Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. AJAK YANG LAIN BACA CERITA INI YA.🌹


“Aressssssssss!” teriak teman temannya begitu pria itu masuk ke dalam kelas.


Mereka semua ribut memukul mukul bangku sambil berteriak, “Ares! Ares! Ares! Huhaaa! Ares! Ares! Ares!”


Yang mana hal itu membuat Ares mengusap tubuhnya sendiri, bergidik melihat kelakuan teman temannya.


“Lu pada gila, amit amit.”


“Ar, anjirrrrrr lu!” teriak Samuel dengan senyuman tengilnya. “Akhirnya, dapet juga tuh. Gue liat tadi cewek tuh nyosor mulu, udah lu cium?”


“Apaan sih lu! Minggir gak! Parfume lu bau tau!”


Bukannya teman teman Ares menyingkir, mereka malah mengerumuni Ares di bangkunya yang mana membuat Ares sedikit takut. “Lu pada mau ngapain?”


Dan saat itu juga berbagai pertanyaan itu datang.


“Lu gimana bisa sama dia?”


“Lu jadian sama dia?”


“Udah *******?”


“Siapa yang nembak duluan?”


“Gimana bisa luluh?”


“Enak gak tuh dipeluk cewek cantik?”


Karena kesal, Ares memukul meja sekuat yang dia bisa.


BRAK!


Saat itu pula mereka terdiam, melihat Ares yang memejamkan matanya seolah bersiap untuk marah.


Berbeda dengan Samuel yang mengerutkan keningnya. “Lu gak molor ‘kan, Ar?”


“Gue belum jadian sama dia, masih dalam masa pendekatan,” ucapnya pelan kemudian mulai membuka matanya. “Jadi lu pada diem, jangan ganggu gue. Mau tau gimana rasanya gocengin cewek cantik di belakang? Rasanya biasa aja, soalnya gue sering boncengin nyokap gue. Gak ada perbedaan signifikan gimana rasanya.”


“Lu udah ada wacana buat jadian sama dia?”


“Kalau dalam hitungan ketiga lu pada masih di sini……,” ucapan Ares menggantung memberi mereka kesempatan untuk berpindah tempat duduk. “Satu…..”


Sontak saja mereka kembali ke bangku, tapi dengan tatapan masih terpaku pada Ares.


“Kalau lu pada masih liatin gue…. Gue bakalan…..”


Saat itu juga teman temannya memalingkan wajahnya, tanpa terkecuali Samuel.


“Lu ada wacana mau jadian sama dia?”


“Gak tau, canggung gue sama dia. Aneh liat dia berubah tiba tiba.”


“Laura anggota power ranger?” tanya Samuel antusias.


Yang mana membuat Ares memukul kepalanya. “Kepalalu isinya….,” ucap Ares kesal.


“Sebelumnya dia jutek sama gue, lah sekarang senyumnya aja kayak ditambah pemanis buatan. Gimana gitu,” gumam Ares. “Aneh rasanya.”


“Ya lu bersyukur lah. Kayaknya dia nyadar kalau lu itu emang yang terbaik.”


“Ada yang aneh,” gumam Ares. “Yang bikin gue canggung, gak bebas anjirrr,” ucap Ares mengeluarkan keluh kesahnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Laura : Mau makan siang baareng? Ke kantin yuk.


Ares mengerutkan keningnya membaca pesan masuk, dia benar benar merasa canggung ketika Laura tiba tiba berubah seperti itu, bersikap sangat manis bahkan terlalu manis.


“Tuh bales calon cewek lu nge-chat.”


Ares mendengus.


Laura : Hei, kau sudah istirahat bukan? aku lapar, ayooo… jangan buat aku menunggu.


“Oh maigaaaaaatt,” gumam Samuel terkejut melihat isi pesan Ares lagi. “Doi gila deh sama lu, Ar.”


“Tau ah.”


“Lu jangan mainin cewek napa.”


“Siapa yang mainin?” tanya Ares heran.


“Doi nunggu, kasihan banget ya.”


Dan tidak lama kemudian, suara ketukan pintu mengalihkan pandangan sisa penghuni kelas yang sedang istirahat. Ternyata di sana ada Laura dengan senyuman paling manis yang dibuatnya.


Dan hal itu juga dilihat Samuel, dia menggeleng. “Wah, cantik banget. Pantes lu canggung.”


“Hai, kau tidak membalas pesanku.”


“Ah maaf, temanku ini jempolnya terlalu besar, jadi bingung saat mengetik terus typo,” ucap Samuel mencoba membuat Ares berdiri.


“Mungkin lain kali aku akan menelponmu dari pada mengirim pesan.”


“Ide bagus,” ucap Samuel lagi. “Nikmati kebersamaan kalian.”


“Lu gak ikut?” tanya Ares.


“Enggak, masa ganggu yang mau pacaran.”


Laura terkekeh, dia kembali meraih tangan Ares untuk digenggamnya. “Ayo, aku sangat lapar. Kau membuatku menunggu sangat lama.”


🌹🌹🌹🌹🌹


 


 


TO BE CONTINUE