
🌹JANGAN LUPA KASIH LOVE YA SEMUANYA.🌹
🌹IGEH JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
“Bang…. Kangen Mommy,” ucap Ares menatap Michael dengan matanya yang berlinang, dia benar benar merindukan sosok Mommy dan juga adiknya. Oh, ditambah Oma lagi. “Mau ke sana.”
“Nanti menunggu Daddy mu dan Kakakku ya, makannya ayo keluar dari area permainan.”
“Mau ke sana ah, Ares kangen Mommy,” ucap Ares turun dari permainan kuda dan berjalan begitu saja, yang mana membuat Michael kewalahan mengasuh bocah yang tidak pernah mendengarkannya itu.
Membuat Michael segera turun dari permainan dan mengikuti Ares yang sudah melangkah jauh di depannya itu. “Ares, tunggu. Jangan berlari.”
Ares berlari keluar gedung hotel, Michael melihat Ares mendatangi seorang perempuan dewasa yang sedang berjalan di taman hotel.
Ares dengan segala kecerdikannya, dia mendatangi wanita itu dengan puppy eyes kemudian bertanya, “Hallo, Nona. Bolehkah aku meminjam ponsel? Aku harus menghubungi Oma ku.”
“Hai, kau sendirian di sini?”
“Dengan abangku, tapi dia agak idiot. Ayahku entah dimana, bisa aku meminjam ponsel? Aku rindu keluargaku.”
“Baiklah, astaga. Apa perlu bantuan ke kantor polisi?”
“Tidak perlu, biasanya Oma akan langsung menjemputku nanti,” ucap Ares menerima ponsel yang diberikan wanita itu.
Ares memang selalu menghafal nomor Oma, Mommy dan Daddy nya. Oma nya yang mewajibkannya menghafalkan nomor nomor itu. Tapi untuk saat ini, Ares lebih percaya pada Oma. Jadi dia menelponnya.
“Hallo, siapa di sana?”
“Oma? Ini Ares.”
“Astaga. Ares. Kau dimana?”
“Ares di hotel XXXX bersama Abang Mike yang lelet, Ares kangen Mommy, kangen Oma. Daddy entah dimana, dia hilang dan meninggalkan kami. Bagaimana ini, Oma? Hiks.”
“Kau bilang di hotel XXXX?”
Ares mengangguk. “Iya.”
“Minta diantarkan seseorang. Rumah di sebrang hotel itu adalah milik Aunty Rara, pergilah ke sana. Aunty Rara akan menghubungi orang orang di rumahnya.”
“Baik, Oma,” ucap Ares menutup telpon dan memberikannya kepada wanita itu. “Terima kasih, Cantik. Semoga kau selalu beruntung bertemu pria setampan diriku.”
Ares melambaikan tangan pada wanita itu, dia mendekati Michael dan menarik tangannya. “Kau mau kemana lagi?”
“Ke rumah Aunty Rara ayo.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Luke! Luke bangun!” teriak David membangunkan sahabatnya itu.
Yang mana membuat Luke membuka matanya malas dan melihat David penuh dengan tanda tanya. “Apa? Kenapa?”
“Ares dan Mike hilang,” jelas David yang mana membuat Luke terkejut.
“Apa? Bagaimana bisa?” Luke yang sebelumnya mabuk itu segera sadar seketika.
“Setidaknya bersihkan dulu dirimu, David. Kau terlihat sangat kacau.”
“Tidak ada waktu lagi,” ucap David keluar dari sana, dia terlihat sangat panic mendengar anaknya yang hilang. Dia mengendarai mobilnya dengan gila menuju ke hotel tempat dimana dia meninggalkan anak anaknya.
Begitu sampai di hotel, David langsung berlari menuju kamar dimana seharusnya Ares ada di sana. Sebastian sudah ada di sana dengan beberapa orang. “Bagaimana?”
“Katanya CCTV sedang dinonaktifkan serentak, jadi tidak ada yang melihat keberadaan anak anak itu.”
“Astaga,” ucap David frustasi. Dia menjambak rambutnya sendiri sambil duduk di sofa.
Sekesal kesalnya dia pada Ares, tetap saja tidak bisa membiarkan anaknya dalam bahaya. Dia adalah seorang ayah, membayangkan Ares yang ketakutan saja membuat David ingin menangis. “Hubungi polisi, Bas. Kita harus temukan anak anak kita.”
🌹🌹🌹🌹
Oma menghembuskan napasnya kasar, dia mendekati ketiga wanita yang sedang berdiskusi itu. “Rara, bisa kau suruh orang yang ada di rumahmu untuk membukakan pintu untuk Michael dan Ares?”
“Apa? Kenapa mereka ada di sana?” tanya Rara.
“Sepertinya mereka kabur, Ares baru saja menelponku dan mengatakan kalau ayahnya meninggalkannya di hotel bersama Mike. Dia keluar dari hotel dan kebingungan, dia menuju rumahmu.”
“Baik, aku akan menelpon seseorang,” ucap Rara segera bergegas menelpon orang yang ada di rumahnya.
“Apa Ares baik baik saja? kita harus ke sana Oma,” ucap Lily.
Nana mengangguk setuju. “Ya, hal yang membuat mereka jera adalah meninggalkannya.”
“Tapi mereka tetap akan menyusul kalian jika minggat ke rumah Rara.”
Nana menggeleng mendengar kalimat Oma. “Kita akan pulang, Oma. Kembali ke negara asal kita masing masing, biarkan mereka pusing.”
“Lalu bagaimana nasibku?” tanya Rara yang baru saja keluar dari rumah setelah menelpon pembantunya untuk mempersilahkan Ares dan Michael masuk. “Aku juga ingin minggat dan membuat Luke panic.”
“Kalau begitu pergilah,” saran Nana
“Kemana?” tanya Rara bingung.
“Tempat tinggal asalmu?”
“Jepang?” gumam Rara sambil tersenyum.
Lily menggeleng. “Jangan berfikir hal yang macam macam, Rara.”
“Tidak apa, Lila. Biarkan mereka kelimpungan. Ayo kita berkemas dan pulang, oh iya, untuk perpisahan bagaimana kalau makan malam di rumah Rara?”
Semuanya mengangguk setuju kecuali Nana yang lebih banyak diam. Membuat Lily bertanya, “Ada apa, Nana?”
“Joy selalu mabuk kendaraan.”
“Astaga, haruskah naik mobil bak?”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE