
🌹VOTE🌹
"Sudah siap?"
Lily mengangguk, dia memakai gaun berwarna ungu muda untuk menuju ke pernikahan Radit. Dia menarik napas dalam sebelum menggenggam tangan David menuju ke mobil.
"Kenapa kau terlihat tegang, Sayang?"
"Aku hanya tidak percaya dia menikahi adiknya sendiri."
"Aku rasa kau perlu tau."
"Apa?"
"Kau tahu bukan aku memiliki perusahaan surat kabar?"
"Iya. Lalu?"
"Antek antekku seringkali mendapati kesalahan dari anak Tuan Alvareza, wanita nernama Mega itu adalah kucing liar. Dia sering balapan malam, terlibat banyak kasus narkoba."
"Benarkah? Dia mengkonsumsi?"
"Dia hanya pengedar."
"Tapi… aku tidak melihatnya di surat kabar."
"Aku menahannya, Tuan Alvareza tidak bermasalah denganku, jadi aku tidak perlu melalukan apa pun padanya."
Lily terdiam memikirkan makna dari kalimat itu. "Apa kau menggunakan sesuatu seperti itu untuk menyudutkan mereka?"
"Kau pandai, Sayang," ucap David mengusap pipi istrinya penuh kasih sayang. "Aku tidak jahat, aku hanya membuat perisai berjaga jaga jika mereka menodongkan senjata padaku."
Lily diam, sepanjang sisa perjalanan dia mengusap perutnya yang buncit.Â
Hingga sampai di gedung pernikahan Mega dan Radit, Lily terkejut ada banyak pihak keamanan di sini.
"Sepertinya mereka tidak ingin tetangga mereka masuk."
"Kenapa?" Tanya Lily yang tidak dijawab oleh David, segera Lily mengerti sendiri. Dia menggeleng tidak percaya. "Aku rasa tidak."
"Aku rasa iya."
Saat masuk ke dalam, mereka diminta kartu undangan untuk diperolehkan masuk.Â
Keduanya duduk menunggu pengantin wanita datang dan mengucapkan janji suci.
Sementara Radit sudah menunggu di sana, wajahnya tampak gusar.
"Kak Radit terlihat tidak nyaman."
"Siapa yang nyaman jika menikah dengan adik sendiri?"
Lily terdiam. "Aku melihat tatapan matanya, dia terlihat sangat lelah."
"Berhenti memperhatikannya, perhatikan saja aku."
Lily berdecak, dia menyandarkan kepalanya di bahu David berupaya agar pria itu diam.
Dan saat pengantin wanita keluar dengan diiringi ayahnya, Lily terpaku. "Dia sangat cantik."
"Dan tahan banting."
"Berhenti seperti itu."
Dan wanita itu menatap Lily seolah berkata, "Mau apa kau ke sini, Siallaaaan!"
Lily tertegun, dia menatap David.Â
"Ya, dia sangat menakutkan dan liar. Dan adalah kucing manisku, jadi jangan bergaul dengannya. Mengerti?"
Lily mengangguk.
🌹🌹🌹
Lily diam saat resepsi sedang berlangsung. David melarangnya untuk berdekatan dengan pengantin. Bukan karena apa apa, David tahu mempelai wanita tidak menyukai Lily.
Jadi, hanya David yang datang dan mengucapkan selamat. Setelahnya mereka hendak pergi lagi.
"Ayo, Sayang," ucap David menampahkan tangannya.
Lily menggeleng sebentar. "Aku ingin ke toilet."
"Aku antar ya."
"Tidak perlu," ucap Lily berdiri, kemudian dia berbisik, "Aku ingin canape."
"Itu?"
Lily mengangguk saat suaminya menunjuk dengan tatapan. "Bisakah kau mengambilkannya untukku?"
David tidak menginginkannya, jelas itu akan menurunkan harga dirinya. Tapi dia akan melakukan apa pun untuk Lily, makannya David mengangguk.
Itu membuat Lily senang, "Aku akan ke toilet sebentar."
Segera setelah Lily masuk ke toilet, David memotret bagian canape. Lalu menelpon Holland.
"Hallo, Holland. Datang ke sini dan bawa canape yang banyak."
"Tapi saya tidak diundang, Tuan."
"Kau selalu punya rencana," ucap David memutuskan panggilan.
Sementara itu, Lily sedang membasuh tangannya di westafel, dia terkejut melihat kedatangan Mega ke dalam toilet.
Lily bingung saat mempelai pengantin itu berdiri di belakangnya.
"Hai, selamat atas pernikahanmu."
"Jauhi Kak Radit, jauhi meskipun dengan tatapanmu."
Lily berbalik. "Aku sudah punya suami, dan sedang mengandung. Jadi jangan takut aku akan merebutnya, Mega."
"Aku akan menyusulmu, lihat saja. Aku juga akan mengandung anak, dan itu dari Kak Radit. Jadi, jauhi dia."
"Aku bahkan tidak menemuinya."
"Tapi kau selalu datang dalan setiap bayangan dan mimpinya. Jadi aku memperingatkanmu sekarang, jangan gentayangan di sekitarnya, berhenti berada dalam mimpinya sebelum ak--"
"Apa? Menyeret istriku ke pengadilan mimpi?" Tanya David yang tiba tiba datang. Dia datang dan menggenggam tangan Lily dengan tatapan pada Mega. "Solusi agar Radit tidak terbayang dengan istriku adalah denganmu mati, lalu gentayangan di sekitar Radit atau menunggangi punggungnya sepanjang waktu. Dengan begitu dia akan tergila gila olehmu."
🌹🌹🌹
Tbc.