Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


Cantika datang ke sekolah dengan Galuh, hal itu dikarenakan mereka berdua harus ke perpustakaan kota sebelumnya, untuk mengambil beberapa buku yang disuruh oleh guru music. Cantika akan melakukan perlombaannya hari ini. mereka berkumpul terlebih dahulu di sekolah.


Hanya Cantika dan Galuh, dua siswa yang akan diajak ke museum kebudayaan; tempat diselenggarakannya lomba. 


“Kau mau kemana?” tanya Galuh saat melihat Cantika berdiri dari duduknya, mereka berdua berada di ruang kepala sekolah saat ini.


“Menemui Samuel sebentar. Aku akan segera kembali,” ucap Cantika bergegas keluar, memanfaatkan waktu Ketika guru tidak mengawasi mereka. Dia harus menanyakan sesuatu pada Samuel, seperti yang sering dia lakukan sebelumnya.


“Samuel ada?” tanya Cantika dari ambang pintu.


“Sam! Si boncel nyariin!” teriak anak anak di sana.


Cantika sudah terbiasa dipanggil seperti itu, tidak masalah baginya. Toh mereka hanya bercanda, pada kenyataannya mereka sering melindungi Cantika dari hujatan anak anak penggemar Ares.


“Belum ada kabar, Ca. seriusan gue kemaren minta Bokap buat nyari tau ada apa sama Ares sama keluarganya, katanya mereka gak tau juga sekarang Ares sama keluarganya ada di mana.”


Bahu Cantika turun seketika, padahal dia berharap lebih tentang hari ini. “Yahh…”


“Lu hari ini lomba kan?” tanya Samuel; mereka bahkan sudah berbicara dengan lebih santai. Sudah lebih dekat mengingat Arin sering bermain dengan Cantika, dan Samuel selalu mengikuti dari belakang.


“Iya, ini mau berangkat.”


“Semangat sono, muka lu layu gitu kayak yang mules.”


“Ih diem!” teriak Cantika saat Samuel menggodanya. “Mau ke sana lagi, mau berangkat.”


“Dah sono, nanti gue sama Arin nyusul ya?”


Cantika mengangguk, dia kembali ke kantor kepala sekolah. Dimana Galuh sudah menunggunya di sana. “Sudah?”


“Maaf, berangkat sekarang ya?”


Galuh mengangguk, dia tepat berada di belakang Cantika. Menatap perempuan yang sekarang sudah naik ke dalam mobil. Entah kenapa dirinya malah gugup, khawatir Cantika nerveous di atas panggung nanti.


“Jangan khawatir, kau akan baik baik saja.”


Yang mana membuat Cantika tertawa. “Kau terlihat tegang, mungkin kau yang harus tenang, Galuh.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Cantika selesai melakukan penampilannya, dan pengumuman pemenang akan dilakukan satu jam lagi. Selama waktu itu, Cantika bisa berkeliaran di museum dan melihat benda benda peninggalan orang di masa lalu. Dengan Galuh yang menemaninya, takut perempuan itu hilang ditengah kerumunan.


“Sepertinya gadis dari SMA Taruna itu menyukaimu, Galuh, dia terus saja melihatmu dari tadi.”


Tidak ada jawaban dari pria itu, yang mana membuat Cantika berdecak kesal. “Dasar kaku,” ucapnya.


“Ada apa?” tanya Galuh bingung. “Kau baik baik saja?”


“Aku ingin ke toilet, perutku sakit,” ucapnya sambil bergegas pergi dari sana; menuju kamar mandi.


Cantika menuntaskan perutnya yang sakit, dia baru bisa bernafas lega setelah menyelesaikan masalahnya. Cantika keluar dari toilet dan membenarkan penampilannya. Menatap wajahnya sendiri yang terlihat kusam. “Mau glow up,” ucapnya tatkala melihat dirinya sendiri.


Menghembuskan napasnya kasar, Cantika kaget saat ponselnya berbunyi. Itu panggilan internasional, dia segera mengangkatnya. “Hallo?”


“Cantika?”


“Ares!” cantika langsung memekik seketika. Air matanya keluar menumpahkan kerinduan yang sangat mendalam. “Kau baik baik saja ‘kan? Jangan menghilang seperti itu lagi.”


Tidak ada jawaban di sana.


“Ares?”


“Aku baik baik saja. Maaf, Cantika. Aku tidak bisa melakukan tugasku sebagai kekasihmu.”


“Huh? Apa maksudmu?”


Tidak ada jawaban di sana. Saat Cantika melihat ponselnya, panggilan itu terputus. Dia menangis di sana kemudian bergumam, “Ares-ku baik baik saja di sana.”


Setelahnya dia segera keluar dari kamar mandi, yang langsung menghadap Galuh. Pria itu sepertinya menunggunya dari tadi.


“Selamat, kau menang. Pengumumannya dimajukan, ayo ke podium.”


Dan saat itulah Cantika menangis dengan kencang, mengeluarkan suaranya dan terdengar lirih.


“Hei, kenapa kau menangis?” tanya Galuh bingung.


“Tentu saja aku senang! Hiks! Hiks! Aku menang!” teriaknya sambil menutup wajahnya.


Galuh tidak bodoh, dia melihat raut wajah yang penuh kesedihan, daripada kebahagiaan. Maka dari itu, Galuh menarik Cantika ke dalam pelukannya kemudian berkata, “Semuanya akan baik baik saja.”


Cantika membalas pelukan pria di hadapannya, kenapa rasanya sakit sekali?


🌹🌹🌹🌹🌹


THE END.


IYA DONG, KARENA SELANJUTNYA ITU BAGIAN DENGAN JUDUL, “STUCK WITH MY-EX.”


KAPAN DIUPLOAD? TUNGGU AJA DI SINI.


DI PLATFOM MANA? MANGATOON DAN NOVELTOON.


DAH SEMUANYA, SALAM SAYANG SELALU.