Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
Lebih Awal



🌹VOTE YA GAIS🌹


🌹Ig Mbok adalah : @Redlily123🌹


Satu bulan kemudian…..


Lily mengurung diri di kamar, dia menangis karena David kembali mengundur kepulangannya. 


"Lily…., Sudah jangan menangis," ucap Oma dari luar. Tapi kenyataannya itu tidak membantu.


Lily sesegukan di sana sambil mengusap perutnya. Bukan hanya pulang terlambat, David jarang menghubunginya. Jika menghubungi pun, itu hanya dua hari sekali, terkadang sekali sehari.


"Lila…."


"Aku hanya ingin tidur sebentar, Oma."


"Baiklah, panggil Oma jika butuh sesuatu," ucap Oma dari balik pintu.


Di sana Oma terlihat sedih, dia kembali ke lantai bawah dan menuju Eta. "Apa yang sedang kau lakukan, Eta?"


"Mencoba menghubungi Holland sesuai yang anda inginkan, Nyonya Besar. Namun tidak ada jawaban."


"Mereka sibuk mengeluarkan wanita siluman itu dari penjara. Dan seharusnya Dena sadar akan hal itu sekarang ini. Dia tidak bisa apa pun tanpa David."


Oma duduk di sofa, dia membuka kacamatanya dan memejamkan mata sesaat sambil bersandar.


"Lily menangis saat tahu itu."


"Apa ada sesuatu yang bisa saya lakukan, Nyonya?"


Oma diam sebentar, dia membuka matanya. "Bagaimana dengan cokelat? Apa dia masih suka itu?"


"Nyonya menolak makanan manis sejak seminggu yang lalu."


Oma gelisah. "Berikan dia sesuatu yang dia sukai, Eta."


"Baik, Nyonya."


Karena sebelumnya Lily menyukai stick keju, Eta membuatnya dengan porsi keju yang banyak. 


Dan saat itu, Oma menerima telpon.


"Hallo, Oma? Bagaimana dengan Lily?"


"Kenapa tidak kau telpon saja dia? Lily mengurung diri di kamarnya."


"Aku tidak bisa menghubunginya, dia mematikan telpon."


"Kalau begitu pulang hari ini."


David mendesah frustasi di sana. "Tidak bisa, Oma. Pengadilan masih berjalan, kami mengalami penundaan."


"Dan jelaskan itu pada Lila."


"Oma…, beritahu dia untuk mengangkat telponku."


"Kirim Oma untuk beli kalung."


"Astaga," gumam David. "Baiklah, aku akan mengirim uang. Jangan sampai Oma lupa memberitahu keadaannya, oke?"


"Siap."


"Pensiun dulu dari Lambe Turah."


"Siap."


Dan setelah itu David menutup telponnya.


"Saya akan membawakan ini ke atas, Nyonya."


"Beritahu Lily untuk mengangkat telpon David."


"Pastikan dia senang."


Dia membawanya ke atas demi melihat keadaan majikannya di sana.


"Nyonya muda, saya membawakan anda stick keju."


Tanpa diduga, Lily membukanya.


"Saya akan menyimpannya di meja."


"Terima kasih, Eta."


"Dan Nyonya Besar berpesan untuk mengangkat telpon dari Tuan Muda, Nyonya."


"Baiklah."


🌹🌹🌹


David baru keluar dari ruang pengadilan, dia kembali mencoba menghubungi istrinya. Namun, Lily belum menjawab juga. 


Dengan Holland yang menyetir, David mencoba menghubungi istrinya lagi.


"Aku belum bisa menghubunginya, Holland."


"Mungkin Nyonya sedang melakukan sesuatu yang lain."


"Dia sangat marah karena aku mengundur kepulangan."


Holland diam, dia tidak punya opsi untuk membantu.


"Saya menghubungi Eta, dia bilang Nyonya Muda sudah keluar dari kamarnya."


"Aku tidak ingin membuatnya sedih," gumam David merasa bersalah.


Sampai dia melihat pedagang di pinggir jalan. "Berhenti di sini."


Holland melakukannya, dia mengawasi David yang turun dari mobil dan menuju wanita tua pendagang di sana.


"Selamat datang, Tuan. apa anda menginginkan sesuatu? yang aku jual hanyalah jepit rambut. (Welcome, sir.  do you want something All I sell is a hair clip.)"


David menatap hamparan jepit kuno yang dijualnya. Dia melihat lihat sambil bergumam, "Well, aku ingin rambut istriku semakin cantik. (Well, I want my wife's hair to be more beautiful.)"


"Astaga, anda sudah menikah? wanita suka dengan warna merah, ini didapatkan dari China. katanya ini bekas permaisuri kaisar Han di zaman dulu. (Gosh, are you married?  women like the color red, this is obtained from China. he said this was the former empress of the Han emperors in ancient times.)


David menatap jepit itu lama. Sebenarnya tidak ada yang bagus, tapi dia mencoba membuat wanita tua itu bahagia.


"Adakah sesuatu yang baru? (Is there anything new?)"


"aku mencoba membuat sesuatu, apa kau suka? (I tried to make something, what you like?)"


David menerimanya kali ini.


"Ya, berikan aku itu, kemas dalam kotak. (Yes, give me that, pack it in a box.)"


"Baik, terima kasih dan satang kembali.(Fine, thanks and welcome back.)"


Ketika David kembali lagi ke mobil, Holland memberitahu, "Ada telpon dari Nyonya Besar, Tuan."


David mengambil ponselnya, dia menghubungi kembali Oma. Dan jantungnya berdetak kencang saat itu, mencurigai ada sesuatu yang salah. 


Hingga Oma mengangkatnya.


"Ada apa, Oma?"


"Lily pendarahan, dia akan melahirkan lebih awal. Tapi karena kondisinya sedang lemah, dokter menyarankan operasi."


🌹🌹🌹


Tbc.