Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Kata yang menakutkan



🌹VOTEE YEEE GAISSS🌹


"Beli semua yang berkaitan dengan strawberry, itu disukai Ares dan Athena."


"Baik, Nyonya Besar."


Dengan Eta yang mendorong troli, Oma memilih milih makanan dengan menunjuknya.


"Itu juga, beli itu. Ada gambar strawberry nya."


"Ini adalah semprotan untuk tenggorokan gatal, Nyonya."


"Oh, benarkah? Tinggalkan di sana."


Eta melakukannya, dia kembali mendorong hingga Oma menunjuk setiap makanan berbahan dan berasa strawberry. Sampai trolli akhirnya penuh.


"Aku akan menunggu di sana, Eta."


"Baik, Nyonya."


"Bayar dan minta struk nya. Nanti setorkan pada David."


"Baik, Nyonya."


Oma melangkah menuju kursi kayu di pinggiran pembatas lantai, di sana Oma menatap lama ponselnya sambil duduk, dia terlihat sangat sedih. Hal itu dilihat oleh Eta yang selesai membayar beberapa jenis makanan untuk di rumah nanti.


Dia mendekat pada majikannya. "Apa ada masalah, Nyonya Besar?"


"Astaga, Eta….," Gumamnya terlihat frustasi.


Dan itu membuat Eta ikut panik. "Ada apa, Nyonya? Apa anda diare lagi?"


"Bukan, kenapa kau selalu mempersalahkan diare?"


Eta diam, pasalnya dia ingat saat majikannya diare. Dia sangat kerepotan karena majikannya selalu berteriak dan meminta dokter spesialis diare datang.


"Aku sedang memikirkan Rio."


"Astaga," gumam Eta, pikirnya majikannya sudah lupa dengan Rio. Pria duda tua itu diberhentikan David dua tahun yang lalu, kini dia memilih Holland dalam segala hal.


Oma masih mencari keberadaan Rio diam diam.


"Apa salah jika aku suka padanya? Aku hanya tidak ingin kesepian di hari tua."


"Anda kesepian, Nyonya?" Tanya Eta mengira Oma yang merasakannya.


"Bukan, Eta. Bukan aku, dia yang kesepian. Makannya aku harus mencarinya, malang sekali dia."


"Bukankah dia profesor yang mengajar di kampus?"


"Mereka bilang dia berhenti mengajar juga sudah lama. Dia hilang tanpa jejak. Bagaimana jika dia mati tanpa ada yang tahu?" Tanya Oma panik.


"Aku yakin dia baik baik saja, Nyonya."


"Ya ampun."


Eta sempat terpikir sesuatu. "Nina adalah mantan intel, apakah anda ingin meminta bantuannya?"


Oma sebenarnya ingin meminta bantuan orang, tapi dia malu dan takut ketahuan oleh David. Cucunya pasti akan mengejek habis habisan. 


Jadi, selama beberapa tahun terakhir ini dia diam diam mencari tahu sendiri.


"Nyonya Besar?"


"Baiklah, lakukan itu. Tapi jangan ketahuan oke?"


🌹🌹🌹


David menimang Athena yang menangis sesegukan. Holland berhasil mengosongkan toko yang mana membuat Ares lebih aktif lagi menjahili Holland di sana.


Sementara David duduk untuk menatap wajah putrinya. "Sayang…., Dengarkan Daddy, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik ya?"


"Segala sesuatu, Sayang. Jangan berlebihan. Coba bayangkan jika Thea minum segalon, apa yang terjadi?"


"Ailnya masuk ke pelut."


David terdiam lama mendengar jawaban yang sangat berbeda dari perkiraannya. "Lalu apa yang akan terjadi jika air segalon masuk ke perut?"


"Theana tidul."


"Iya! Thea tidur lalu perutnya meledak."


"Noooo…," ucap Thea menatap ayahnya. "No, Daddy."


"Jadi jangan berlebihan ya. Termasuk emosi, Thea sekarang harus berbaikan dengan Ares. He's your brother, remember?"


Athena terpaksa mengangguk.


"Ingin berbaikan?"


"Yes, Daddy."


Dengan itu, David mengisyaratkan Holland untuk membawa Ares mendekat. Pria yang kini menjadi tangan kanan sekaligus tangan kanannya menggendong Ares dan mendekat.


"Come on, Ares," ucap David.


"Iam sorry, sister."


"Its okay, Brother."


Lalu keduanya berpelukan yang mana membuat David tersenyum.


"Oke, sekarang kalian boleh memilih dua mainan. Oke?"


"Thanks, Daddy! I Love You," ucap keduanya bersamaan lalu kembali lari.


David menghela napas dalam, dia tersenyum melihat keduanya akur. 


"Tuan, para karyawab khawatir anda hanya membeli dua mainan."


"Tenang saja, ada uang untuk tutup toko, kau urus saja."


"Baik, Tuan."


"Dan, Holland, siapkan tempat di Thailand untuk bulan madu keduaku, akan aku perlihatkan hasil kerja kerasku."


"Baik, Tuan."


Ketika David dan Holland sedang berbicara, kembali terdengar, "Daddy! Ales jahatttt!'


David diam mematung lagi.


"Ahahahahah!" Ares tertawa sambil berlari dikejar Athena.


"Daddy!"


David segera mendekat dan menggendong kembali putrinya. Dia terkejut melihat wajah Athena yang penuh dengan glitter. "Alesna jahat."


"Nanti Daddy menasehatinya."


"Ales jahat, Daddy." Athena sesegukan. "Ales tengik."


Dan saat itulah David menegang, tiak menyangka kata keramat itu keluar dari mulut putrinya.


Mengingatkan Davi pada mulut Oma yang selalu mengatakan, "Tengik… tengik… bule tengik… pria tengik…. Cucu tengik… tengik…."


🌹🌹🌹


TBC