
🌹VOTEEE YA GAISSS🌹
Oma masih diam di dalam mobil menunggu kedatangan David, dengan sesekali dia menelpon cucunya yang menyebalkan itu.
Tragedi salah orang membuat Oma enggan masuk ke dalam sana, karena orang yang dia panggil panggil juga masuk ke sana.
Dia memilih menunggu di luar, sampai akhirnya Oma kembali mendapati mobil yang biasa disupiri oleh Holland tiba.
Oma tidak turun, dia melihat dulu dari kejauhan siapa yang ada di dalam. Sampai orang itu keluar dan menengok ke arah belakang, dapat dipastikan itu adalah David.
Oma segera bergegas turun.
"Daviddddddd!" Teriak Oma dengan menggelegar.
Sontak saja David melotot dan menatap kedatangan Oma, David tahu Oma akan meminta ganti rugi padanya.
David ingin lari, tapi ada banyak karyawan yang akan memperhatikannya. Maka darinya, dia hanya berdehem dan mendekat pada Oma. "Ada apa, Nyonya?"
"Jangan kau pikir cara itu membuatmu tidak ganti rugi."
Kemudian David berbisik, "Temui aku nanti siang, Oma. Aku ada rapat penting."
Setelah mengatakannya, David berbalik meninggalkan Oma. Yang mana membuat Oma ingin mencincang cucunya karena kesal.
"Hei kau!" Teriak Oma pada David.
Dan teriakan itu memicu orang orang disekitar menatapnya, mereka ingat dirinya yang sebelumnya bernyanyi.Â
"Astaga menyebalkan," gumam Oma kembali ke dalam mobil.Â
"Kita pergi ke kediaman Lily," ucapnya pada sang supir.
Rencana Oma selanjutnya adalah membujuk Lily supaya David mau memperkenalkan anak anak mereka ke publik.
Oma yang tidak tahan dan khawatir tabungannya terkuras habis itu berlari setelah sampai.
"Lilaaaaaa," teriak Oma meskipun masih jauh. "Lilaaaaa…."
Dan yang membuka adalah Nina, sang asisten dan pengacara pribadi Lily. "Selamat datang, Nyonya Besar, silahkan masuk."
"Dimana Lila?"
"Ada di belakang, Nyonya. Beliau sedang me--"
"Sudahlah," ucap Oma mengibaskan tangannya di udara. "Eta aku tahu kau seorang pengacara, tapi berhenti bersikap kaku sebelum otot ototmu tidak bisa digerakan."
"Oma?" Tanya Lily yang memasuki dapur untuk membawa makanan. Dia heran Oma datang sepagi ini, juga tanpa Eta. "Apa Oma sendirian?"
Oma segera mendekat sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi palsunya. "Lilaaaa…. Oma ingin bicara denganmu. Eh, mana si kembar?"
"Sedang belajar berenang bersama pengasuh mereka, Oma. Oma ingin melihatnya?"
"Ayo… sambil bicara," ucap Oma mendorong Lily untuk ke sana.
Setelah duduk sambil menatap cicitnya belajar berenang dengan pelampung di leher, Oma segera berucap, "Lihatlah mereka, Lila, kau tidak ingin orang lain tahu mereka ada?"
"Eum…., Oma, akan lebih baik jika mereka tidak diketahui banyak orang, supaya aku dan David punya ruang privacy sendiri yaitu anak anak."
"Kalau mereka dikenal, itu bagus. Jadi tidak akan ada yang berani macam macam pada mereka jika sudah besar nanti."
Lily bingung harus menjawab apa.
"Lila?"
"Sebenarnya, Oma, aku yang meminta David supaya mereka punya kehidupan yang mereka inginkan dan berusaha mendapatkan dengan keinginan sendiri."
"Apa?"
"Ya, setelah aku mengatakannya, David memutuskan untuk merahasiakan si kembar dari media mana pun."
Oma diam seketika, dia salah membujuk orang.
🌹🌹🌹
Eta membereskan mansion seperti biasa. Setelah mendengar dari bawahannya kalau majikannya datang, Eta segera mendekat. "Nyonya Besar, bagaimana?"
"Ingin saya buatkan teh, Nyonya Besar?"
"Buatkan aku rencana, Eta."
Eta diam binging, untuk hal seperti ini dia tidak bisa mengeluarkan ide. "Kapan anda bisa menemui Tuan David?"
"Siang ini."
"Bagaimana jika anda membawakan makanan kesukaannya?"
"Astaga, Eta," gumam Oma sambil berdecak, dia berdiri. "Itu yang hendak aku katakan."
Kemudian Oma menuju ke dapur untuk mempersiapkan makan siang cucunya.Â
Oma tahu apa yang disukai David, yakni masakan barat yang melegenda. Saat kecil David suka memakannya di setiap makan.
Setelah selesai, Oma langsung mengepaknya dengan sangat rapi.
"Aku akan berangkat, Eta."
"Baik, Nyonya Besar."
Oma dengan semangat empat lima kembali ke kantor David dengan makanan yang dia bawa.
Saat dibagian pengenalan identitas, Oma dihadang security. "Apa anda salah tempat, Nyonya?"
"Tidak sopan, aku adalah nenek dari David Fernandez."
Security itu kebingungan, dia menghubungi temannya lewat earphone. "Ada manula yang mengalami delusi di sini."
"Hei! Kau terlaluan, akan aku ratakan kepala botakmu itu."
"Oma?" Luke yang baru saja datang.
"Tuan Luke."
"Lihat, dia memanggilku Oma," ucapnya pada sang security. "Oma tidak bisa masuk."
"Biarkan dia masuk."
"Maafkan saya, Nyonya," ucap Security itu. "Maaf, Nyonya."
"Terserah." Oma masuk bersama Luke. "Oma pikir kau berangkat."
"Ada sesuatu yang sedang aku lakukan di sini Oma."
"Menemui David?"
"Bukan, aku naik ke lift yang lain. Sampai jumpa, Oma."
"Baiklah," gumam Oma masuk ke lift eksekutif.
Sampai ke lantai paling atas, Oma melangkah di lorong. Di luar ruangan David ada ruangan Rio selaku sekretaris.
Melihat itu, Oma membereskan dulu alisnya. "Astaga, kenapa pria tua itu semakin tampan saja?" Gumam Oma. "Aku harus agak jual mahal."
 Dia kembali melangkah.
"Selamat datang, Nyonya Besar. Apa anda hendak menemui Tuan David?"
"Ya, kau tahu," ucap Oma masuk sebelum mendapatkan peringatan dari Rio.
"Hallo, cucu te…….," Ucapan Oma terhenti saat dia melihat sosok yang tidak asing sedang bicara dengan David di sana.
"Hei, anda Nyonya Tayo, apa kau menyusulku?"
"Tayo?" Gumam David. "Oma, kau tidak mencuri bus yang sedang ditinggalkan supirnya 'kan?"
🌹🌹🌹
TBC