Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Janda Muda



🌹Vote ya, Ghaissss.🌹


🌹Jangan lupa kasih tau yang lain ada novel receh ini yak.🌹


🌹Ig emak juga wajib di follow : @REDLILY123🌹


David menarik napasnya tatkala dia sampai di rumah. Tidak lupa, David juga membeli beberapa barang barang kesukaan istrinya seperti cat kuku, lipstick dan bahkan bunga. Dan untuk anak anaknya, David membelikan lilin mainan.


Dia keluar lebih dulu, disusul oleh teman temannya di belakang sana.


Dan yang David lihat, sepertinya ada Oma di sini, membuatnya semakin was was. Oma selalu memiliki rencana rencana mengerikan dalam pikirannya.


David berdehem, dia membawa papper bag dan bunga itu ke dalam.


“Sayang…..,” panggil David, tapi tidak ada yang menjawab.


Saat melihat ada sepatu anak anak, kening David berkerut. Di sana ada Nina, membuatnya bertanya, “Nina, anak anak sudah pulang?”


“Ya, Tuan. Para guru memiliki jadwal lain dadakan.”


“Dimana mereka?”


“Ada di kamar.”


“Tidur?”


“Ya, Tuan.”


Untuk memastikan, David masuk ke kamar anak anak. Tapi sepertinya anak anaknya menang terlelap, terlihat dari mainan yang berantakan yang sedang di bereskan pengasuh. “Sejak kapan mereka tidur?”


“Tidak lama, Tuan.”


Kemudian David kembali keluar kamar anak anak, saat itulah Luke dan Sebastian masuk dengan santai. David memberi isyarat supaya keduanya menjaga etika dan duduk saja.


“Mana istrimu?” tanya Luke.


“Aku sedang mencarinya. Dimana dia, Nina?”


“Nyonya sedang senam bersama Nyonya Besar.”


David kembali bergegas menemui istrinya di ruangan belakang. Benar saja di sana ada Oma juga. Posisi Lily yang membelakanginya membuat David datang kemudian memeluknya dari belakang.


“Sayang….,” ucapnya dari belakang dengan suara yang lembut.


Dan satu keheranan, Oma tidak merespon apa pun. Dia hanya mengikuti instruksi Mete, berbeda dari sebelumnya yang selalu menyerang jika David melakukan sesuatu.


“Sayang…..,” panggilnya lagi.


“Lepaskan aku, David. Aku sedang olahraga.”


“Aku tau kau marah.”


“Aku tidak marah.”


“sayang….”


“Iya?” Lily menghadap suaminya. “Kenapa?”


“Kau… tidak marah?”


“Tidak. Apa teman temanmu di luar? Kalian sudah makan?”


🌹🌹🌹🌹


Luke dan Sebastian saling berhadapan, mereka merasa ada yang aneh dengan sikap Lily, pasalnya Lily sangat manis dan tidak memperlihatkan kemarahan sedikitpun.


Apalagi sekarang dia sedang menyajikan makanan untuk Sebastian dan Luke.


“Lily ini benar benar salahku,” ucap Luke dengan nada suara menyesal. “Aku juga yang membuat mobil David hilang kemudian membawanya ke hutan. Maaf.”


“Tidak apa, hidup siapa yang tau bukan?” tanya Lily dengan senyuman, setelahnya dia berkata. “Aku akan ke ruang latihanku lagi, nikmati saja. Dan jika akan pergi, pergi saja. Aku ingin berlatih bersama Oma.”


“Ba⸻baiklah,” ucap Sebastian melihat kepergian Lily.


Kemudian ketiganya saling pandang. “Ada yang salah dengan istrimu, David.”


Luke mengangguk setuju. “Ada sesuatu yang salah, mungkin dia menyimpan bom nya untuk nanti malam.”


“Bom apa?”


“Tentu saja amarah. Dan aku takut,” ucap Luke. “Jadi makanannya akan aku dan Sebastian bawa, kau selesaikan masalahmu dengannya. Nanti aku hubungi lagi.”


“Kau berkata seolah David adalah pacarmu,” ucap Sebastian jijik.


“Baiklah, aku akan pulang.”


David masih saja melamun di sana. Kepergian kedua temannya pun tidak membawa pegaruh apa apa. Sampai akhirnya David menuju ke kamar dan memasukinya, dia terkejut bukan main melihat ada ranjang terpisah.


“A⸻apa ini?” tanya David, kemudian dia melangkah menyusul lagi Lily di ruang latihan. “Sayang! Sayang! Kenapa ranjang kita terpisah?”


“Ah, kau sudah melihatnya?”


“Kenapa seperti itu?”


“David, kau ini sudah tua dan sering merokok juga mabuk, apalagi jika datang kedua temanmu itu,” ucap Lily dengan santai. “Jadi aku mempersiapkannya.”


“Mempersiapkan apa?”


“Tentu saja jika aku jadi janda muda.”


“Apa?!”


🌹🌹🌹🌹


TBC