
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA INI JUGA YA.🌹
Tiga tahun kemudian….
Dimana Ares berusia tujuh tahun dan sekarang berada di sekolah dasar bersama dengan Athena.
Keduanya tertawa bersama saat melihat film komedi yang sangat lucu. Membuat Lily tersenyum dan menyiapkan jus untuk keduanya.
“Tidak ada Pekerjaan Rumah?” tanya Lily sambil memberikan mereka jus sayuran.
“Tidak ada, kami sudah mengerjakannya.”
“Yaa, Ales menyontek padaku.”
Lily tersenyum mendengar kalimat Athena yang masih kesulitan mengatakan huruf R. sebenarnya sudah mulaui bisa, hanya saja terkadang Athena melupakannya.
“Ares, coba katakan dengan benar.”
Athena mengerucutkan bibirnya mendengar kelimat yang dilontarkan saudaranya itu.
“Tidak apa, belajar perlahan ya. Nanti juga akan terbiasa.”
Athena menganggukan kepalanya. “Teman teman di sekolah dasal tidak terlalu mengasyikan,” ucap Athena.
Lily mendengarkan, dia juga senang Athena yang terkadang bisa mengatakan huruf R meski dilain waktu kesulitan.
“Tidak mengasyikan bagaimana?” tanya Lily. Dia mengusap rambut putrinya, sementara Ares mulai menyiapkan peralatan game nya. “Apa yang kau lakukan, Son?”
“Bolehkah, Mom?”
Lily tersenyum dan akhirnya mengangguk. “Hanya di akhir pekan oke.”
“Nanti malam bersama Daddy?”
“Boleh, hanya satu jam oke?”
Ares mengangguk dan bermain dengan dunianya sendiri.
Sementara itu, Lily kembali focus pada Athena. “Apa yang mengganggumu, Sayang?”
“Aku tidak suka disekolah balu.”
“Memangnya kenapa?”
“Mereka mendekati Thea karena mereka tahu Thea anak Daddy David, sebelumnya mereka menjauh. Oh, ada juga yang mendekat karena wajahnya cantik, ya ‘kan?” tanya Ares.
Athena mengangguk, dia kesal dengan teman teman disekitarnya yang hanya mendekatinya karena suatu alasan.
“Meleka mendekati Thea hanya kalena Thea anak Daddy.”
“Tapi mereka tidak tulus.”
“Kenapa mengatakan seperti itu? Apa mereka meninggalkanmu disaat kau kesulitan?”
Athena terdiam dan berfikir.
“Thea hanya melindukan Cantika.”
“Cantika?”
“Centini, yang menyukaiku,” ucap Ares dengan bangganya.
“Kau merindukannya?”
“Aku ingin teman sepelti dia, Mommy.” Athena memeluk Lily dengan erat, sudah lama dia tidak menjumpai sahabatnya itu. Dan entah berada dimana dia sekarang. “Aku melindukannya, Mommy.”
“Oh sayang,” ucap Lily mengusap rambut Athena dengan lembut. “Perubahan tidak selalu menakutkan, cobalah untuk menerima teman temanmu yang sekarang.”
🌹🌹🌹🌹
Lily terdiam, dia merasa mual akhir akhir ini. apalagi jika dirinya melihat sesuatu yang berantakan.
“Oh astaga!” teriak Lily saat dirinya menginjak mainan milik Ares dan Athena. “Kakiku.”
Lily mengedarkan pandangannya mencari keberadaan anak anaknya. “Nina, dimana anak anak?”
“Mereka bersama dengan Nyonya Besar, Nyonya.”
“Oh Tuhan, bisa kau bereskan mainan ini? aku mual melihatnya berantakan.”
“Tentu, Nyonya. Apa anda baik baik saja? ingin pergi ke rumah sakit?”
“Tidak perlu, aku akan beristirahat sebentar,” ucap Lily pergi ke kamarnya.
Dia benar benar merasa tidak enak badan, dan Lily beharap kali ini dirinya positive hamil.
Lily mengambil salah satu testpack yang ada di laci. Lily memang sengaja membeli banyak, dia melakukan pengecekan tiap bulan dan menginginkan bayi.
Namun bukan David namanya yang menepati janji, dia selalu mengeluarkannya di luar meskipun mereka memakai pengaman. Jadi semua rencana Oma itu sia sia.
Dan sambil menunggu hasilnya, Lily duduk di penutup closet.
“Ayolah… aku menginginkan bayi, tolong beri aku kepercayaan lagi.”
Dan beberapa menit kemudian, hasilnya dua garis merah. Lily sontak menjerit kuat.
“Aaaaaa! Akhirnya!” teriak dia penuh kegembiraan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE