
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
"Aku harap Natal kali ini bisa berkumpul dengan Luke dan Sebastian. Akan menyenangkan jika mereka berada di sini bersama kita."
"Ya, Oma rasa tidak mungkin. Ada yang dikorbankan memang setelah memiliki keluarga. Oma sulit meminta Sebastian datang, mertuanya sakit sakitan, dia harus mengurusnya."
"Nana hamil bukan?" tanya Lily.
"Iya, Tuhan memberkatinya. Dia akhirnya mengandung."
"Sebastian pasti sangat senang."
"Dia sudah tua, tentu dia bahagia." Oma menjawab sambil memainkan ponselnya. Sampai dia menatap Lily yang sibuk melihat grafik keuangannya. "Oh ya, Lila."
"Ada apa, Oma?"
"Oma ingin pergi mendaki bersama komunitas Oma."
"Oma ikut komunitas mendaki?"
Oma tersenyum malu dan mengangguk. "Ya, Oma merada bosan. Lagipula ini memang khusus untuk manula seperti Oma. Lihatlah, Oma masih bugar."
Lily menatap Oma, memang benar Oma masih bugar. Hanya saja Lily khawatir.
"Jangan, oma. Aku khawatir, apalagi David."
"Maka dari itu bujuk dia ya, tolonglah Oma. Oma ingin ke sana dan menghirup udara bebas."
"Kita bisa berlibur bersama ke luar negara, haruskah kita mengunjungi Luke yang tinggal di pegunungan?"
"Bukan itu yang Oma mau, ayolah, ini tugasmu membujuk David. Lagipula kalian sudah lama tidak mengaduk adonan bukan?" tanya oma dengan wajah tengilnya. "Jangan khawatir, Oma yang akan mengambil alih anak anak."
🌹🌹🌹
Athena mengerutkan keningnya saat dia bersama teman teman sekelasnya melewati ruang konseling untuk kembali ke kelas setelah pertandingan olahraga.
Dari jendela, Athena melihat Ares yang sedang duduk di sana dengan gurunya yang sedang menasehati sambil menggenggam tangan Ares.
Dan Athena yang berhenti membuat gurunya sadar, dia kembali berbalik untuk menemui anak muridnya.
"Athena, ada apa?"
"Itu Ales?"
Gurunya menunduk melihat ke dalam.
"Sepertinya iya," ucap guru perempuannya itu.
"Apa dia sedang dimarahi?"
"Tidak semua yang berada di sana itu sedang dimarahi, ayo ke kelas. Ares sudah bersama dengan gurunya, Athena tidak ingin terpisah bukan?" tanya gurunya.
Sementara itu, Ares di dalam sedang dinasehati supaya tidak melakukan hal itu lagi.
"Paham maksud ibu guru bukan? Nanti kau jatuh, memanjat pohon tanpa pengawasan itu berbahaya."
"Dan mangganya?"
"Jika Ares mau, bilang saja pada penjaga sekolah. Nanti dia yang akan membawakannya. Oke?"
Ares mengangguk paham.
"Oke, ayo sekarang harus menjalankan kedisiplinan."
Ares mengangguk. Karena dia telah melanggar aturan pergi tanpa izin dan juga mencuri.
Guru di sana tidak akan langsung memberitahukan orangtua, namun jika itu terjadi lebih dari tiga kali. Maka orangtua wajib dilibatkan.
Hukuman yang Ares dapatkan adalah membersihkan halaman belakang sekolah dengan diawasi oleh wali kelasnya.
"Lakukan seperti ini," ucap pria tua itu membantu Ares menungumpulkan sampah.
"Terima kasih, apa Mommy dan Daddy akan diberi tahu?"
"Oh tidak, ini perbuatan Ares, jadi Ares yang harus bertanggung jawab. Namun jika Ares terus melakukannya berulang, maka Mommy dan Daddy Ares akan mendengarnya."
"Wah… tolong jangan beritahu, Ares akan bertanggung jawab atas apa yang diperbuat."
"Astaga, kau sangat pandai. Baiklah."
Setelah selesai membereskan halaman itu, wali kelasnya mengantarkan Ares ke kelasnya. Dimana di sana sedang belajar bahasa Inggris.
Di kelasnya hanya ada anak laki laki saja, itu membuat Ares bosan tidak bisa mengerjai siapa pun.
"Duduklah, Ares."
"Terima kasih," ucap Ares berjalan ke bagian bangku belakang.
"Bangku depan kosong, kau tidak ingin duduk di depan?" tanya guru wanita paruh baya gendut yang sedang mengajar itu.
"Tidak."
"Duduklah di depan, supaya bisa mendengar dengan jelas."
"Ibu guru terlalu cantik, jadi Ares sulit belajar."
Sontak saja kalimat itu membuat semua anak laki laki di kelasnya bersorak. Pun dengan wali kelasnya yang masih berada di sana, dia menatap guru baru yang mengajar.
"Dia memang seperti itu."
🌹🌹🌹
To Be Continue