
🌹VOTE🌹
Ketiga pria itu terus tertawa sepanjang jalan. Tubuh mereka penuh dengan lumpur dan berbau menyengat. Membuat penduduk yang melihatnya hanya menggeleng gelengkan kepala dan berkata, "Orang bule memang bau ternyata."
Saat berada di persimpangan jalan, David berhenti tertawa. "Baiklah, sampai jumpa."
"Nanti makan malam bersama?"
"Tentu, itu akan seru," ucap Luke mendahului pergi ke jalan menuju villa nya.
David pun demikian. Dia melempar semua peralatan memanjatnya saat sampai di depan Villa. David masuk sambil berteriak, "Sayangku, di mana kalian? Sayang….?"
Tidak adanya jawaban membuat David bergegas mencari istrinya. Hingga dia mendapatkannya sedang duduk manis di balkon sambil mengaduk adonan.
"Apa yang kau buat, Sayangku? Apa kau menyiapkannya untukku? Astaga aku sangat terharu. Aku tidak tahu rasa cintamu sebesar itu."
Lily merasa risih saat David mencium pipinya, Lily mendorong pelan dada David. "Mandi dulu, aku bisa muntah."
David diam akibat suara Lily yang sangat halus dan pelan, tapi dengan raut wajah yang kesal.
"Aku akan mandi, lalu aku akan kembali untuk menciummu," ucap David pergi berlari dengan cepat.
Lily berdecak kesal, dia mencoba fokus pada adonan. Dia hendak membuat kue lumer untuk cemilan karena tidak ada kerjaan selain bersantai dan menonton TV.Â
Jika melakukan itu, pikiran Lily tidak akan fokus. Dia memikirkan perihal Radit yang akan menikah.
Sampai sampai Lily tidak sadar adonan selesai dicetak dan David selesai mandi.
"Sayang…" David kembali memberikan ciuman di pipi. "Kenapa kau melamun?"
"Tolong tanyakan pada Holland, apa kita mendapat undangan pernikahan?"
"Apa? Kita belum menyebar undangan kita."
Lily menghela napas. "Tanyakan tolong, ayo, David."
"Baik baik, tapi beri aku ciuman dulu. Ehem ehem ehem ehem ehemmmmmmm."
Lily kesal, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.
CUP.
CUP.
CUP.
CUP.
Dan yang terakhir Lily menciumnya lama sesuai keinginan David.
"Istri pintar."
David melakukan apa yang diinginkan istrinya, sampai akhirnya ada balasan cepat. Ada banyak undangan, tapi ada satu yang membuatnya terkejut.
"Radit mantan sekretarisku menikah, dengan wanita bernama Mega."
"Itu adiknya."
"Bagaimana kau tahu?"
"Haruskah kita membahasnya?"
David menghela napas malas.
"Itu adiknya, David. Mega adalah wanita yang sangat membeci Kak Radit. Bagaimana mereka bisa menikah?"
"Mega, Megan, nama nama itu mungkin menggambarkan karakter yang menyebalkan. Dan adiknya salah satunya."
"David…."
"Aku tidak tahu, Sayang. Apa yang harus aku lakukan? Setidaknya pria yang mendekati istriku mulai menjauh perlahan. Aku suka," ucap David menyimpan ponsel di meja.
"Apa yang akan kau buat? Kue?"
"Iya."
"Rasa apa?"
"Cokelat."
"Aku hanya heran bagaimana bisa mereka menikah."
"Mereka bukan saudara kandung kan?"
"Tapi tetap saja, ada keanehan di sini. Aku tahu itu."
Tanpa diduga, David menciumi perut Lily, membuat perempuan itu menegang kaget. "David."
"Aku merindukan mereka, Sayang. Kau janji satu kali setiap hari. Kemarin aku tidak melakukannya. Jadi, ayo sekarang lakukan."
"Tidak, David…. Itu…."
"Aku tahu kau merindukanku, Sayang. Ayo kita memulainya. Lagipula aku membaca dalam artikel, jika sang istri mengalami puncak kenikmatan, sang bayi akan merasa dipeluk. Jadi, Papa senang, Mama senang, anak anak juga senang. Oke?"
🌹🌹🌹
CHINA.
"Mau apa kalian ke sini?"
"Aku ingin bicara," ucap Dena masuk begitu saja, disusul oleh Megan dari belakang.
"Keluar dari sini! Atau suamiku akan mengusir kalian."
"Ck." Dena berdecak. "Suamimu sedang menanam cabe bukan? Diamlah dan duduk, aku datang dengan baik baik."
Wanita yang menjadi ibu biologis Lily itu menarik napas dalam dan duduk di depan Megan dan Dena. "Apa mau kalian?"
"Aku ingin kau dan suamimu datang di pesta pernikahan anakmu."
"Kami tidak memiliki hubungan apa pun dengannya."
"Hei, Sialan. Kau pikir aku tidak tahu? Kau terlilit banyak utang. Jika kau membantuku, aku akan memberi kalian uang."
"Ada apa ini?" Ayah biologis Lily ikut bergabung. Tahu para tamu menggunakan bahasa indonesia, dia juga melakukannya.
"Tidak ada apa apa, kembalilah beternak. Aku akan menyusul."
"Hei, ada apa apa di sini. Anakmu yang bernama Lily menikahi putraku. Dan aku butuh bantuan kalian untuk memisahkan mereka."
"Apa?"
"Jangan dengarkan mereka, suamiku."
"Tidak." Dena menyilangkan tangannya. "Kau harus datang, aku ingin kalian datang dan menghancurkan pesta lalu membawa putri kalian. Karena inilah calon menantuku, bukan anak kalian."
"Akan kami lakukan, siapkan saja penerbangannya."
"Sayang!"
Dena dan Megan terkejut. "Benarkah?"
"Ya, sekarang kalian pergi. Aku janji akan datang."
Megan dan Dena tertawa dan keluar setelah pamit dengan sopan. Meninggalkan sepasang suami istri di sana.
"Apa kau gila?! Kau akan melakukannya?!"
"Tentu tidak, Sayang."
"Lalu kenapa kau bilang akan datang."
"Kita memang akan datang."
"Untuk apa?"
"Untuk membongkar rencana jahat mereka. Aku tahu suami dari anak itu sangat mencintainya. Orang orang seperti mereka harus mendapat pelajaran, jadi kita akan menghukum dengan menjebak."
"Tapi bagaimana dengan Lily?"
Pria itu mendekat dan menggenggam tangan istrinya. "Setidaknya ini yang bisa kita lakukan. Mempertahankan rumah tangganya, aku tau dia bahagia di sana. Kita tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan kebahagiaan itu. Benar kan?"
"Ya, kau benar."
🌹🌹🌹
TBC