Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Athena Vs Ares



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, TERUS KASIH RATING LIMA SAMA ULASAN BAGUS. JANGAN LUPA JUGA BUAT AJAK TEMEN YANG LAIN BUAT BACA INI.🌹


🌹FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA KESAYANGAN.🌹


David bermain dengan anak anaknya sebelum mereka berangkat ke sekolah. Membawa kostum baru, David kini bermain kejar kejaran dengan anak anaknya. David memakai kostum hulk, dengan Ares yang memakai kostum power ranger dan Athena sebagai elsa.


“Kutukan es telel!” teriak Athena sambil mengangkat tangannya ke udara sebelum menyentuh lantai.


“Hwaaaakkk!” teriak David pura pura jatuh.


Kemudian di susul oleh Ares yang berteriak, “Jurus power ranger me ji ku hi bi nu um!”


“Huaaaaa! Oek!” david mengeluarkan lidahnya berakting seolah olah mati.


Kedua anaknya berteriak girang. “Horeeeee! Ayo kita salapan.”


“Ayo.”


David membuka matanya melihat anak anaknya membuka kostum. “Kalian mau kemana?”


“Salapan, kami halus sekolah.”


“Tapi Daddy akan bangkit lagi.”


Ares menarik napasnya dalam. “Daddy, ingat umur. Jangan bermain terus, ayo makan.”


“Ayo, Daddy. Buka kostumnya, tidak baik belmain di pagi hali.”


Dan David hanya menatap kosong pada dinding. Melihat anak anaknya keluar dari kamar, David bergumam, “Siapa yang mengajakku bermain?”


“David,” panggil Lily melangkah kea rah kamar bermain anak anak. “Apa yang kau lakukan di sana, Sayang? Ayo sarapan, buka kostum hulk nya.”


David bangun. “Aku dengar kau akan ikut denganku ke pesta pertunangan Luke?” tanya David sambil membuka kostum.


“Iya, ini tidak akan gagal lagi bukan?”


“Luke bercerita kalau kakeknya mengancam dengan bunuh diri, jadi dia akan melakukannya.”


“Tunggu, bukankah sebelumnya Medina yang tidak mau dan Luke mananti?”


“Keadaan berbalik saat Luke mulai bosan, Medina ingin menikahinya.”


“Wanita itu pemain pria,” ucap Lily mendekat dan membantu suaminya membuka kostum.


“Ya aku melihatnya, dia memang bukan wanita baik baik.”


“Bagaimana denganku?” tanya Lily menggoda.


“Kau merindukanku?” tanya Lily kembali.


David mengintip keluar kamar, memastikan anak anak diambil alih oleh pengasuh.


“Ingin bermain?” tanya David.


Lily malu malu mengangguk dan bertanya, “Ingin aku mandikan?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ares mengerucutkan bibirnya mendengar kabar kalau mommy dan daddy nya akan pergi ke Swiss dan mereka tidak diajak.


“Lalu bagaimana dengan kami?” tanya Ares.


Athena mengangguk setuju. “Iya, bagaimana jika ada penculik yang datang, kan Thea cantik.”


“Tidak aka nada yang berani, Sayang,” ucap David. “Ada penjaga di sini, ada Nanny, ada Nina da nada Oma, juga Eta.”


“Kenapa tidak ajak saja kami?”


David terdiam, dia menatap Lily untuk memberikan penjelasan.


Lily berdehem dahulu. “Begini…. Kalian sudah sering membolos, kali ini tidak. Kalian harus belajar dengan baik, benar dan giat. Alasan kedua, kalian selalu sakit jika berada dalam pesawat terlalu lama. Ingat Thea pernah muntah di tangan Ares?”


“Eoohhh menjijikan,” ucap Ares.


“Tapi itu dulu, Ales.” PLAK! Athena memukul tangan saudaranya. “Kau menyebalkan.”


“Nah, jadi sekarang kalian di rumah dulu. Mommy dan Daddy hanya akan pergi selama tiga hari.”


“Tiga hali?”


“Iya.”


“Ini bukan bulan madu kan?” tanya Ares khawatir.


Membuat David terkejut dengan pertanyaan anaknya. “Bukan, apa yang kau khawatirkan, Nak?”


“Setelah bulan madu, Mommy punya bayi di perutnya. Jika kalian bulan madu lagi, bayinya nanti bertambah. Nanti kalau anak Daddy dan Mommy banyak, kami akan makan apa?”


Athena berdecak dan berkata, “Tentu saja belas, apa kau bodoh?”


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE