
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
"Bagaimana bisa terjadi seperti ini?" tanya David yang sedang menggendong Ares yang terlelap di pangkuannya.Â
Sementara posisi David tengah duduk bersama Oma di sampingnya.
"Ares bilang jika mereka sudah berbaikan, lalu resmj mengadakan perang. Oma tidak paham, katanya saat Athena akan naik ke ranjangnya di atas, Ares kentut, jadi dia terjatuh saat masih menaiki tangga."
"Astaga…., bukankah itu menggelikan?"
"Jangan tertawa," ucap Oma memberikan pukulan pada bahu David. "Lihat istrimu yang sedang sedih itu."
David menghela napas dalam. "Tapi Athena ceria."
"Dia bahagia melihat kembarannya menangis. Itu hal langka."
Ares mencium puncak kepala Ares yang memeluknya dan terlelap di dada bidangnya. "Ya, bocah ini bisa menangis juga. Oma istirahatlah."
"Oma merasa bersalah pada kalian."
"Hei…., hal buruk akan datang jika sudah waktunya. Jangan memikirkannya terlalu dalam, nanti Oma sakit siapa yang akan menghabiskan uangku? Hah siapa?"
Oma berdecak, dia menatap Lily yang sedang bercengkrama dengan putrinya. Dengan camilan di samping ranjang yang menemani.
Sepertinya mereka bertukar cerita.
"Lily hamil, apa kau tahu?"
"He'em, aku tidak tahu apakah Lily akan senang atau tidak."
Oma mengerutkan kening. "Karena apa?"
"Aku akan membatasi pergerakan Lily. Memintanya di rumah, mengabiskan waktu di rumah. Aku akan menyewa seseorang untuk menjaga dan membuat kehamilannya berjalan lancar dan sehat."
"Itu yang kau takutkan?"
David mengangguk. "Heem, aku takut merebut kebebasannya. Tapi itu sudah aku rencanakan sejak lama. Jika Lily hamil, aku akan membatasi semuanya."
🌹🌹🌹
Anak berusia tujuh tahun itu terus melihat adiknya yang terbaring di atas ranjang rumah sakit, dengan mata bulatnya yang penuh pertanyaan.
"Athena akan baik baik saja kan, Daddy?"
"Tentu saja, biarkan dia istirahat," ucap David yang kini sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.
Sebenarnya nanti sore juga diperbolehkan pulang, tapi Lily adalah yang terbaik. Dia ingin yang terbaik untuk anak anaknya.
"Kemarilah, Son. Kau akan membuat Thea kaget jika berdiri sedekat itu dengannya. Bisa bisa dia memimpikan napasmu yang dekat."
Ares mendengus kesal dan datang mendekat. Hari libur yang membuatnya sedih. Dia melangkah menuju sang daddy dan duduk di sampingnya.
"Mau ini?" tanya David yang sedang memakan kacang kulit.
Ares menggeleng. "No."
"Kau yakin ingin les itu?" tanya David menanyakan keseriusan sang putra pada percakapan mereka sebelumnya. "Biasanya Ares jika pulang sekolah langsung tidur tengkurap."
"Ya, Ares yakin. Ares mau itu."
"Mau apa?" tanya Lily yang baru saja datang dengan membawa sekeranjang makanan.
David mengerutkan keningnya melihat sang istri datang sendirian. "Mana Oma?"
"Oma harus ke toko."
"Oh…"
"Mau apa? Tadi Ares bilang apa?"
"Mau les," ucap Ares yang membuat mommy nya terkejut. Lily bukanlah orang pemaksa, dia membiarkan anaknya melakukan apa yang mereka mau selagi itu masih dalam hal baik.Â
"Astaga, benarkah? Les apa?" Lily antusias. Karena memang, yang sering les adalah Athena, Ares seringkali kabur.
"Bela diri."
"Bela diri?" Tanya Lily memastikan.
Ares memantapkan pilihan dengan mengangguk. "Ya, supaya bisa melindungi Athena."
"Wahh itu sangat hebat, Sayang," ucap Lily memberikan ciuman di pipi Ares.
"Juga untuk melindungi Mommy," lanjut Ares.
"Wah benarkah?" tanya Lily antusias.
Namun berbeda dengan David, dia berdehem dan merengkuh pinggang istrinya. "Daddy yang akan menjaga Mommy, Ares."
"Tapi….., Daddy akan semakin tua, Ares khawatir Daddy hanya bisa berteriak saat ada orang jahat."
🌹🌹🌹
To be Continue