
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI YA.🌹
“Bisa antar aku ke perpustakaan?” tanya Laura dengan senyuman nakalnya, yang mana malah membuat Ares bertanya tanya, sebelumnya dia tidak pernah melihat Laura tersenyum seperti itu.
“Tentu,” ucap Ares membayar semua makan siangnya.
Dan tanpa aba aba, Laura kembali menggandeng tangannya saat keluar dari kantin sekolah. Yang mana membuat seluruh mahasiswa penggemar Ares itu patah hati.
Ares sendiri risih dengan skinship yang dilakukan Laura, jadi setelah mereka melewati koridor ramai dan mulai memasuki tempat yang sepi, Ares melepaskan pelan gandengan Laura kemudian meregangkan otot ototnya. “Makan siang terlalu banyak membuat perutku begah,” ucap Ares memegang perutnya, karena memang itulah kenyataannya.
Laura mengerutkan kening, “Kau baik baik saja?” tangannya menempel menyentuh perut Ares.
Sontak saja itu membuat pria itu kaget, dia mengelak secara reflex.
“Wow, tubuhmu bagus. Aku memegang beberapa otot di sana.”
“Aku harus menjaga tubuhku tetap bugar,” ucap Ares berdehem. “Buku apa yang akan kau cari?”
“Eum… entahlah, ayo kita lihat apa yang menarik di sana.”
Bukan hanya pengisi kantin yang terkejut dengan kebersamaan Ares dan Laura, tapi juga penghuni perpustakaan, termasuk penjaganya.
“Kau sudah berganti pasangan? Kemana Cantika?” tanya penjaga perpustakaan itu.
“Cantika sakit,” jawab Ares.
“Jangan bilang kau yang membuatnya sakit hati.”
Ares tertawa hambar. Sebelum dia sempat menjawab, Laura lebih dulu mengatakan, “Kenapa harus sakit hati? Mereka tidak memiliki hubungan apapun.”
“Wow, dia pemberani,” ucap penjaga perpustakaan itu. “Kau butuh bantuan untuk mencati buku?”
Laura menggeleng dan melangkah lebih dulu untuk mencari sesuatu, dia berbalik sesaat untuk menatap Ares. “Susul aku.”
Ares hanya mengangguk dan masih berdiri di sana.
“Ah iya, bisa tolong kau berikan ini pada Cantika?” tanya penjaga perpustakaan yang sudah akrab dengan Cantika, dia mengeluarkan buku dari salah satu lacinya. “Dia mencari ini kemarin.”
Ares mengangguk dan menerimanya.
“Hei, dia tidak seperti wanita penyuka buku, apa yang dia cari di sini?” bisik penjaga perpustakaan pada Ares.
Jawabannya hanya bahu yang terangkat.
“Sepertinya dia sedang mencari perhatianmu.”
Malas berbicara, Ares melangkah mencari keberadaan Laura. Ternyata dia sedang berada di bagian novel romance, Ares mendekat ke sana.
“Menemukan apa yang kau cari?”
“Lihat ini,” ucap Laura memperlihatkan salah satu novel yang ditemukannya. “Kenapa ada novel dewasa di sini?”
“Woah, sepertinya penjaga perpustakaan yang baru kurang teliti.”
“Ingin membacanya? Berdua denganku?” goda Laura dengan senyuman nakalnya.
Ares menggeleng. “Tidak, aku tidak suka.”
“Kau tidak suka novel dewasa?”
“Aku tidak suka membacanya dengan orang lain,” gumam Ares sambil melangkah melihat lihat buku lain. Dia kembali bergumam, “Lagipula membaca membuat mata ngantuk, lebih baik menonton langsung.”
Ares mulai berbicara sendiri, dia mengangguk anggukan kepalanya. “Ya, privacy sangat dibutuhkan dalam hal menuju kedewasaan. Gila saja harus bersama atau berdempetan.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Thea, bisa kau menggantikanku ke ruang kepala sekolah?”
Athena yang sedang memainkan ponselnya itu menatap malas Galuh, mantan sahabat saudaranya.
“Kenapa tidak sekretaris osis saja?”
“Ini bukan tentang osis, ini kelas.”
