ku sangat baik, dia akan datang padaku.”
Baru beberapa langkah, dia kembali bergumam, “Tapi kenapa dia tidak kunjung mencari? Apa dia tidak menanyakanku pada Holland?”
“David!” Teriak Luke menyuruhnya cepat.
“Aku datang,” jawabnya kemudian kembali berfikir. “Apa Holland tidak mencariku padahal dia sudah disuruh oleh Lily? Atau ada campur tangan sang owner Lambe Turah?”
“David berhenti berfikir! Kemarilah dan mandi!” Teriak Sebastian yang sudah menceburkan diri dengan cara melompat dari tebing yang tidak terlalu tinggi di sana.
Sebastian dan Luke membuka pakaian hingga hanya menyisakan boxer, mereka berdua tampak girang mandi.
Sampai akhirnya kerikil itu tidak sengaja mengenai Sebastian. “Shiiiiit! David! Berhenti melempar!”
David hanya diam.
Membuat kini Luke yang berkata, “Ayo masuklah, ini waktunya kita bersenang senang.”
“Kita hilang di hutan yang entah dimana? Kenapa tidak mencari jalan keluar?” tanya David kesal melihat kedua temannya malah bersenang senang.
Memang bukan hal yang asing antara mereka bertiga dengan hutan, tapi kini posisi David sudah menjadi seorang suami dan ayah. Jadi dia selalu waspada akan bahaya yang mengintai.
“Tenanglah,” ucap Luke. “Mereka pasti akan mencari kita. Kita ini orang penting.”
“Apa kau sudah ingat?”
“Belum,” jawab Luke lalu masuk kembali ke dalam air.
Mereka berdua malah bercanda di sana, dan suara tawa itu membuat David kesal. “Kenapa mereka malah tertawa?”
Sampai ketika Luke dan Sebastian sedang bercanda dengan menarik kaki satu sama lain, bermain sumo di dalam air sampai saling menendang dan berbalap berenang, Luke tiba tiba diam saat Sebastian menyipratkan air ke arahnya lalu memukul mukul punggungnya.
“Ahahahaha! Hahahaha!” tawa Sebastian yang diabaikan Luke, sampai akhirnya Sebastian menutup mulut. “Hey, kenapa kau tiba tiba diam? Itu membuatku takut.”
“Tunggu, aku tahu dan kenal hutan ini.”
“Huh? Apa kita di dunia lain? Berhenti berfikiran seperti David yang mengira kita ada dalam serial Suzanna. Ini hutan asli.”
“Tidak, aku serius,” ucap Luke menghentikan Sebastian yang mempermainkannya. “Ini seperti……”
Dan pada akhirnya Luke sadar dimana dia. “Shiiiit!”
Sebastian heran pada Luke yang tiba tiba keluar dari air dan buru buru memakai baju. Itu juga membuat David yang ada di sampingnya mengerutkan kening.
“Ada apa denganmu?”
“Luke, ayo berenang lagi. Kau mau kemana?”
“Bas, keluar dari air.”
“Apa?”
“Ini hutan yang aku bicarakan.”
“Hutan apa?” tanya Sebastian yang masih berenang renang.
“Hutan lindung yang aku bicarakan, dimana aku mengizinkan komunitas hewan liar dan langka untuk memakai tempat ini dan mengembangbiakan mereka.”
“Jadi?” tanya Sebastian yang bermain main di air.
“Bas, ada banyak hewan liar di sini. Singa, harimau, kau mau jadi santapan?”
Saat itulah David menarik napas dalam, harapannya pupus. “Oh god, aku belum membuat surat warisan.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue