
🌹KASIH VOTEEE JANGAN LUPAAA YAAA GHAISSS🌹
🌹FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123🌹
Saat David kembali, seorang penjaga mendatanginya. Dan wajah seriusnya membuat David yakin sesuatu telah terjadi.
"Ada apa?"
"Ada seorang wanita yang di--"
"Jika bisa, selesaikan saja sendiri. Aku harus melakukan hal lain."
"Baik, Tuan," ucapnya membiarkan David masuk dengan membawa beberapa tumpuk pizza. "Sayang…., Aku pulang."
Mendengar suara tangisan Athena, membuat David berbelok sebentar ke kamar anaknya. "Sayang…., Ada apa?"
Pengasuh yang sedang mencoba menanangkan Athena itu pergi sesuai perintah David. "Sayang Thea…, ada apa?"
"Eum… Ales jahat."
"Dimana dia?"
"Sedang membeli makan Cat."
"Cat? Apa kita punya kucing?"
"Nama anjingnya adalah Cat, Daddy. Hiks…."
"Sudah jangan menangis," ucap David membawa putrinya ke dalam pelukan. "Ceritakan apa yang terjadi, kenapa Ares membuatmu menangis?"
"Dia mengejek," ucapnya dengan suara pelan.
"Mengejek apa?"
"Slime buatan Thea jelek."
"Hei, robot buatan Ares juga jelek," bisik David membuat Athena terkekeh dan berhenti menangis. "Tapi karena Thea tidak jahat, Thea tidak meledeknya bukan?"
"Ya," jawab putrinya dengan wajah lucu. "Belalti, Ales yang jahat?"
"Dia sedikit nakal. Nanti Daddy akan bicara dengannya, oke? Dimana Mommy?"
"Di kamal, Mommy tidak enak badan."
"Daddy akan menemui Mommy dulu, oke?"
Athena mengangguk.
"Sudah jangan menangis, sekarang berikan Daddy ciuman."
CUP.
Athena mengecup pipi David sebelum membiarkannya pergi.
David membawa kembali tumpukan pizza yang dia simpan sebelumnya di atas meja menuju kamar.
Di sana dia mendapati istrinya sedang berbaring. "Sayang, aku bawa pizza nya."
"Perutku tidak enak."
"Pizza?"
"Aku kenyang hanya melihatmu makan."
David menelan ludahnya kasar, dia paham apa yang akan dilakukan istrinya.
"Bisakah?" Tanya Lily yang perlahan menengok suaminya.
David menelan ludahnya kasar dan menangguk. Membuat Lily duduk untuk menghadap suaminya.
"Kau juga ingin memakannya, Sayang?"
"Aku ingin menyuapimu."
David menunduk menatap perutnya yang masih rata, dia khawatir akan sesuatu.
Namun, dia tidak bisa menolak ketika istrinya hendak menyuapinya. "Bilang aaaaaa….."
David diam sebentar, dia takut perut kotak kotaknya menghilang.
"Aaaaa…. Buka mulutmu, David."
Dan pada akhirnya, dia melakukan apa pun untuk istrinya.
🌹🌹🌹🌹
Malam hari tiba, dan David masih sibuk berolahraga di lantai dua. Berkeringat di malam hari demi membentuk kembali otot perutnya. Bukan olahraga bersama sang istri, melainkan olahraga sendirian.
Setelah cukup berkeringat, David menatap perutnya lalu menghitungnya. “Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.”
Kemudian raut wajah kecewa terlihat. “Kenapa hanya ada enam?”
Karena lelah, David memilih untuk mengakhirinya. Dia duduk sebentar dan mengecek ponselnya.
Sebastian akan menikah, jadi David harus mempersiapkan hadiah. Tapi dia bingung harus memberinya apa, Sebastian sudah tidak aneh dengan harta yang bergelimang. Mobil mewah, bahkan kapal pesiar dia miliki.
“Apa yang harus aku berikan?” tanya David pada dirinya sendiri.
Dan saat menuruni tangga untuk menuju kamar, David mendengar sesuatu dari kamar putrinya. Dia mencoba mengecek, dan ternyata di sana Athena terbangun.
“Thea?”
“Oh my goodness,” ucap Athena terkejut.
“Sayang, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa belum tidur?”
Athena diam.
Membuat David kembali mengatakan, “Ah, haruskan Daddy menyuruh pengasuhmu menginap lagi di sini?”
“No…”
“Kenapa kau terbangun?”
“Thea sedang membuat hadiah untuk Uncle Sebastian.”
“Hadiah apa?”
“Pelnikahannya.”
“Apa yang sedang kau buat, Sayang?”
“Slime,” ucap Athena malu malu, “Mommy bilang hadiah akan bagus jika belasal dali hati dan tangan.”
Dan saat itulah David terpikirkan sesuatu. “Boleh daddy ikut main?”
🌹🌹🌹🌹
To BE Continue