Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Keturunan Oma



🌹Voteee dung gahis🌹


🌹Yayaya yayaya dan follow igeh emak di : @REDLILY123🌹


🌹Dan sayang banget Emak tuh sama kalian.🌹


Sebelum David mengizinkan mantannya masuk, dia memberi perintah agar Sebastian yang masuk dan Emma menunggu di luar ruangan bersama Holland.


Sebastian masuk, dan mendapati David yang duduk sambil meremas kepalanya. “David?”


“Apa kau gila?” tanya David kesal. “Kenapa kau membawanya kemari?”


“Maafkan aku, itu yang dia inginkan.”


“Bertemu denganku? Lalu apa? Merusak rumah tanggaku begitu?”


“Dia hanya ingin menjelaskan kenapa dia pergi.”


“Aku tidak peduli, aku tidak mau tau. Aku hanya tidak ingin melihatnya lagi. Aku ingin dia pergi, dan jangan menampakan wajahnya lagi di depanku atau di depan keluargaku. Tidak.”


Sebastian menarik napas dalam. “David, dia hanya ingin bicara. Mengklarifikasi semuanya supaya kau tidak membencinya lagi.”


“Dengar, Bas. Aku hanya meminta bantuanmu untuk membawanya pergi dari Indonesia,” ucap David menatap manik Sebastian. “Lihat tanganku merinding. Aku tidak ingin Lily mengetahui soal ini.”


“Aku tidak berencana merusak rumah tanggamu, aku hanya ingin membantu membereskan masalahmu dengannya supaya di waktu mendatang jika kalian bertemu lagi tidak aka nada kesalahpahaman.”


David tertawa, yang dia inginkan hanya kepergian Emma dari hidupnya, bahkan baying baying kenangannya. “Bas, kau tidak akan paham.”


“Aku paham, kau tau cinta pertamaku kini menjadi ibu tiriku.”


David tetap menggeleng. “Bawa dia pergi dari Indonesia.”


“Itu masalahnya, dia tidak akan pergi sebelum berbicara denganmu.”


“Dia gila.”


“Aku punya rencana gila,” ucap Sebastian. Dia juga tidak ingin membuat kesalahpahaman antara David dan Lily. “Aku bisa membuatkan surat perjanjian, dimana yang mengharuskan dia pergi setelah bicara denganmu.”


“Memakai materai begitu?”


“Ya, juga beberapa poin yang membuktikan bahwa kalian hanya bicara. Kau tau sebaik apapun menyembunyikan bangkai, pasti akan ketahuan. Begitu pula dengan Lily yang akan tau.”


David diam untuk berfikir, dia tidak ingin menemui wanita itu, tapi dia hanya akan pergi setelah mereka bicara.


“Bagaimana?”


“Sebentar, aku sedang berfikir.”


“kau terlalu lama berfikir,” ucap Sebastian memutar laptop David dan mulai mengetik. “Dia akan membayang bayangimu terus karena ingin bicara denganmu. Kau mau itu terjadi?”


“Tentu saja tidak.”


“Tenang saja, aku ini temanmu. Aku bangga padamu yang sudah memiliki keluarga harmonis, dan aku tidak akan merusaknya.”


🌹🌹🌹🌹


David menatap dari kejauhan, menunggu saat perempuan itu kembali datang padanya. Tapi nyatanya tidak pernah.


Dan saat Emma sampai di depannya, dia tersenyum dan mengulurkan tangan. “Hallo, David.”


“Aku tidak ingin bersalaman.”


“Kau banyak berubah, matamu tidak lagi memiliki kehangatan.”


“Kehangatanku hanya milik keluargaku. Bicara sebelum aku mendorongmu dari jendela itu.”


Emma tertawa, dia menarik kembali tangannya. “Well, selera humormu tidak menghilang.”


Kemudian dia duduk di sofa, sementara David tetap berdiri dengan bersandar di meja. Di sisi lain, Sebastian hanya menatap.


“Katakan sekarang, kau punya waktu lima menit.”


“Aku bekerja di sini, tidak ada niat sedikitpun untuk mengganggumu dan keluargamu. Aku bekerja di sebuah TK. Alasan aku bekerja di sini? Ini semacam pertukaran guru, aku dari Polandia, dan yang dari sini pergi ke sana.”


“Kau berjanji akan pergi setelah bicara denganku.”


Emma mengangguk. “kebetulan waktu mengajarku tinggal seminggu lagi, jadi aku akan pergi.”


David menatap kesal Sebastian, jika dia tahu Emma akan pergi dalam waktu seminggu, dia tidak akan bicara dengannya.


“Aku minta maaf meninggalkanmu waktu itu. Memang aku yang salah karena mengira kau tidak akan mampu menghidupiku mengingat aku belum tahu kau ini orang kaya. Aku minta maaf, dan aku harap kau memafkanku karena itu adalah perasaan wajar bagi anak perempuan cantik yang direbutkan banyak pria.”


David menahan tawanya, begitupun dengan Sebastian.


“Aku tidak datang untuk membela diri, aku mengakui kesalahanku, dan aku harap saat kita bertemu lagi, kita bisa menjadi teman.”


“Kita tidak akan bertemu lagi,” ucap David kesal. “Kecuali di pemakamanmu.”


Seketika Sebastian mengambil alih pembicaraan. “Oke, Emma. Enough. Kau sudah mengakui kesalahanmu, sekarang waktunya kau pergi.”


“Dia tetap tidak mau menjadi temanku, Bas.”


“Enyah kau,” ucap Sebastian.


“Dia sekarang seorang suami dan ayah, tolong pahami itu.”


“Dia sangat membeciku,” ucap Emma yang ditarik Sebastian keluar.


“Tentu saja, kau meninggalkannya seperti anak ayam.”


“Enyah kau.”


Dan saat Sebastian berhasil membawa Emma keluar, David mengelus dadanya. “Beruntungnya ada darah baddas dari Oma dalam tubuhku, tidak ada namanya mantan terindah, karena jika indah tidak seharusnya menjadi mantan. Hidup Oma.”


🌹🌹🌹🌹


TBC