
🌹Gaissss, emak sayang kalian. Jangan lupa follow igeh emak di : @RedLily123🌹
🌹Jangan lupa ajak yang lain buat baca ini juga yak.🌹
🌹Emak sayaaaaaaangggg kalian.🌹
🌹Selamat membaca kekekeke.🌹
David melangkah lebar menuju gerbang, dimana di sana ada seorang wanita yang benar benar membuatnya kesal. Tatapan David tajam, dia tidak paham bagaiamana pemikiran wanita itu.
Saat David datang, jelas Emma tersenyum.
“Pergi dari sini,” ucapnya menyeret tangan Emma menjauhi gerbang dan melepaskannya di sana. “Pergi dari sini dan jangan ganggu aku lagi. Apa yang sebenarnya kau inginkan?”
Emma malah tersenyum. “Bisakah kau beri aku pekerjaan?”
“Apa?” tanya David tidak percaya. Wanita itu datang hanya karena materi.
“Tolong berikan aku pekerjaan, aku yakin ada banyak lowongan untukku di perusahaanmu.”
“Tidak ada, perusahaanku tidak menerima wajah sepertimu.”
“Aku akan operasi plastic.”
David tertawa tidak percaya, Emma benar benar tidak peka. “Pergi dari sini sebelum aku menyuruh satpam menyeretmu.”
“Aku hanya ingin pekerjaan darimu.”
“Tidak ada pekerjaan. Dengar. Emmma⸻”
“Senang rasanya kau memanggil namaku lagi.”
David terdiam tidak percaya, ternyata wanita di depannya benar benar mendambakan uang. Kenapa dulu dirinya sangat menanti wanita ini? Benar benar menyebalkan.
“Jika kau datang lagi ke sini, menunjukan wajahmu lagi, aku akan melaporkanmu. Ingat apa yang kau tulis dalam surat perjanjian setelah kita bicara?”
“Kau tega memenjarakanku? Setelah apa yang aku lakukan? Aku belajar Bahasa dan budaya negara ini hanya untukmu.”
“Kau gila.”
Dan saat mereka sedang berdebat, Lily datang dengan wajah yang tidak bersahabat. Lily memanggil suaminya, “David.”
Seketika David menoleh, dia merasa ngilu melihat istrinya yang memegang perut besarnya. “Sayang, jangan datang ke sini.”
Lily mendekat, matanya tidak lepas dari sosok yang memalingkan wajah. Lily tidak banyak bicara, dia hanya menggenggam tangan suaminya. “Jangan layani dia, biarkan saja. ayo ke dalam bersama anak anak.”
Emma tertawa tidak percaya, dia menatap sepasang suami istri yang meninggalkannya. “Hei, David! Kau tidak bisa melakukan ini padakku.”
Dan Lily dengan santainya berkata pada penjaga di sana. “Jika dia datang lagi, ambil tindakan hukum. Kedatangannya menganggu.”
“Baik, Nyonya.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
David bisa melihat kekesalan pada wajah istrinya, dia bahkan tidak mood memakan cemilan yang dibawanya. Membuat David memasuki kamar, dia berbaring di samping istrinya dan memeluknya dari belakang.
“Sayang….,” panggilnya dengan nada halus. “Maafkan aku.”
“David, kau seharusnya lebih tegas.”
“Aku tahu, maafkan aku.”
“Tapi kau harus makan, kasihan bayi kita,” ucap David mengusap perut istrinya. “Makanlah sesuatu, dan setelah itu ayo kita bicara.”
“Aku bahkan tidak ingin bicara denganmu.”
David terdiam, begitupun dengan gerakan tangannya di perut sang istri.
Sampai akhirnya Lily berkata, “Belikan aku pizza hut.”
David mengangguk, dia mencium kepala istrinya sebelum berangkat. “Aku pergi.”
Dan saat keluar rumah, kening David berkerut mendengar suara anjing. Saat mendekat, ternyata di sana Ares sedang bermain bersama seekor anjing hitam besar, itu mirip anjing pelacak milik polisi yang menakutkan.
“Ares, darimana kau mendapatkan itu?”
“Dari Uncle Sebastian, aku memintanya memberikan anjing penjaga.”
“But, kau ti⸻”
“Kemana Daddy akan pergi?”
Dan saat itulah David sadar, sekarang bukan saatnya untuk berdebat. Dia menarik napas dalam. “Baiklah, kita bicara nanti.”
Ares tersenyum penuh kemenangan melihat daddy nya pergi. Dia terus memainkan anjing di hadapannya. “Theaaaa! Come here!”
“Noooo! Aku takut.”
“Dasar penakut,” gumam Ares.
Dan tidak lama setelah Daddy nya berangkat, Ares mendengar sebuah keributan yang membuatnya segera mendekati gerbang.
Keningnya berkerut melihat wanita yang sama yang sebelumnya membuat mommy nya sedih. Karena alasan itulah Ares menelpon Sebastian meminta dibelikan anjing.
Supaya dia bisa melakukan ini.
Wanita itu sedang berusaha masuk, tapi dihalangi penjaga. “Ya ampun, aku tau cara bagus mengusirnya,” gumam Ares.
“Cat, kejar dia!”
GUK.
GUK.
GUK.
Saat itu pula mata Emma melotot, dia berlari seketika saat anjing hitam besar mengejarnya.
“You better run run run run, muehehehehehe.” Ares bertepuk tangan sambil loncat loncat.
🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue