Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Salah perhitungan



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya, rating lima sama ulasan bagus. Ajak juga yang lain buat baca ini ya🌹


🌹igeh emak di follow : @redlily123🌹


🌹selamat membaca, emak sayang kalian🌹


"Kurasa kita harus pulang," ucap David sambil tiduran di atas ranjang.


Berbeda dengan Holland yang sedang memeriksa isi laptop, waspada jika ada beberapa berkas yang terlewatkan.


"Holland?"


"Iya, Tuan?"


"Bagaimana dengan Oma?"


"Anda bisa menggantinya dengan hal lain."


"Aku pikir begitu," gumam David.


Dia melihat jam dan meminta Holland untuk membawa mereka dahulu ke rumah adik adik David.


Dia ingin berpamitan ke sana karena besok David akan langsung ke bandara.


 "Apa anak sulung ada di rumah?"


"Saya dengar dia keluar."


"Kau beritahu dia dan katakan kalau aku akan pulang besok."


"Anda bisa menghubunginya sendiri."


David terdiam. Sebenarnya dia memiliki kecanggungan dengan saudara tertua setelahnya itu. "Tidak, kau saja. Aku akan menemui anak anak."


"Baiklah, Tuan."


David masuk untuk menemui adik adik kecilnya.


"Dimana mereka?" tanya David.


"Sedang beristihat, Tuan."


Dan melihat mereka terlelap adalah kebahagiaan tersendiri untuk David. Dia malah ikut bergabung tertidur di sana, diantara adik adiknya yang pernah dia benci sebelumnya.


🌹🌹🌹


Lily sedang menyiapkan makan malam bersama dengan Oma.


"Apa David kembali menghubungimu?"


"Dia akan pulang besok, karena katanya dia harus pergi ke pesta pertunangan Luke."


"Pertunangan? Apa lagi itu? Kenapa Luke selalu merubah jadwal pernikahan seenaknya?" tanya Oma kesal. "Bagaimana jika kita ke sana lalu pestanya batal? Ini bukan pertama kalinya dia membatalkan rencana."


"Itu sebabnya David akan ke sana sehari sebelumnya. Supaya persiapan benar benar ada dan memang akan dilakukan."


Lily memeluk Oma dari samping. "Oma memiliki aku dan David."


"Aku khawatir pada Luke, dia itu baik. Jika Nobles terus memaksanya, dia bisa saja jadi pria yang sangat kejam."


"Aku mendengarnya," gumam Lily.


"Apa?" tanya Oma penasaran.


"Sebelumnya David pernah menelpon Luke, dan yang aku dengar Luke sedang merokok sambil minum minum."


"Astaga, lihat bukan?" tanya Oma kesa. "Meskipun dia ikut ke kelab malam, tapi pikirannya tetap aman."


"Tidak bisakah Luke melawan saja?"


"Sama seperti David, hanya Nobles keluarga terakhirnya. Dia tidak punya alasan kuat untuk melawan."


"Kasihan sekali."


Mereka terus bicara saat menyiapkan makanan sampai semuanya siap. Lily memanggil anak anaknya untyk makan bersama.


"Daddy akan pulang malam ini?" tanya Athena dengan mata yang berbinar. 


Membuat Lily tersenyum dan mengusap kepala putrinya.


Berbeda dengan Oma yang mengerucutkan bibirnya mengingat dia tidak akan mendapatkan tanda tangan dari Chef kesukaannya. David akan pulang dengan tangan hampa.


Lily menyadari perubahan raut wajah Oma, dia mengusap punggung Oma dengan pelan. "Oma bilang saja pada David agar mendapatkan penggantinya."


"Tidak ada yang Oma inginkan selain itu."


Ares mendengarnya.


Kini mereka sedang makan malam bersama bersama, dan Ares melihat raut wajah Oma yang berubah drastis. "Kenapa, Oma?"


"Tidak apa, Ares," jawab Oma.


"Kenapa Oma selalu mengeluh pada Daddy dan Mommy?" tanya Ares tidak suka. "Nanti Mommy dan Daddy pusing, pada Ares saja."


Athena mengangguk setuju. "Iya, pada Ales saja, bial Ales yang stles."


Seketika Ares terdiam, dia berniat membuat mommy nya merasa terlindungi, tapi Athena malah mematahkannya.


"Bukan begitu maksudnya, Athena."


"Bukankah kau bilang lambutmu telalu lebat? Stles bisa membuat lambut lontok."


"What?" gumam Ares tidak percaya apa yang dikatakan adiknya.


🌹🌹🌹


tbc