Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Dengkuran



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Jangan lupa juga follow igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


Di sekolah, kelompok bermain Athena dan Ares terpisah. Anak anak laki laki dan perempuan sengaja terpisah. Mereka hanya disatukan untuk pelajaran tertentu saja, hal ini ditunjukan agar mereka saling menghargai satu sama lainnya.


Seperti saat ini, anak anak sedang mengadakan turnamen olahraga. Ares sang ketua kelas itu mendekat pada kelas adiknya.


“Hallo, Ares,” sapa anak perempuan lain melihat anak blasteran bule itu datang.


“Hallo, Centini.”


“Namaku Cantika.”


“Tidak beda jauh,” ucap Ares dengan santai. “Bisa kau panggilkan Athena?”


“Oke,” ucap anak itu malu malu dan memanggil Athena.


Athena yang sedang bermain itu datang dengan malas, keningnya berkerut penuh tanya. “What?”


“Mommy besok ulang tahun.”


“I know.”


“Ayo kita memasak. Kita buat kejutan.”


“Kenapa tidak beli saja? kan kita punya celengan yang uangnya cukup banyak, itu bisa membeli kue dan baling baling.”


Ares menggeleng kesal. “Sesuatu dali hati itu lebih bagus dan belmakna.”


“Jangan menilu!” teriak Athena kesal.


“Ayolah, nanti aku belikan ice cream.”


“Dengan uangmu?”


“Yes, nanti kita minta bantuan Oma. Oke?”


“Oke deal.”


Dan setelah diskusi selesai, Athena berlari lagi. Ares yang terdiam itu merasa diamati. Dan benar saja, saat menengok dia kaget bukan kepalang melihat anak tadi menatapnya sambil tersenyum.


“Astaga, Centini,” gumamnya lalu berjalan pergi begitu saja.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Daddy?” tanya Ares saat mereka berada di perjalanan pulang sekolah.


“Iya?”


“Besok Mommy ulang tahun.”


“Ya, Daddy tahu. Kenapa? Kalian membutuhkan bantuan Daddy untuk kejutan?” tanya David yang menyetir.


“Membuat apa?” tanya David khawatir apalagi meninggalkan anak anaknya di dapur. Memang anak anaknya sudah terbiasa dengan tempat itu, mengingat Oma dan Lily selalu mengajarkan mereka memasak.


Tapi David khawatir. “Jangan bermain dengan api.”


“Kami tidak main, kami ingin membuat sesuatu untuk Mommy.”


“Ares Sayang, kau paham maksud Daddy.”


“Don’t call me Sayang, Daddy,” ucap Ares yang tidak terima dirinya dipanggil dengan panggilan sayang. “Kata itu untuk pacarku nanti.”


“Oh astaga, ayo kembali ke topic pembicaraan,” ucap David sesekali menatap anaknya dari kaca spion dalam mobil. “Apa yang ingin kau masak?”


“Sesuatu bersama Oma, jadi Daddy ajak Mommy bermain dan pulang saat tengah malam.”


“Itu akan sulit,” gumam David mengingat istrinya tidak bisa meninggalkan anak anaknya.


“Ayolah, Daddy. Nanti aku dan Thea tidak akan tidur bersama Mommy selama satu minggu.”


“Oke deal,” ucap David dengan senyuman.


Lebih dari hubungan ayah dan anak, David dan Ares seperti sahabat yang sering bernegoisasi demi kepentingan masing masing.


David memberikan ponselnya. “Kalau begitu hubungi Oma dan beritahu dia, dia sudah tau ‘kan?”


“Akan aku beritahu sekarang,” ucap Ares mengambil ponsel yang diberikan ayahnya.


Dia menekan nomor Oma dengan mengeraskan suara.


Dan saat Oma mengangkat, “Hallo, ada apa?”


Ares yang jahil malah mengarahkan speaker ponsel pada mulut Athena yang mengeluarkan suara dengkuran halus.


“Hallo? David?”


Gggrrrrrrr…….


Seperti itulah kira kira dengkuran adiknya yang membuat Ares tersenyum lebar hingga giginya terlihat.


“Hallo, David?!” teriak Oma kesal. “David!”


Ggggrrrrr….


Dan David yang melihat itu dari arah spion pun kaget bukan kepalang, dia melihat sosok dirinya dalam diri Ares. Sungguh nakal, tengik dan tengik.


“David?!”


Gggrrrrrr…


Kemudian Ares menirukannya, “Grrrrrr…….. mirip tidak Oma dengan dengkuran Thea?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE Continue