Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


“Cantika, makan dulu sini, Nak,” panggil sang Nenek, yang mana membuat Cantika mengalihkan pandangannya; ke arah pintu. Dimana Neneknya ada di sana, menatap dengan penuh kasih sayang. “Yuk, Papah kamu juga mau makan.”


“Sebentar lagi ya, Nek. Lagi ngerjain tugas dulu ini.”


Sang Nenek pun masuk, dia duduk di bibir ranjang; menatap punggung cucunya yang membelakangi. Ada sesuatu yang membuatnya sedih seperti itu, dan Sang Nenek tau ap aitu. “Ares belum kasih kabar?”


“Belum, Nek. Dia gimana ya kabarnya? Apa baik baik aja? Udah mau sebulan.”


“Pasti baik baik aja.”


“Mau nyusul ke Amerika, mau ikut sama Papah.”


“Lah, Amerika kan luas. Emang kamu tau dimana tepatnya Ares berada?”


Cantika terdiam, kemudian menggelengkan kepala. Malang sekali nasibnya, mengkhawatirkan Ares dan ingin menemui pria itu. Tapi dia tidak tau dimana kekasihnya itu berada. “Dia harusnya ngasih kabar ‘kan, Nek?”


“Mungkin terjadi sesuatu, kamu aja kalau lagi banyak tugas gak bisa diganggu ‘kan?”


Menarik napas dalam, Cantika benar benar merindukan sosok yang selalu memujinya itu. Setiap hari saat mata mereka bertatapan, selalu ada kebahagiaan yang membuncah dalam hati Cantika. Namun sampai saat ini, dia belum bisa mendapatkan kebahagiaan itu lagi. Jujur saja, dirinya sangat merindukan Ares yang bersikap lucu, ah jangan lupakan susu strawberry kesukaannya.


“Yuk udah makan siang dulu, Kakek aja baru pulang dari museum.”


Mengikuti Langkah sang Nenek, Cantika menatap bagaimana keluarganya berkumpul. Hanya ada sang Papah, Kakek dan Neneknya. Dan dia benar benar bersyukur atas kenikmatan yang masih Tuhan berikan. Dia mungkin kehilangan sosok Mama, tapi Cantika mendapatkan pelajaran, kalau hidup hanya sesaat, maka dari itu harus dijalani dengan baik.


“Hari ini Cantika mau Latihan piano, nanti Galuh ke sini jemput.”


“Papah penasaran sama pacar kamu,” ucap sang Papah membuat Cantika tersedak.


“Ganteng kok, baik, kaya juga,” jawab sang Kakek. “Tapi kata Cantika dia pindah ke Amerika, kamu pasti tau ‘kan yang Fernandez Inc. itu?”


“Wah, anak orang kaya. Tau kok, kayaknya dia lagi study di sana biar khusus bisnis ya?” tanya Sang Papah lagi.


Cantika menggelengkan kepalanya bingung, dia ingin tau juga apa yang sebenarnya terjadi dengan kekasihnya.


“Udah jangan goda Cantika, biarin dia makan.”


Akhirnya Ketika sang Nenek bicara, hanya ada keheningan. 


Selesai makan, Cantika langsung bersiap siap untuk pergi ke rumah guru music mereka. Galuh yang akan menjemput, ketua osis itu beralasan kalau dirinya hanya melakukan tugas dari kepala sekolah.


“Cantika! Galuh udah di depan!”


Dengan motor vespa miliknya, pria itu duduk menunggu Cantika keluar.


“Sebentar,” ucap Cantika kemudian bergegas keluar. menemui Galuh yang ada di halaman rumahnya. “Maaf ya lama.”


“Tidak apa apa, sudah makan?”


“Sudah, kau belum?”


“Gow!” teriak Cantika dengan senangnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Apalagi yang kau suka?”


“Hmmm? Dominan strawberry,” jawab Cantika Ketika Galuh bertanya. Matanya menatap sosok yang terkekeh pelan kemudian kembali memakan sundae di depannya.


Kadang Cantika bertanya tanya? Kenapa Galuh dan Ares tidak pernah akur? Padahal sebelumnya Cantika mendengar kalau Galuh dan Ares bersahabat. Dia pernah mendengar tentang kematian seekor kucing, tapi tetap saja itu sangat tidak adil sampai merusak persahabatan.


“Kau dan Ares…..,” ucapan Cantika menggantung. “Berteman?”


“Sebelumnya iya, tapi aku bermasalah dan egois tidak meminta maaf. sehharunya aku tidak melakukan itu. Aku ingin meminta maaf padanya, tapi sepertinya terlambat.”


“Tidak ada kata terlambat, coba saja.”


Galuh mengangguk sambil tersenyum. “Meskipun rasanya mustahil aku berteman lagi dengan dirinya ‘kan?”


“Well ya…, setidaknya kau sudah berdamai dengan dirimu sendiri. meminta maaf duluan tidaklah buruk. Bagaimana sikap Ares nantinya, itu adalah bonus dari Tuhan.”


“Semoga saja dia kembali.”


Seketika senyuman Cantika luntur. “Ya, semoga saja dia kembali.”


Menikmati ice cream di salah satu kedai yang ada di pinggir lapangan dekat alun alun. Ah tempat biasa dirinya dan Ares menghabiskan hari sebelum masuk ke sekolah. Cantika benar benar merindukan kekasihnya itu. 


Apa dia akan kembali?


“Karena aku tidak tau kapan Ares akan kembali, kau bisa meminta bantuan apapun padaku.”


“Huh? Kenapa?” tanya Cantika bingung.


“Anggap saja sebagai caraku meminta maaf padamu.”


“Hei, itu tidak lucu,” ucap Cantika sambil terkekeh.


“Juga untuk perlakuan pada perempuan yang aku suka.”


Dan saat itulah Cantika bungkam. Dia bingung, dia masih kelas teri dalam hal percintaan. Apa yang harus dia katakana? Aapalagi sekarang Galuh menatapnya dengan senyuman manis. Tapi…, kenapa Cantika malah takut?


“Santai saja, bernafaslah. Kau terlihat menahan nafasmu.” Pria itu tertawa melihat tingkah Cantika. “Kau baru berumur 15 bukan? kau sseharusnya berada di kelas 1 SMA.”


“Aku meloncat kelas karena guru tidak tahan dengan ocehanku.”


“Karena kau special,” ucap Galuh yang membuat Cantika menunduk lagi.


“Jangan katakan itu, nanti kita akan canggung.”


“Baiklah. Maafkan aku ya.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE