Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. I LOVE YOU SOO MUCH.🌹


Setelah jam istirahat, kelas Ares mulai ribut. Ada yang bermain alat gitar, ada yang berlarian, ada yang tidur, ada yang bermain game, dan ada juga yang bermain salon salonan.


Seperti Ares, dia sedang mendandani Samuel dengan make up yang dibawa oleh teman wanita sekelasnya.


“Bawa itu,” ucap Ares pada kain meja di meja guru. “Buat rok.”


“Ar, please gue malu anjirrr.”


“Lu kalah maen game sama gue, inget gak?” tanya Ares kemudian melilitkan kain tersebut di pinggang Samuel.


“Lu cantik anjirr, Sam.”


“Rambut lu panjangin coba, mirip cewek lu.”


Begitulah ejekan teman teman sekelasnya, sedangkan Ares memotretnya sambil tertawa.


“Udah? Gue gerah nih.”


Ares hanya focus tertawa dan memainkan ponselnya.


“Lu kagak berangkat sama Cantika, Ar?”


“Oh iya, gue lupa,” ucap Ares langsung memeriksa pesannya, dan disana Cantika belum kunjung membalasnya, bahkan pesannya saja belum sampai. “Gue tadi nganterin Nyokap ke toko bunga, supirnya lagi sakit.”


“Ah, itu elu yang di toko bunga gede itu?”


“Emangnya kenapa?”


“Woy lu pada tau gak? Si Ares nyium pipi Nyokapnya, anak Mamih dia.”


Teman temannya tertawa, sedangkan Ares sibuk mencari keberadaan Cantika.


“Ar, lu anak mamih ya?”


“Ya iyalah. Gak kayak lu yang anak dugong,” ucap Ares keluar kels sendirin.


“Udah ngatain kabur juga, mau kemana lu?”


Ares tidak menjawab, dia masuk ke kalas Cantika begitu saja. dan ternyata di kelas itu hanya ada beberapa orang, termasuk Laura.


“Ehem,” ucapan satu kelas berdehem, mereka saling berbisik, “Sepertinya dia datang untuk Laura, ayo keluar.”


Ares mengerutkan keningnya saat mereka keluar dan menyisakan Laura juga Ares.


“Kenapa kau ke sini? Aku sudah bilang aku tidak tertarik denganmu.”


Seketika Ares terdiam. “Kau tidak tertarik denganku atau pura pura tidak tertarik?”


“Aku tidak tertarik, bukankah sudah jelas? Ketampananmu tidak bisa membuatku luluh, modal tampang saja.”


“Wow wow wow,” gumam Ares saat Laura mengatakannya.


Tangan Ares menghalangi Laura yang akan keluar dari pintu. “Kau menantangku, lihat saja kau akan jatuh cinta padaku nantinya.”


“Dalam mimpimu.”


Laura mendorong tangan Ares yang menghalanginya dan berjalan pergi, Ares bersiul saat melihat bok*ng Laura yang tertutupi rok pendek. “Wow, so seksi.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Thea,” ucap Ares yang tiba tiba menarik tangan Athena saat keluar kelas.


“Oh astaga! Kau membuatku kaget!”


“Apa Cantika sekolah?”


“Kau melihatnya atau tidak?”


“Tidak.”


“Kau tahu kemana dia?”


Athena terdiam sejenak, “Dia bilang akan pergi ke suatu tempat dengan ibunya.”


“Kemana?”


“Aku tidak tahu, aku tidak banyak tanya.”


“Apa dia sakit?”


“Setahuku tidak, ibunya yang sakit.”


“Theaaa!” panggil Arin.


“Lihat saja ke rumahnya, aku harus les. Sampai jumpa.”


Ares terdiam di sana, dirinya segera melangkah untuk bergegas pergi ke rumah cantika. Dia sedikit khawatir dengan gadis itu, apalagi umurnya masih belia.


“Kalau dia pergi, kenapa dia tidak bisa dihubungi? Apa dia diculik?” Ares bertanya tanya sepanjang perjalanan. “Tapi jika dia diculik…… siapa yang mau menculik gadis kecil dan jelek sepertinya?”


Sepanjang perjalanan, Ares menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi dengan Cantika. Sampai akhirnya sampai di depan rumah Cantika, gerbangnya dikunci gembok tidak seperti biasanya.


“Ah, mereka sepertinya sedang pergi. Tapi kenapa dia tidak mengaktifkan ponselnya?”


Saat sedang mengamati rumah, tiba tiba ada notifikasi pesan masuk. Itu dari Samuel.


Dia mengirim foto.


Samuel: Look! Siapa yang ada di sini!



Samuel mengirimkan foto Laura.


Samuel : Ar, kayaknya lu bener bener bukan type dia deh. Tinggi anjir seleranya, lu gak bisa naklukin nih cewek.


Me : Bentar lagi juga jadi.


Samuel: Ragu, Bro. cewek modelan dia sukanya sama yang tajir.


**Me**: Lu butuh gue liatin seberapa banyak harta gue?


Ares memilih mematikan ponsel sementara.


Namun, saat notifikasi kembali masuk, Ares membukanya dan berfikir itu Samuel, ternyata itulah Cantika.


Centini : Maaf baru membalas, aku diperjalanan.


Me : Fotokan dirimu


Centini : Untuk apa?


Me : membuatku yakin kalau kau tidak diculik.


Centini : Aku masih bebas.


Dan senyuman Ares tercetak saat melihat wajah Cantika di layar ponselnya. “Ya, siapa juga yang mau menculik gadis jelek sepertimu, Centini. Sialaan, dia membuatku datang ke sini.”


🌹🌹🌹🌹


(CENTINI MASIH DIRAHASIAKAN YA)


TO BE CONTINUE


 


 


JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN YA ANAK ANAK KESAYANGAN