Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Anak anak yang mengawasi



🌹JANGAN LUPA KSIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK SEBELUM MEMBACA🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA YAAA🌹


Alhasil, Lily juga ingin makan seblak buatan sang suami. David yang tadinya akan membujuk Oma untuk membelinya saja itu tidak berhasil, hingga akhirnya kini David harus pergi ke luar untuk membeli beberapa bahan sekalian menjemput anak anak.


Saat sampai di sekolah, David melihat anak anaknya yang sudah menunggu dengan raut wajah cemberut.


David segera turun dan mendekat pada guru yang menjaganya. "Maaf saya sedikit terlambat, terima kasih telah menjaga anak anak saya."


"Sama sama, Tuan."


David segera menggenggam tangan kedua anaknya dan membawanya naik mobil.


"Kenapa bukan Nina yang menjemput?" Tanya Ares yang merasa kesal karena menunggu.


"Nina sedang membatu Mommy."


"Daddy tidak bekelja?"


"Tidak, Daddy meliburkan diri, Sayang," jawab David sambil memakaikan sabuk pengaman pada kedua anaknya itu. Mereka duduk di bangku belakang saling bersebelahan.


Saat David duduk di kursi setir, Athena kembali bertanya. "Daddy dipecat?"


"Apa maksudmu, Sayang?" Tanya David sambil tertawa. "Siapa yang dipecat?"


"Daddy," lanjut Athena.


Ares menjelaskan, "Ada teman Thea yang keluar karena ayahnya dirumah terus."


"Oh astaga, jangan berfikiran seperti itu, Kids. Daddy hanya mengambil libur. Daddy ini boss, jadi jangan takut kehabisan uang."


"But…..," ucapan Athena menggantung saat dia sadar kalau itu bukan jalan menuju ke rumahnya. "Kita mau kemana, Daddy?"


"Membeli kencur, Mommy mengidam makan seblak."


"Apa itu sekak?" Tanya Athena.


"Seblak, Sayang. Sejenis makanan."


"Kita akan pergi belanja ke mall?" Tanya Ares dengan antusias.


Dan keterdiaman David membuat keduanya bertepuk tangan, mengira mereka akan dibawa ke sana.


Bahkan Ares dan Athena bertukar pikiran tentang apa yang akan dibelinya saat sampai di sana.


Namun, saat mobil tiba tiba memasuki kawasan pasar tradisional, mata kedua anaknya membulat.


"Kenapa kita ke sini, Daddy?"


David tersenyum, sepertinya itu dulu adalah ekspresinya saat Lily pertama kali mengajaknya ke pasar.


Dan David tidak ingin anaknya memiliki gaya hidup mewah. Jadi dia sengaja mengajaknya ke sini. Apalagi kini anak anaknya memakai kaos olahraga karena telah melakukan kelas olahraga.


🌹🌹🌹


"Itu bule nyasar apa gimana ya?" Tanya salah satu pedagang pada pedagang lain saat melihat seorang pria bule tampan membawa kedua anaknya.


Ketiga orang yang menarik perhatian itu memakai sepatu boot yang memang selalu ada di bagasi mobil.


"Daddy!" Teriak Athena yang mengijak kubangan. "Gendong."


"Sebentar lagi sampai, ayo masuk. Di dalam tidak becek."


"Gendong," pinta Athena lagi.


"Thea, sebentar lagi sampai. Ayolah, kau princess."


"Tidak ada plincess yang menginjak kotolan."


"Ehhh… ini kan princess baik hati."


Athena mengerucutkan bibirnya, dia kembali berjalan mengikuti sang daddy dan Ares. Pegangan tangan ketiganya tidak pernah terlepas.


Sampai David berhenti di jongko pedagang.


"Nyari apa, Mas? Eh! Bule! Iam sorry, i canot speak Eng.. english."


"Gak papa, Bu. Saya paham kok."


"Oalah, bule lokal iki ya? Iki anaknya, Pak?"


"Iya, Bu. Ada kerupuk, Bu?"


"Adalah, berapa ton?"


"Sekilo aja, Bu."


"Oalah, tak kira mau ngeborong. Itu dedenya mau jajan apa? Bisa bahasa Indonesia juga, Pak?"


"Bisa, istri saya asli orang Ciamis kok."


"Ciamis? Duh itumah atuh Sunda."


"Sumuhun."


"Aduh gustiii! Segala bisa iki bule. Apa lagi, Pak?" Tanya pedagang itu antusias.


Dan tatapan pedagang itu terpaku pada David, membuat Athena mengerutkan keningnya kemudian berkata, "Ales punya anjing galak."


Dia memberi peringatan.


🌹🌹🌹


To be Continue