
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA🌹
"Good bye, Mommy."
"Good bye, Honey," ucap Lily melambaikan tangannya pada kedua anaknya yang berangkat sekolah.
Lily menarik napasnya dalam, tetap saja dia selalu merasa kesepian jika ditinggalkan. Dia selalu ingin memiliki harapan baru, seperti mengandung anak lainnya.
Tapi David bersikeras kalau dirinya tidak akan membuahi Lily sampai anak anak sudah dewasa, dimana Ares dan Athena sudah bisa mengendalikan diri dan tidak membuat Lily pusing.
Namun, hal itu malah membuat Lily sedikit kesal dan sedih.
Saat hendak masuk ke dalam rumah, tiba tiba sebuah mobil masuk ke halaman rumahnya dan menekan klakson berulang kali.
Lily mengerutkan keningnya. "Oma?"
Oma menurunkan kaca mobil bagian belakang. "Lila, ayo kita jalan jalan."
"kemana, Oma?"
"Ayo cepatlah naik."
"Aku akan membawa dompet dulu, Oma."
"Tidak perlu, ayo cepat. Oma akan mentraktirmu."
Seketika Lily terkejut, dia kemudian datang dan naik mobil. Lily sedikit heran, tidak ada Eta yang biasa menemani.
Hanya ada dirinya, Oma dan juga supir.
"Kita tidak akan ke toko?"
"Oma sudah menyerahkannya pada anak anak, jangan khawatir, Lila. Kita jalan jalan saja."
"Baiklah," ucap Lily.
Membuat oma menggenggam tanganya. "Oma tahu kau bosan dengan rutinitas, sekali sekali pergi seperti ini bersama Oma tanpa mengkhawatirkan anak anak sekalipun."
Lily tersenyum mendengarnya.
"Ada banyak sesuatu yang belum kau lihat, Lila."
"Seperti apa, Oma?"
"Seperti…..," ucapan Oma menggantung. Dia sendiri bingung dengan apa yang dia katakan. Tadinya dia ingin mengatakan hal hal bijak, hanya saja dia malah terjebak. "Pokoknya seperti itu, Oma akan membawamu ke tempat bagus."
Lily bahkan lupa akan ponselnya, membuatnya khawatir.
Oma yang menyadari itu mengatakan, "Oma ingin membawamu pada kebebasan, dan kau harus melakukannya juga, Lila. Jangan khawatirkan apa pun."
"Baiklah."
Membuat Lily menggelengkan kepalanya sedikit merasa horror. "Dimana ini, Oma?"
"Ayolah, ini akan menyenangkan."
🌹🌹🌹🌹
"Ares, kau mau kemana?" tanya temannya.
"Menemui Thea."
"Ke gedung putri? Aku mau ikut."
"Diam, kau tidak berkepentingan," ucap Ares sambil berjalan menuju gedung yang ada di depannya.
Dengan berjalan di jalan setapak diantara rumput rumput, Ares dihadapi pada penjaga gedung itu.
"Hallo, Ares, ada kepentingan apa ke sini?"
"Eum, aku ingin menemui saudari kembarku, dia membawa buku pelajaranku yang selanjutnya."
"Baik, akan aku antar."
Dengan didampingi oleh penjaga, Ares menuju kelas Athena.
Dan sepanjang jalan, banyak anak anak perempuan yang tersenyum manis ke arahnya.
Ares yang sudah menyadari ketampanannya sejak dini itu hanya tersenyum sambil memasukan kedua tangannya di saku.
Membuat penjaga yang mengantarnya sedikit heran, "Apa yang sedang kau lalukan, Nak?"
"Jangan pedulikan aku."
"Baiklah, tapi cara berjalanmu mirip seperti model."
"Ah, aku tahu."
Sampai akhirnya sampai di kelas Athena, Ares berkata, "Tunggu sebentar, aku akan ke sana."
Karena ini jam istirahat, jadi penjaga itu menunggu sambil menatap ares dari kejauhan.
Sebelum masuk kelas, Ares bertemu dengan salah satu penghuni kelas. "Apa Athena ada di dalam?"
"Wah, hallo, Ares. Kau sangat tampan."
"Athena tidak ada di sini bukan?" tanya Ares langsung masuk ke dalam lalu memanggil, "Kamal? Siapa yang namanya Kamal segera kemari dan kembalikan buku milikku."
Dan kelas hening seketika melihat Ares yang tampan.
"Siapa yang namanya kamal? Ayo mengaku. Kamalia! dimana kau?"
🌹🌹🌹
To be continue