
🌹JANGAN LUPA KASIH LOVE YA SEMUANYA.🌹
🌹IGEH JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
David begitu panic, begitupula dengan Sebastian. Dan hanya Luke yang masih bisa meminum boba. Meskipun begitu, Luke sama sama panic. “David, cobalah aktifkan nomormu. Kau ingat kalau Ares selalu menghafal nomormu bukan? pasti dia mencoba menghubungimu,” ucap Luke.
Yang mana membuat David segera mengaktifkan ponselnya. Seketika ribuan pesan langsung masuk, detik itu pula ada panggilan masuk dari sang istri. Membuat David langsung mengangkatnya.
“David Sayang, kau dimana? Kenapa belum pulang?” tanya sang istri dengan suara lembutnya, yang mana membuat David seketika menjatuhkan dirinya ke atas sofa. Dia tidak sanggup menyakiti perempuan cantik ini, dan dia menyesal telah membawa anaknya ikut bersama denganya.
Tanpa bisa dibendung lagi, David menangis. “Sayang… hiks… maafkan aku…” yang mana hal itu membuat Luke memundurkan langkahnya seketika, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Seorang Casanova David menangis? apa tidak salah? Ini membuat Luke tidak percaya hingga menutup mulutnya. “Amazing,” gumamnya.
“Kenapa?” tanya Lily dalam telpon.
“Ares…..” David bahkan tidak bisa melanjutkan kata katanya, dia terlalu takut dan juga merasa bodoh.
“Ares ada di rumah Rara yang ada di kota,” ucap Lily seketika sebelum David menyelesaikan kalimatnya.
“Apa?” tanya David tidak percaya, air matanya surut saat itu pula.
“Sudahlah, aku tidak ingin berkepanjangan. Datang ke rumah Luke yang ada di kota, kami juga dalam perjalanan menuju ke sana. Jaga anak anak dan jangan main main lagi, Sayang.”
David segera menganggk angguk. “Iya, Honey. Aku paham, terima kasih. I love you.”
Lily diam, membuat David kembali ketakutan.
“Kenapa tidak menjawab, Sayang?”
“maaf, aku sedang kesal padamu. Jadi… I love your money, bye.”
Setelah panggilan terputus, David menyeka air matanya dan berdiri. “Luke, kita ke rumahmu.”
“Mau apa? Anak anak bagaimana?”
“Mereka ada di rumahmu.”
“Apa? Bagaimana bisa?”
“Bas!” teriak David pada Sebastian yang sedang bicara dengan beberapa orang. “Mereka ada di rumah Luke, ayo ke sana.”
“Apa? Bagaimana bisa? Kau tau dari mana?”
“Bidadari berbisik padaku,” ucap David berjalan lebih dulu, diikuti oleh Luke dan Sebastian yang menyuruh beberapa orang itu pergi setelah memarahi.
Karena rumah Luke tidak jauh dari hotel itu, mereka menaiki mobil yang sama karena tidak sabaran. Dengan Luke yang menyetir, mengingat dia yang mengetahui letak rumahnya agak menjorok ke dalam.
“Bagaimana bisa mereka ada di rumahku? Kau tidak bergurau kan, Dave? Aku takut kau mengigau.”
“Jalan saja lebih cepat!” ucap David yang tidak sabaran bertemu anaknya.
Membuat Luke bungkam seketika, apalagi melihat Sebastian yang menatapnya lewat spion dalam dengan tajam, itu benar benar menakutkan. Membuatnya berdehem dan memilih untuk diam saja.
“Tuan David, selamat datang. Mereka ada di lantai atas.”
David segera berlari ke sana, begitu juga dengan Sebastian. Sementara Luke yang datang terakhir itu hanya menghela napasnya dalam sambil melihat ke arah lantai dua, dia menggeleng dan bergumam, “Perpustakaan anakku, Lucas pasti tidak akan membagi Rara saat malam hari,” ucapnya dengan penuh rasa khawatir.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Melihat kekacauan yang begitu besar di rumah Luke membuat David dan Sebastian harus membantu membersihkannya, ini ulah anak anaknya yang membuat perpustakaan pribadi milik Lucas menjadi berantakan.
Dan Luke, dia hanya memerintahkan kepada dua sahabatnya itu untuk mengikuti instruksinya. “Buku yang merah itu ada di jajaran buku sains, susun dengan baik dan sesuai abjad,” pesanya.
Yang mana membuat Sebastian menghela napasnya dalam. “Minta pelayan melakukan ini.”
“Iya, aku lelah,” ucap David.
“Apa kalian tidak ingat para palayan sedang membeli tas, baju dan perhiasan untuk istri istri kita?”
Seketika mereka kembali membereskan kekacauan, sementara anak anak yang membuat ulah sedang tertidur mendengkur di sofa. Ares bilang mereka mengejar cicak yang ada di buku namun berakhir meruntuhkan rak rak yang ada di sana sehingga buku menjadi berantakan.
Butuh waktu lama sampai semuanya beres kembali.
“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya David.
Sebastian menatap kedua adiknya. “Kita harus membuat istri kita terpesona, ayo kita memasak dan membuat mereka memaafkan kita.”
“Memasak?” tanya David dan Luke secara bersamaan.
“Ya, ayo buat sesuatu yang special, pokoknya kita buat istri kita menjadi terpesona dengan apa yang kita lakukan,” ucap Sebastian.
David mengangguk. “Kita juga harus berpenampilan menarik supaya istri kita menjadi terpesona pada kita.”
“Pakai jas?” tanya Luke. “Istriku selalu terpesona saat aku hendak bekerja.”
“Punyaku juga.”
“Sama, aku juga.”
“Sudahlah, ayo memasak dulu,” ucap Luke mengajak kedua sahabatnya keluar dari perpustakaan anaknya itu.
“Bagaimana dengan anak anak?” tanya Sebastian.
David menjawab. “Mereka tidur, biarkan saja. nanti kita cuci otak mereka supaya mereka tidak mengatakan hal hal buruk tentang kita.”
“Apa mereka tidak akan mengacau lagi?” Luke khawatir.
“Tidak, Ares jika sudah tidur seperti putri salju. Tidak akan bangun sebelum dicium cicak. Ayo.”
Dan di saat bapak bapak itu sedang memasak, Ares terbangun dari tidurnya karena mencium aroma yang sangat menyengat. Dia membuka matanya kemudian berkata, “Tuhan, lindungi kami dari masakan Daddy.”
Dia menatap Michael yang tidur dengan wajahnya yang sempurna, yang mana membuat Ares berdecak. “Kenapa dia sangat tampan? Aku merasa tersaingi,” ucapnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE