
🌹Voteee yaaa ghaisss🌹
🌹Jangan lupa ajak temen, mantan pacar, mantan musuh, atau pacar yang sekarang.🌹
🌹Terus follow ige emak : @Redlily123🌹
Sebastian menggeleng tidak percaya melihat David yang dulunya melangkah penuh percaya diri di setiap keadaan kini berubah drastic. Bahkan mereka pernah menjelajahi gua sampai akhirnya harus menuruni tebing yang membahayakan nyawa. Saat itu ketika mereka menuruni tebing dan mendapatkan ada ulat, David yang jijik langsung menjepit tubuhnya hingga akhirnya mati.
Namun sekarang…….
“Kau masih takut pada pria botak?”
“Aku tidak takut,” ucap David. “Aku hanya mual melihat orang botak.”
“Kenapa?”
“Kalau aku tau akan aku cari obatnya.”
“Bro, jangan buat istrimu hamil lagi.”
David diam, dia hanya focus pada langkahnya. Karena pada akhirnya dia mengantar Sebastian mencari air dan meninggalkan Luke di belakang sana.
“Jangan lupa tinggalkan jejak,” ucap David untuk yang kesekian kalinya.
Hal itu membuat Sebastian berhenti sesaat. “Kita bukan orang amatiran, ini kesekian kalinya kita ke hutan.”
“Ya, dan kita harus lebih hati hati.”
“Astaga, kau benar benar Emejing.”
David hanya focus pada langkahnya saja. “Dimana sungai?”
“Kalau aku tau aku tidak akan mencari.”
“Berhentilah memarahiku.”
“Maka dari itu berhentilah mengeluh.”
David berdecak. “Kenapa kau minta antar padaku? Kenapa kau tidak pergi sendiri saja?”
“Kau tidak haus?”
“Kau bisa membawakannya untukku, kau membawa botol kosong itu. Kau tidak jauh beda, Bas. Kau penakut.”
Sebastian menggelengkan kepalanya malas berdebat, David yang sekarang sangat tidak bisa membaca situasi dan membuat keadaan menjadi lebih parah.
Biasanya Sebastian selalu merasa aman jika tersesat dengan David, pasalnya pria itu bisa mengatasi segala kesulitan. Dan sekarang, ketakutan akan kematian menjadi alasan.
“Kini aku paham kenapa Lily melarangku merokok dan minum.”
“Itu dia sungainya,” ucap Sebastian denga girang, dia berlari diikuti oleh David.
Keduanya minum dengan air sungai di sana.
Mengingat kembali kesegaran air hutan membuat David sedikit tenang. “Astaga, kenikmatan ini tiada duanya.”
“Minumlah, ini air yang sangat segar. Akan aku ambil untuk Luke.”
“Aku ingin buang air kecil.”
“Pergilah ke semak semak sana.”
“Aku paham.”
Sebastian sendirian di sana, dia mengisi air dalam botol. Air sungai yang mereka minum ada di bagian hilir, untuk melihat hulu sungai ada sedikit gundukan tanah.
Setelah mengisinya, Sebastian penasaran dengan bagian hulu sungai. Dia menaiki gundukan itu, dan….. “Shiiiiiiit!”
Sebastian mengumpat saat melihat di tengah sungai ada bentuk seperti kolam.
“Davidddd!”
“Ya?!”
“Apa?! Menanam padi?!”
Sebastian hanya menggeleng. “Dia benar benar jadi bapak bapak.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sebastian dan David kembali menuju lokasi mobil, dia akan menunggu Luke bangun kemudian mencari cara agar mereka bisa keluar dari tempat ini.
“Bagaimana caranya kita keluar dari sini?”
“Aku tidak tau,” jawab Sebastian. “Kau yang selalu pandai mencari arah.”
“Entahlah, akhir akhir ini aku terlalu memikirkan anak anak hingga tidak ingat apa pun.”
Sambil melangkah, mata mereka melihat ke beberapa arah untuk mencari makanan.
“Apa ada makanan di mobil?” tanya David.
“Aku tidak melihatnya, tapi belum memeriksa.”
“Ayo kita cari.”
Sambil melangkah, mereka mencari sesuatu yang bisa mereka makan. Sampai akhirnya Sebastian menemukan sebuah pohon apel liar. “David! Lihat ini.”
Sebenarnya mereka tadi tidak jadi mandi, dengan alasan ingin mengajak Luke.
“Ini buah apel,” ucap David.
“Aku tau, kenapa kau mengatakannya padaku.”
“Tapi ini masih sangat kecil kecil, ini masih bayi.”
“Kau ingin kita kelaparan?” tanya Sebastian.
Membuat David segera menggeleng.Â
“Ambil cepat.”
Hanya beberapa biji yang mereka ambil mengingat buah itu masih kecil. Setelahnya keduanya melanjutkan langkah. Sebelum kembali menuruni tebing pendek, mereka berdua duduk di bawah pohon sambil memakan apel.
Dan dari sana mereka bisa melihat mobil dengan Luke di dalamnya.
“tenanglah, kau akan keluar dari sini, David. Ingat kita pernah lebih parah dari ini? Ditodong senjata oleh bandit di Meksiko?”
“Ya, itu mengerikan.”
“Hutan ini aman, tidak ada hewan buas sejauh yang aku analisa. Saat Luke mabuk dia selalu gila, entah bagaimana kita bisa sampai di sini.”
Dan ketika sedang membicarakan Luke, saat itulah Luke yang ada dalam mobil mulai terbangun.
Sama seperti yang lainnya, dia panic bukan main. Apalagi Luke tidak mendapati kedua temannya, dia juga tidak ingat apa yang terjadi.
Buru buru dia keluar dan berteriak. “David?! Bas?!”
Luke mulai panic, dia berjalan dengan kepala menengok ke sana ke mari.
“David?! Bas!”
“Kami di si⸻”
BUK!
Kalimat David terpotong saat melihat Luke menabrak pohon hingga kembali pingsan.
Di sana Sebastian menggeleng. “Itu pasti sakit.”
“D*mn, dia bodoh dan tengik. Kenapa harus panic?”
🌹🌹🌹🌹
TBC