
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Lily bangun dari tidurnya, dia mengedarkan pandangannya saat tidak mendapati Ares disampingnya.
“Ares?” panggil Lily.
Dan ternyata dia menemukan Ares terjatuh dari kasur sehingga berakhir terlelap di atas lantai. Ini memang menjadi kebiasaan Ares jika tidur, maka dari itu Lily memasangkan penghalang di ranjang anak anaknya.
“Astaga anak kesayangan Mommy,” gumam Lily dengan cepat membantu Ares untuk kembali ke atas ranjang.
Karena Ares masih kecil dan tidak terlalu berat, mudah untuk Lily membawanya naik ke atas ranjang lagi. Dia mengelilingi tubuh putranya dengan bantal dan guling. Lily tidak berniat membangunkannya mengingat ini masih pagi.
Lily tidak mau anak anaknya mengantuk di sekolah. Memulai aktivitasnya dengan menghirup udara bebas di dekat kolam renang lantai bawah, Lily duduk di sana memandang halaman rumahnya yang hijau dan luas.
“Selamat pagi, Nyonya.”
“Selamat pagi, Nina.”
“Ini jus anda.”
“Terima kasih,” ucap Lily menerima minuman yang rutin dia minum.
“Apa anda punya saran untuk menu sarapan anak anak, Nyonya?” tanya Nina yang secara tidak langsung menanyakan kepada majikannya apa dia akan memasak sendiri atau membiarkan Nina melakukannya.
“Terserah padamu, maaf tidak membantumu memasak.”
“Tidak masalah, Nyonya. Bagaimana dengan bekal makan siang anak anak?”
“Masak dengan yang aku buat di jadwal.”
“Baik.”
Kemudian Lily kembali menikmati pemandangan di depannya.
Karena merasa rindu dengan suaminya, Lily berniat untuk menghubunginya. Namun terhenti saat dia mendapatkan notifikasi instagram yang mengatakan kalau ada postingan terbaru dari ibunya.
Lily membukanya, dan melihat bagaimana ibu, ayah dan adiknya berada di dalam satu frame yang sama. Hal yang membuat hati Lily sedikit tercubit.
Meskipun orangtuanya kini berhubungan baik dengannya, tapi menjalankan hubungan antara orangtua dan anak sangat sulit. Mereka juga hanya mengabari Lily saat tertentu saja. seperti hari hari besar.
Mereka juga jarang datang, apalagi ibunya yang masih merasa bersalah kepadanya.
“Terkadang aku iri pada mereka,” gumam Lily.
“Apa yang membuatmu iri?”
“Astaga, Oma,” ucap Lily terkejut melihat Oma yang tiba tiba ada di sampingnya. “Kenapa Oma pagi pagi sudah di sini?”
“Thea mengira Ares sudah berangkat ke sekolah karena tidak ada di rumah Oma.”
“Kemana dia sekarang?”
“Ikut tidur bersama dengan Ares.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Karena anak anak sekolah, Lily memilih berkeliling rumah untuk mengobati rasa bosannya.
Dalam setiap langkahnya dia selalu bersyukur mendapatkan apa yang selalu dia idamkan dahulu. Rumah yang bagus, suami yang baik dan anak anak yang sehat. Tidak terpikir sedikitpun akan berakhir seperti ini, apalagi pekerjaan Lily hanya sebatas tukang menyapu di perusahaan David.
Ketika melangkah, Lily mendapatkan notifikasi pesan dari sang suami, yang meminta izin untuk menelpon.
Dengan senyum cerianya, Lily menelpon duluan.
“David?”
“Sabar Sayang, aku tahu kau rindu.”
“Kau sudah sampai?”
“Ya, aku akan menemui adik adikku dan baru mencari chef yang membuat Oma menggila.”
“Kau akan pulang cepat bukan?”
“Apa yang kau inginkan?”
Lily menggingit bibirnya, dia hanya berani menggoda saat suaminya tidak ada di sana. “Aku ingin memelukmu, menciumu…. Dan….”
“Oh baby, hentikan itu. Ini bukan waktu yang tepat.”
Lily tertawa mendengarnya, sampai dia terganggu karena ada panggilan lain yang mencoba masuk.
“Ada apa, Sayang?”
“Oma mencoba menelponku.”
“Angkat dulu, mungkin penting.”
“Baiklah.”
Lily memutuskan panggilan dengan suaminya dan mengangkat panggilan Oma.
“Hallo, Oma?”
“Lila, ke sini cepat.”
“Ada apa?” Lily panic.
“Datang dan pura pura jemput Oma, ternyata di pertemuan ini ada mantan pacar Oma.”
“Apa?”
🌹🌹🌹🌹🌹
BTW ini gambaran rumah Lily ya…
TO BE CONTINUE