Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹JANGAN LUPA JUGA FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN UNTUK BACA CERITA INI YA GAISSSS.🌹


Setelah waktunya jam pulang, Ares baru datang lagi ke sekolah. Bukan hanya akan mengantarkan Cantika pulang, tapi juga dirinya ada latihan basket hari ini.


Saat memberi klakson pada penjaga gerbang yang sudah kenal dengan Ares itu, dia membukakan gerbang dan membiarkannya masuk lagi dengan mudah.


Ares membuka helmnya, kebetulan di sana ada guru olahraga.


“Ar, kau dari mana?”


Ares tidak menjawab.


“Kau bolos lagi di mata pelajaran Pak Paul?”


Ares tetap diam tidak menjawab.


“Ar, kau akan terus dipandang buruk jika bersikap seperti ini.”


“Bukankah saya memang sudah buruk di mata beliau?”


“Kenapa kau tidak mencoba menjelaskan kejadian itu, itu bukan salahmu.”


“Galuh tidak mengakuinya. Bagaimana bisa saya mengakuinya sekarang? Lagipula ini akan segera berakhir.”


“Nilaimu jelek di mata pelajarannya.”


“Tidak masalah, saya punya banyak uang,” ucap Ares.


“Baiklah, pergi latih anak anak itu.”


Ares melangkah menuju lorong kelas untuk melihat Cantika sudah pulang atau belum, karena dia harus mengantarkannya.


Ares memang memiliki konflik dengan ketua osis disekolahnya itu. Hal itu dimulai ketika liburan mereka diisi dengan perkemahan tahun lalu. Dimana di sana Ares dan Galuh mendapat teman baru dari sekolah lain.


Ares, Galuh dan salah satu temannya itu melanggar salah satu peraturan. Mereka melakukan hal nakal yang mana membuat kucing Pak Paul –Yang saat itu menjadi Pembina- mati teggelam. Hal serupa terjadi pada teman mereka yang berasal dari sekolah lain. Dan Galuh tidak bertanggung jawab, dia melimpahkan semua kesalahan itu pada Ares.


Itu yang membuat Ares selalu mendapatkan nilai jelek di mata pelajaran Pak Paul, guru itu juga yang selalu memberi pengaruh negative pada guru lain sehingga memandang Ares sebelah mata karena prilakunya yang kurang terpuji.


Dan Ares bertahan karena dia ingin Athena baik baik saja, dari apapun itu.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Cantika keluar dari kelasnya setelah selesai.


“Cantika?”


“Ya?” Cantikaa melihat pria itu mendekat. Sang ketua osis.


“Kau meminjam buku sejarah yang ini?” tanya Galuh memperlihatkan foto di ponselnya.


Cantika mengangguk. “Ah, dari perpus itu. Masih ada di rumahku.”


“Bisa kau bawa besok? Aku harus mengerjakan sesuatu di sana.”


“Tentu.”


Dan ketika mereka sedang bicara, Ares datang. “Cantika,” ucapnya dengan suara beratnya.


Yang mana membuat Galuh segera pergi menjauh.


“Kenapa pria itu bersamamu?”


“Dia bilang butuh buku yang aku pinjam di perpustakaan.”


Sebelum Ares mengatakan sesuatu, pesan masuk ke dalam ponselnya. Itu dari Samuel yang membuatnya harus menuju lapangan bakset.


“Centini, aku tidak bisa mengantarmu pulang.”


“Oh tidak apa, kau akan berlatih?”


“Iya, kau pulang de…..,” ucapan Ares menggantung saat mendapati Cantika sudah tidak ada di depannya lagi. “Centini?”


“Aku pulang dulu, Byeeee Ares. Semangat latihannya!”


Ares tertawa mendengarnya.


Saat itulah Athena keluar dari kelasnya..


“Aku akan main ke rumah Cantika bersama Arin.”


“Aku juga ada latihan.”


“Dia baru saja berlari ke sana.”


“Oh astaga! Aku pikir dia bersamamu!” ucap Athena berlari mengejar Cantika sebelum menaiki angkot. “Arin cepat!”


“Sebentar. Oh astaga,” gumam Arin merasakan kelelahan.


“Cantika!”


Cantika menoleh pada kedua sahabatnya yang datang mendekat.


“Kenapa kalian berlari?”


“Apa kau lupa? Hari ini kami akan ke rumahmu,” jelas Arin.


“Oh ya ampun, maafkan aku lupa.”


“Kita beli makanan dulu.”


“Baiklah.”


“Naik mobilku,” ucap Athena.


“Lets gooooo!”


Ketiganya berjalan bersama sama dengan tangan saling menaut satu sama lain.


Dan itu membuat mata seseorang kembali memicing, Laura benar benar membenci Cantika karena dia disukai banyak orang. “Kenapa dia selalu berada diantara orang orang populer? Menyebalkan.”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Ini cemilan untuk kalian, anak anak manis.”


“Terima kasih, Nenek,” ucap Arin dan Athena secara bersamaan.


Kini mereka bertiga berada di rumah Neneknya Cantika, keduanya sedang belajar matematika pada Cantika.


“Apa Mamamu tidak akan merasa terganggu?”


“Tidak, Mama selalu menghabiskan waktunya di kamar,” ucap Cantika yang tidak terlalu suka membahas hal itu.


Dan Athena menangkapnya, dia segera mengangguk kaku. “Ah… kalian mau menjadi modelku untuk akhir pekan nanti? Aku ingin merias wajah kalian.”


“Kau sudah menumpuk banyak video dan belum mengunggahnya, Thea.” Arin menjelaskan. “Kapan kau akan menjadi beauty vloger sebenarnya?”


“Sebentar lagi, aku butuh stock banyak video. Kalian mau ya?”


“Bukannya akhir pekan nanti kau sibuk ya?” tanya Arin.


“Aku tidak bisa,” ucap Cantika. “Ares mengajakku pergi.”


“Kemana?” tanya Athena dan Arin bersamaan.


“Tidak tahu, aku rasa membuat persiapan untuk ulang tahu Laura.”


“Astaga, dia benar benar akan melakukannya?” gumam Athena merasa jijik. “Dan Cantika, kenapa kau mau membantunya?”


“Memangnya kenapa? aku satu kelas dengan Laura, dan Ares menyukainya.”


Arin berdecak, dia menggeleng gelengkan kepalanya. “Aku menyukai Ares, dan aku baik baik saja jika dia bersama wanita lain. Tapi membantu mempersatukan mereka?”


Cantika terdiam kemudian bergumam, “Tapi Ares menyukainya.”


“Ck, Cantika, jangan terlalu dekat dengan saudaraku. Dia bisa saja membuat hatimu patah.”


“Dia mematahkannya sejak aku kecil, jadi tidak apa. Selama si tampan itu bahagia dan bisa tersenyum setiap harinya, aku rela melepaskannya.”


Kemudian Arin ikut menggenggam tangan Cantika. “Ya, agar wajah tampannya tetap bersinar dan mempesona, kita bisa melewati semua ini.”


“Kalian gila,” gumam Athena.


🌹🌹🌹🌹🌹


 


 


TO BE CONTINUE