
🌹Vote yeee gaisss🌹
"Daddy?"
"Yes, Darling?" Tanya David pada putrinya yang menyandar di sisinya, sementara Ares terlelap di sisi lain ranjang rumah sakit.
Oma sendiri terlelap di sofa sambil mangap. Sungguh keadaan tidak kondusif. Keadaan David yang belum sepenuhnya pulih membuat dia harus keluar nanti sore.
"Daddy?"
"Tell me, Thea."
"Lambutna Thea ada kutuna."
"Tidak, Ares hanya main main. Tidak mungkin ada kutu," ucap David membelah rambut panjang putrinya. "Tidak ada."
"Daddy tidak menemukana, kutuna sembuli."
"Sembunyi, Sayang. Mungkin kau lebih baik bicara bahasa Inggris," saran David.
Memang Athena lebih fasih bahasa Inggris daripada Indonesia, sementara Ares fasih di keduanya. Dalam bidang akademik, Ares juga lebih cepat paham, sementara Athena lebih harus mendapat perhatian lagi.Â
Namun, untuk kenakalan Ares adalah biangnya, dan Athena sedikit agak cengeng karena hatinya selembut Lily. Berbeda dengan Ares yang suka tantangan dan hal berbau menegangkan, seperti sesuatu yang baru.
"Ales na jahat."
"Tidak apa, dia menyayangimu, Sayang."
"Ales jahil."
"Remember saat Ares memberikannya mainan padamu, Thea? Dia juga menggendongmu saat lututmu terluka, Sayang."
Athena mengerucutkan bibirnya kesal.
"Sudah, nanti kita panggil Marylin untuk membedah rambutmu ya."
Athena mengangguk. "Thea mau nelpon Uncle Luke."
"Oke."
Memang benar, kedatantan Luke ke Indonesia yang hanya datang saat perayaan besar itu membuat Athena menempel. Dia menyukai pamannya, karena dia selalu menjadi tameng Athena dari Ares. Berbeda dengan Sebastian yang memihak Ares.
"Hallo, Sweet hearth," ucap Luke tahu setiap David video call, pasti itu keinginan Athena.
"Uncle! Kapan sini?"
"Nanti ya."
"With Aunty Midina?"
"Medina, Sayang. Dia tidak suka dipanggil Aunty."
"But, pasangana Uncle itu Aunty."
"Tapi dia tidak mau," ucap Luke mengerucutkan bibir menyerupai Athena. "What are you doing? Apa kalian di rumah sakit?"
"Yup, Daddy is sick."
"Sakit? Sakit apa?"
"Daddy memakan kepala botak."
Segera David mengarahkan padanya. "Tidak, bukan begitu. Nanti aku jelaskan."
"Daddy! Camera!"
Mendengar teriakan Athena, dia segera mengarahkannya kembali pada putrinya. "Sorry, Darling."
"Apa Ares masih jahil?"
"Ya, dia menanam kutu ndi kepalana The."
"Astaga, apa masih ada di sana?" Tanya Luke dengan raut wajah jijik dan terkejut.
"Ndaaa tauuuuuu," ucap Athena ingin menangis saat ingat kejadian itu.
Hal itu membuat David segera mengakhiri panggilan. Tatapan Athena mengadah menatap ayahnya yang tersenyum melihat putrinya yang menahan tangis.
Athena mengangguk antusias.
"Bangunkan Oma, minta dia antar."
Athena turun dari ranjang, dia berlari menuju Oma.Â
"Omaaa!"
"Hahhh?! Boyaaahhh! Boyaaaahh!" Teriak Oma bangun dari tidurnya terkejut.
🌹🌹🌹
Sampai cairan infus habis, David baru boleh pulang.Â
Oma yang menunggu di luar ruangan itu menghubungi Lily.Â
"Hallo, Oma?"
"Lilaa, bagaimana kalau anak anak Oma bawa ke mansion? Supaya kalian bisa berduaan. Lagipula besok sekolah libur, hanya less saja. Pengasuh akan Oma suruh datang ke mansion."
Lily diam sesaat di sana.
"Lila Lily? Kau di sana? Bagaimana?"
"Baiklah, Oma. Itu ide bagus," ucap Lily terdengar malu malu.
Sudah tidur bersama David, melahirkan anak anaknya dan tinggal bersama selama lima tahun pun masih belum menghilangkan sifat Lily yang sesungguhnya.
"Oke, kau bersiap untui kejutan di sana, Oma akan keluar rumah sakit sekarang."
"Baik, Oma."
"Omaaaaa!" Teriak Athena dari dalam. "Ice cream na diambil Ales!"
Oma mematikan telpon, dia memutar bola matanya mendengar kegaduhan cicit cicitnya itu.Â
"Omaaaaa!"
"Iam cooming!"
Dan di sana Oma melihat kedua cicitnya sedang berebut ice cream, dengan David yang muntah di kamar mandi.
"Omaaaa!"
"Etaaa! Bawa anak anak dulu," perintah Oma pada Eta.
"Baik, Nyonya Besar."
"Dan panggil pengasuh mereka supaya ikut menginap di mansion."
"Baik, Nyonya Besar."
"Bawa mereka keluar."
Ares dan Athena diiring oleh Eta keluar, itu Oma lakukan supaya dia bisa menolong David.
Oma mendekat dan mengusap punggung cucunya. "Ini alasanmu menyuruh semua orang keluar? Supaya tidak ada yang melihatmu muntah?"
"Kenapa anak anak tadi di sini?"
"Mereka masuk begitu saja. Jangan khawatir, Oma akan membawanya ke mansion supaya kau dan Lily bisa istirahat."
David duduk di kloset setelah muntah.
"Kali ini kenapa kau muntah?"
"Makanan rumah sakit sangat bau, aku tidak tahu kenapa hidungku sensitive. Apa ini karma Oma karena tidak jujur pada Lily kalau aku membuat tanda cinta di berbagai negara untuknya?" Gumam David. "Astaga, aku rasa ini karma karena dia merindukanku, Oma. Secara aku tampan dan ayah yang hebat, Lily pasti sangat kesepian akhir akhir ini. Saat aku kembali aku akan memberinya kejutan."
Oma berdecak. "Dasar bule tengik, kejutan apa yang kau maksud?"
"Tentu saja membuat adonan, ini waktu yang pas untuk membuat anak kembar empat."
🌹🌹🌹
TBC