Seharian ini dia berada di kelas sendirian, hanya diam, memainkan ponsel dan makan camilan yang dibawanya dari rumah. Cantika tidak sekolah, dan Athena rasa dia tahu alasannya karena Ares menceritakannya semalam.
Dan Arin? Jangan tanya kemana wanita yang kini sedang sibuk bersama pacarnya itu.
“Haruskah aku mencari pacar?” gumam Athena sambil melangkah lunglai.
Namun pemikirannya untuk mencari pacar sirna seketika saat beberapa pria menggoda dengan menyapa, melambaikan tangan bahkan tersenyum dengan manis.
Membuat Athena membuang wajahnya malas. “Mereka hanya tertarik dengan wajah cantikku, jika saja aku memakai baju aneh dan memakai helm, mereka akan menjauhiku.”
Itulah alasan Athena belum ingin memiliki pacar, dia tahu pria disekitarnya hanya tertarik dengan parasnya saja. tapi tentu, dalam hati Athena memiliki idola, yakni seorang idol dari Korea Selatan. Siapa lagi jika bukan anggota boyband dari sana.
“Permisi, saya perwakilan dari kelas XII IPA 1 menggantikan galuh.”
“Ah… Athena, bapak hanya ingin meminta tolong pindahkan data ini ke ruang computer di belakang, ini kuncinya.”
Athena mengambil flashdick di meja. “Baik, Pak.”
Ada sedikit keraguan Athena melakukan ini, pasalnya ruang computer di belakang sangatlah terpencil. Itu berdekatan dengan bekas kelas yang sudah tidak terpakai, ruangan itu adalah sisa sekolah sebelum direnovasi habis habisan.
Tidak memiliki pilihan lagi, Athena berjalan ke sana sambil memainkan ponsel guna mengalihkan pikiran. Dia melihat lihat vloger kecantikan dan seorang pemain biola. Jujur saja Athena masih bingung dengan apa yang dikejarnya sehingga memilih sekolah umum seperti ini.
“Hallo, Kakak Cantik. Sendirian?”
Tubuh Athena tersentak melihat sekumpulan anak nakal yang sedang merokok, sepertinya mereka murid baru.
“Kalian merokok? Aturan di sini sudah jelas bukan?”
“Bukannya saudara Kakak juga nakal?”
“Senakal nakalnya dia tidak pernah melakukannya di sekolah, buang itu atau aku laporkan ke kepala sekolah.”
“Kakak mungkin akan mempertimbangkan hal itu,” ucap salah satunya kemudian mencengkram tangan Athena. “bagaimana kalau Kaka menemani kami dulu?”
Athena tersenyum sinis. “Lepaskan aku sebelum kalian mendapatkan pukulan.”
“Coba saja kalau bisa.”
BUGH! BUGH!
Dan pukulan benar benar mendarat di pipi pria itu, tapi itu bukan dari Athena.
“Ares!” teriak Athena saat Ares menabrakan punggung remaja itu ke dinding sambil mencekik kerah bajunya.
Ares bahkan mengarahkan rokok ke wajah remaja itu. “Jika kau mengganggu adikku bahkan dengan suaramu, kau akan menyesal. Apa kau paham?”
“Ares hentikan,” ucap Athena mencoba melepaskan tangan Ares yang mencengkram.
Ketika remaja itu mengangguk, Ares melepaskannya, kemudian tatapannya beralih pada remaja lainnya yang terkaget saat beradu tatap dengannya. “Lakukan ini di luar sekolah dan copot logo sekolah dari seragam kalian. Pergi dari sini.”
Mereka berhamburan pergi, meninggalkan Ares yang masih kesal.
“Ares, kau akan dipanggil lagi ke ruangan BK.”
Ares mengalihkan pandangannya menatap Athena kemudian membawa gadis itu ke dalam pelukannya, inilah alasan dia mengikuti Athena bahkan dalam pemilihan sekolah. Ares tidak ingin Athena terluka apalagi karena pria, dia tahu betul adiknya begitu cantik.
“Sudah aku bilang kau harus belajar bela diri.”
“Aku bisa, kau saja yang tidak tahu, Ales.”
Ares tertawa, mendengar bagaimana cacatnya Athena mengatakan huruf R membuatnya mengingat masa kecil mereka.
🌹🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE