
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE, BINTANG LIMA, ULASAN BAGUS SAMA AJAK YANG LAIN BUAT BACA KARYA RECEH INI.🌹
🌹JANGAN LUPA JUGA FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹
“Mommy akan keluar?” tanya Ares yang pulang lebih awal bersama dengan Athena.
Lily mengangguk. “Mommy akan menjemput Oma dulu.”
“Oma kenapa?”
“Tidak apa apa, dia perlu bantuan Mommy di toko.”
“Boleh kami ikut?” tanya Ares mewakili keduanya.
Lily menggeleng sambil tersenyum. “Kemarin kalian melewatkan les alat music. Bukankah kalian yang menginginkannya? Apa tidak kasihan pada Daddy yang mencari uang untuk mebuat kalian less?”
Ares dan Athena pun terdiam. “Baiklah.”
“Anak pintar,” ucap Lily mencium pipi keduanya. Terlepas dari mereka yang harus les, Lily juga tidak ingin mereka mengacau saat dirinya menjemput Oma yang ada di acara reuni.
“Mommy berangkat dulu, oke? Diam di sini bersama Nina, jangan nakal dan jangan membuat Nina kewalahan.”
“Oke, Mommy. Hati hati di jalan.”
“Cepat pulang dan buatkan pancake,” ucap Athena dengan menggemaskan. Membuat Lily tidak tahan untuk memberinya ciuman di ujung hidung.
“Oke.” Lily keluar dari kamar dan menemui Nina. “Tolong jaga mereka, Nina.”
“Baik, Nyonya. Apakah ada masalah? Perlukah saya ikut, saya masih ingat setiap pasal yang saya pelajari.”
Lily tertawa, dia hampir melupakan kalau Nina adalah mantan pengacara handal yang kini malah menjadi pengasuh anak anaknya. “Tidak, Nina. Oma hanya bertemu dengan mantannya, dia memintaku untuk datang.”
“Baiklah, Nyonya. Hati hati di jalan.”
“Sampai jumpa.”
Lily diantar oleh supir menuju lokasi yang dikirimkan oleh Oma. Ketika dalam perjalanan, Lily kembali mendapatkan telpon dari Oma.
“Hallo, Oma?”
“Lila kau dimana?”
“Aku akan segera sampai.”
“Kenapa sangat lama?”
“Apakah Eta ada di sana?”
“Itu dia, Eta sedang bersama sopir ke kebun bunga. Oma tidak tahu apa yang mereka lakukan dengan begitu lama, kau pikir mereka sedang menyanyi lagu india?” tanya Oma dalam satu tarikan napas.
Yang membuat Lily yakin kalau Oma itu sedang panic. “Oma, tenang. Tarik napasmu dan menjauhlah dari mantan Oma.”
“Cepat ke sini dan bawa Oma pergi.”
“Oke tahan sebentar.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Akhirnya Lily sampai di tempat yang dikatakan Oma. Karena reuni mereka berada di tempat terbuka, jadi Lily dengan mudah bergabung.
Lily yang kaget langsung menoleh seketika. “Oh, Hallo, Kakek.”
“Apa kau cucunya Ambar?”
“Kakek mengenal Omaku?”
“Aku mengenalnya, aku juga melihatmu ada di majalah. Kau istrinya David Fernandez.”
“Wah, benar. Kakek ini siapa ya?”
“Panggil saja Kakek Erik. Kau di sini mencari Oma mu?”
“Iya, ada hal penting yang harus kami lakukan.”
“Itu dia, Kakek juga mencarinya sejak tadi, tapi tidak ada. Padahal Kakek ingin mengatakan sesuatu padanya.”
Lily yang merasa curiga itu berkata, “Kakek ini teman dekat Oma saya?”
“Kakek ini mantan pacarnya,” ucapnya dengan bangga kemudian tertawa keras.
Yang membuat Lily salah focus adalah giginya yang hilang semua.
“Oh astaga, Kakek Erik adalah mantan Omaku?”
“Iya, aku ingin mempertemukannya dengan kelima istriku.”
“Li⸻lima?” tanya Lily terkejut.
“Ya, mereka semua temannya Ambar, tapi aku tidak tahu dia dimana.”
“Kalau begitu… saya akan mencarinya. Permisi,” ucap Lily yang menjauh. Dia tahu lokasi Oma yang ada di belakang semak pembatas besar.
Lily mendekat ke sana. “Oma?”
“Lila kenapa kau lama?”
“Apa nama mantan Oma itu Erik?”
“Bagaimana kau tahu?”
“Astaga, Oma. Aku bicara dengannya barusan, dia ingin memperkenalkan Oma dengan kelima istrinya.”
“Dasar fucek boy,” umpat Oma kesal.
“Apa Oma masih menyukainya?”
“Jantung Oma berdetak kencang. Sangat. Jika melihatnya.”
“Tapi dia ompong.”
“Jantung Oma berdetak sangat kencang.”
Lily aneh. “Oma benar benar masih menyukainya?”
“Ini bukan masalah suka, Lila. Yang Oma takutkan jika jantung Oma berdetak semakin kencang tidak terkendali dan Oma mati bagaimana. Kau pikir Oma menyukai pria botak bergigi ompong seperti tuyul?”
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE