
🌹Maaf pendek, jangan lupa vote ya. Ajak yang lain baca ini ya... 🌹
"Diam di rumah, jangan ke mana mana atau berkeliaran tanpa izinku."
Lily mengangguk saat memakaikan dasi pada David. Setelah selesai dia turun dari papan kursi kecil yang diinjaknya, itulah yang membuatnya bisa menggapai leher David.
"Iya."
"Handphone jelekmu sudah dibuang?"
"Sudah."
David terkekeh, dia memberikan ciuman di pipi Lily sebelum membuka salah satu laci di walk in closet dan mengeluarkan ponsel yang dibelinya kemarin. Berwarna merah jambu dengan motif berlian. "Pakai ini."
"Nomornya?"
"Sudah di atur di sana."
Lily mengangguk paham, dia mengadah tatkala David melingkarkan tangan di pinggangnya. "Ada rapat mendadak, jadi aku mungkin akan pulang malam. Tentang pemeriksaan dan pernikahan kita, bisa kita bicarakan besok. Bagaimana?"
Lily mengangguk.
"Pernikahannya tepat di hari ulang tahunmu, seharunya ini kejutan, tapi aku lebih suka sekarang."
Lily hanya diam saat merasakan tangan David mengusap wajahnya. "Diam di rumah, jangan ke mana mana."
"Aku mengerti."
"Beri aku ciuman."
Lily mencoba berjinjit. "Tidak sampai, menunduklah."
Dengan kakinya, David menarik kursi kecil dari bawah wardrobe dan membiarkan Lily menaikinya. Malu malu, Lily mencium bibirnya beberapa saat.
David terkekeh. "Baik baik di rumah, Sayang."
Lily mengangguk paham.
"Aku antar kau ke depan," ucap Lily disaambut genggaman tangan David.
"Holland siaga berada di bawah. Ah, aku juga memasang CCTV di luar pintu yang langsung terhubung dengan ponsel Holland, jadi dia bisa tahu siapa yang datang dan keluar."
Lily menatap ke atas langit langit saat pintu terbuka. "Apa kau juga memasang di dalam?"
"Tidak, jika aku melakukannnya nanti aku tidak bisa bercinta denganmu di mana saja."
Kalimat itu membuat pipi Lily memerah seketika.
"Aku berangkat," ucap David kemudian menunduk memberikan hisapan bibirnya pada sang istri.
Kemudian David berlutut untuk bisa berhadapan dengan perut Lily. "Papa menyayangi kalian."
Dan saat itu Lily menahan gelinya saat kepala David masuk ke pakaiannya. Menciumi perutnya secara langsung, meninggalkan jejak jejak saliva di sana.
"David… nanti rambutmu berantakan… ehm…."
David segera keluar, dia berdiri dan mengusap raabutnya merapikan. "Sampai jumpa, Sayang."
Lily tersenyum malu, pipinya memerah merona. Dia segera masuk ke dalam dan mempersiapkan kedatangan Oma beserta tim senam.
🌹🌹🌹
Eta yang berada di samping Oma dalam mobil itu menggeleng. "Tidak, Nyonya Besar. Ada apa?"
"Apa yang Lily suka saat ini?"
"Strawberry saya rasa, Nyonya Besar."
"Kita pergi ke mall dahulu."
"Baik, Nyonya Besar." Eta segera memberitahu sopir.
Dan di dalam mall, Oma membawa satu trolli paling besar, dan mengisinya sendiri dengan aneka makanan rasa strawberry.
"Biar saya yang membawanya, Nyonya Besar."
Oma berhenti mendorong. "Benar, ini gunanya kau di sini. Ayo dorong."
"Baik, Nyonya Besar."
Sambil mengambil makanan, Oma bergumam sendirian, "Kue rasa strawberry, selai strawberry, buah strawberry."
Dan seterusnya Oma malah bernynyi, "Strabeberry…. Strabeberry…. Strawberry Shortcake……"
Sambil menyanyi, Oma mengambil semua benda yang bergambar Strawberry.
"I know the girl…. She have the special head…" Oma diam di tengah nyanyiannya. "Apa benar Strawberry Shortcake punya kepala spesial, Eta?"
Eta berhenti mendorong trolli. "Bukankah dia punya topi di kepalanya?"
"Kalau tidak salah liriknya she have the special head, bukan?"
"Mungkin," ucap Eta terlihat bingung.
"Apa kau penasaran kenapa kepalanya spesial? Aku penasaran?"
Eta menggeleng kebingungan.
Oma berdecak, "Aku pikir kepala Strawberry Shortcake botak di tengah, itu yang membuatnya selalu memakai topi. Ayo jalan, Eta."
"Ba.. baik, Nyonya Besar."
"Strawbeberry…. Stawbeberry… strawberry Shortcake." Oma kembali menyanyi sambil terus memasukan semua makanan bergambar Srtawberry.
Sampai Oma tidak sengaja memasukan sebuah pengaman senapan. Membuat Oma terkejut, "Astaga, kemasukan. Ha ha ha."
"Sebenarnya, Nyonya Besar. Untuk apa anda membeli semua ini? Kemarin kita membawa makanan cukup banyak."
Oma berdecak, dia mengisyaratkan Eta untuk mendekat. Dan berbisik, "Ini cara untuk membujuknya."
"Membujuk, Nyonya Besar?"
"Sebenarnya….." Oma berucap malu malu. "Aku ingin jadi Brides Maid di pernikahan Lily, hi hi hi."
🌹🌹🌹
to be continue...