
🌹VOTE YHEEE GHAISS🌹
Lily mengerutkan kening mendapati David lebih banyak diam.
"Ada apa, David?"
Dan Lily tahu ada sesuatu yang salah, dapat dicirikan dengan David yang memeluknya kemudian mencium keningnya lama tanpa mengatakan apa pun.
"David… ada apa?"
"Kita tidurkan dulu anak anak oke?"
Lily mengangguk. Namun dia menahan tangan David saat suaminya hendah menjauh. Dia mengatakan, "Apa pun yang terjadi, aku akan selalu di sampingmu. Dan semuanya akan baik baik saja."
David tersenyum, dia suka saat mendapatkan kehangatan dan ketenangan dari istrinya. "Aku tahu, Sayang. Aku akan menidurkan Ares dulu."
Di sana Lily melihat David yang memasang wajah ceria begitu keluar pintu untuk menemui anak anaknya. Semua bebannya seolah hilang jika di depan anak anak, tapi itu hanyalah topeng semata. Lily takut David juga memasang topeng padanya.
Saat David menidurkan Ares, Lily mengurus Athena.
Anak perempuannya lebih mudah terlelap, dalam hitungan menit membacakan cerita, Athena sudah tidur. "Good night, bidadari kecil Mommy."
Lily mencium keningnya lalu keluar, dia menunggu David di kamar.
Rasa kantuk mulai menyerang, sampai David akhirnya datang. "Astaga, aku harus menggaji pengasuh lebih banyak. Ares membuat mereka pusing."
Lily terkekeh, dia merentangkan tangannya. "Kau ingin mengatakan sesuatu bukan?"
David mengangguk, dia menggenggam tangan istrinya sambil duduk berhadapan. "Sayang… aku mendapat kabar dari Oma, kalau ibuku meninggal."
Seketika wajah Lily pucat pasi. "A… apa? Kenapa? David, Oma tidak bercanda seperti dulu bukan?"
"Tidak, ini sungguhan. Dia….." Suara David tercekat. "Dia menggantung dirinya sendiri."
Saat itulah Lily memeluk suaminya seketika, dia berulang kali mencium puncak kepala David untuk memberi suaminya kekuatan.
"Aku harus ke sana mengurus pemakamannya. Adik adikku akan datang dari Amerika, aku menjadi yang tertua, jadi aku harus bisa menjelaskannya."
Lily mengangguk. "Kita akan pergi sekarang."
"Tidak kita." David melepaskan pelukannya. "Aku sendiri."
"Apa?"
"Tetaplah di sini, Sayang. Aku akan pergi dan mencari tahu yang sebenarnya. Jika urusanku selesai, aku akan menjemput kalian."
🌹🌹🌹
"Mom?"
Lily menengok saat putrinya keluar dari kamar sambil mengucek mata. "Sayang, kenapa kau keluar? Di mana Nanny?"
Athena enggan menjawab, dia merentangkan tangannya meminta digendong. Dan Lily melakukannya, dia mengangkat Athena dan mendudukannya di pangkuannya.
Ini sudah jam dua malam, dan Lily belum juga tidur. Tangan Lily mengusap kepala putrinya, sambil sesekali mencium kepalanya mencoba menidurkan kembali.
Kepergian David ke Indonesia membuat Lily sedih, apalagi mendengar kabar bahwa Dena meninggal. Tidak adanya persiapan pulang membuat David memutuskan pulang sendirian dahulu, dan dia akan menjemput kembali anak anak dan istrinya saat keadaan kondusif.
"Mom?"
Athena menggeleng, dia mengadah menatap manik mommy nya. "Dimana Daddy?"
Memang, David pergi setelah anak anak tidur. "Daddy pergi sebentar karena ada urusan, lusa dia kembali ke sini dan jalan jalan lagi."
"Dia akan ke sini lagi?"
"Tentu, kalian ada di sini. Jadi Daddy akan kembali."
Athena mengangguk paham, dia menyandarkan kepalanya di dada mommy nya lagi.
"Apa baby teljepit?"
"No, menyandarlah pada Mommy seperti ini," ucap Lily menahan Athena yang kembali bangun. "Tidur ya…. Besok kita akan bermain bersama."
Dirasa putri kecilnya sudah terlelap, Lily membawanya kembali ke kamar. Di mana di sana pengasuhnya terjaga. "Apa dia mencariku?"
"Iya, Nyonya. Maaf tidak bisa menahannya."
"Tidak apa," ucap Lily menidurkan Athena. "Tetap awasi dia."
"Baik, Nyonya."
Kaki Lily melangkag keluar dari kamar Athena setelah mencium kening putrinya. Kini berganti, dia melangkah menuju ke kamar Ares.
Pengasuhnya tidur nyenyak di karpet lembut dekat ranjang, yang mana membuat Lily pelan pelan datang hanya untuk mencium kening putranya. "Selamat tidur, Sayang."
Setelahnya, Lily kembali ke kamarnya. Di mana dia sendirian di sana menatap danau yang gelap gulita. Lily merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Ketakutannya yang lain, Lily merasa bersalah jika Dena meninggal karena keberadaannya di samping David.
Diam di kamar pun tidak membuat Lily memejamkan matanya, dia menatap kosong sambil mengusap perutnya yang mulai membuncit.
Sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki. Lily mengerutkan keningnya. "Athena? Ares? Kenapa kalian bangun? Kemarilah."
Kedua bocah itu mengucek matanya dan naik ke atas ranjang. Lily memberi isyarat pada para pengasuh untuk kembali istirahat.
Sementara dirinya memeluk kedua anaknya di sisi yang berbeda.
"Kenapa bangun?"
"Mommy tidak bisa tidul," ucap Athena. "Jadi Thea bangunkal Ales."
Ares yang setengah mengantuk itu mengangguk. "Don't worry, Mommy. Kau tidak sendirian."
"Yes," tambah Athena yang juga mulai memejamkan matanya. "Aku belsama Mommy."
"Kami akan menjaga Mommy."
Dalam lelapnya pun Athena mengangguk "Mommy tidul saja, jika ada BoogieMan bangulkan Ales."
🌹🌹🌹
TBC.