
🌹VOTEEE YEEE GAISSHHHH🌹
"Mommy! Come! Look at my labbit!" Teriak Athena yang sedang bermain kelinci berasama pengasuhnya di luar.
Lily tersenyum dari dalam rumah. "Mommy akan menolong kakakmu dan Daddy dulu, nanti Mommy menyusul!"
Melihat Athena yang tertawa sambil berlarian mengejar kelinci membuat Lily tersenyum. Dia senang masa kecil anaknya begitu berwarna. Berbeda jauh dengan dirinya yang hanya diwarnai air mata.
Sejak adanya rumah ini, David memelihara kelinci dan burung supaya anak anaknya dekat dengan alam. Mereka dibuatkan kandang khusus di mana para kelinci itu akan masuk ke sana setiap akan tidur, sementara para burung membuat sarang sendiri.
Setiap akhir pekan akan ada perawat hewan yang mengecek kesehatan mereka. Lily menyerahkan semuanya pada Nina.
Setiap kelinci juga diberi kalung berlian sebagai identitas.
"Mommy!" Teriak Ares dari dalam kamar. "Mommy help me! Ha ha ha ha!"
Lily memutar bola mata malas. "Iam cooming!" Teriak Lily mendekat sambil membawa ramuan penghilang kutu.
Di sana dia melihat kedua pria tersayangnya sedang bergulat.
"Aha ha ha ha ha!"Â
Tawa saling bersahutan satu sama lainnya.
"Aha ha ha ha."
"Jangan berdekatan dulu, nanti kutunya akan berpindah pindah."
Ares yang kelelahan karena digelitik oleh Daddy nya itu terlihat lemas. "Mommy."
"Siapa dulu?"
"Me!" Ares mengangkat tangannya, dia duduk di hadapan mommy nya. "Daddy, can you help me?"
"Minta bantuan apa?" Tanya David.
"Ares haus, ingin es lemon."
"Astaga," gumam David menatap Ares. Selain Lily, kini ada juga anak anaknya yang suka memerintah.
"Ares tertawa karena Daddy! Ares mau minum."
"Give me kiss," ucap David pada pipinya.
Dan tanpa diduga, Ares malah menggigitnya.
"Aaaaa! Ares!"
"Daddy, iam a man, bagaimana bisa mencium Daddy, Ares sudah dewasa."
David menggeleng tidak percaya, dia menatap Lily. "Lihat, besar sedikit anak laki laki kita enggan diberi ciuman."
"Sayang…, Ares tidak bisa diam jika kau ada. Bisa tolong ambilkan minuman untuknya? Terima kasih."
"Anything for you, Darling."
Setelah David pergi, baru Lily memulai nasihatnya. Karena baginya waktu terbaik menasehati anak adalah berdua. Jika melibatkan David, akan kacau dengan ketengilannya.
"Gatal bukan?" Tanya Lily sambil mengoleskan obat di rambut Ares.
"Ya, gatal."
"Ini yang Thea rasakan saat kau memasukan kutu ke rambutnya, Sayang. Dia merasa saaanggaaat gatal karena kutunya berkembang biak."
Ares diam.
"Beruntung sekali Thea sangat baik, dia tidak pergi seperti pengasuh yang pernah kau jahili rambutnya dengan slime. Mommy tidak bisa membayangkan bagaimana jika Thea pergi, dia pasti menangis kedinginan di luar sana."
Hingga akhirnya bibir mungil Ares berkata, "Ares tidak akan melakukannya lagi."
"Kenapa? Bukankah itu seru?" Tanya Lily.
"Karena Ares tidak ingin Thea pergi. Ares hanya akan menjahili semua orang."
Lily terdiam sesaat. Saat dia akan mengatakan sesuatu lagi, David datang. "Apa yang kalian bicarakan? Ini untukmu, Sayang."
"Thanks, Daddy."
"Hei, itu untuk Mommy mu. Punya Ares yang ini."
Ares mengerucutkan bibirnya. "Daddy menyebalkan."
"Sudah selesai," ucap Lily. "Bermainlah sebentar, nanti Mommy mandikan."
"Oke, Mommy." Ares berdiri dengan botol minuman di tangannya.
Lily heran Ares masih di sana. "Ada apa, Sayang?"
"Perut Mommy…. Haruskah Ares meletuskannya? Daddy sudah pulang, so tidak perlu busung lapar."
🌹🌹🌹
"Aku akan memanggil mereka."
Lily mengangguk.
David keluar untuk memanggil anak anaknya yang sedang mengejar kejar kelinci. Ares tampak lucu dengan penutup kepala, dan lebih lucu lagi motifnya bunga bunga mengingat itu milik Lily.
"Hei, guys! Come here!" Panggil David.
"No!" Keduanya kompak bicara.
"Hei, ini perintah Mommy."
Jika itu bersangkutan dengan sang mommy, Ares dan Athena memilih berhenti.
"Come here."
Athena dan Ares memeluk David dan membiarkan Daddy nya itu menggendongnya. Mereka pun cekikikan saat David mengayun ayunkannya.
"Aha ha ha ha!"
Suara tawa jelas terdengar.
David membawa mereka ke dalam kamar, mendudukan mereka di hadapan Lily yang duduk di sana.
"Mommy memanggil?" Tanya Ares.
"Ya, ada yang harus Mommy katakan."
"Tell me," ucap Athena dengan menggemaskan.
Tidak tahan melihat duplikat wajahnya, Lily mendudukan Athena di pangkuannya. Sementara Ares duduk di pangkuan David.
"Tell me, Mommy."
"Oke, kalian tahu kenapa perut Mommy mengembang?"
Athena menggeleng, berbeda dengan Ares yang mengangguk. "Busung lapar."
"Hei, itu salah," ucap David. "Darimana kau mempelajari kata itu?"
"Dari sekolah, banyak anak di Afrika yang seperti itu."
"Noo….," Ucap Athena. "Mommy kemasukan angin."
"Oh dear, Mommy mengandung adik kalian."
"What?"
"Apa, Mommy?"
Kedua anaknya menatap heran. "Mommy hamil? Seperti Teacher Ris?" Tanya Ares.
"Ya, seperti Teacher Ris."
"But, Teacher Ris sering muntah, Mommy sering marah. Itu beda," gumam Ares.
"Mommy hanya kembung," tambah Athena.
David yang gemas mengatakan, "Hei, dalam perut ini ada calon adik kalian."
"Daddy."
"Ya, Ares?"
"Aku penasaran, jika orang hamil, bagaimana bayi masuk ke perut?"
David tidak bisa berkata kata.
"Yes, how Daddy?" Tanya Athena. "Apa Mommy memakan adik duwu?"
David panik, berbeda dengan Lily yang menjelaskan perlahan. "No, jadi.. saat Tuhan percaya pada manusia untuk menjadi seorang ibu, dia mengirim malaikat kecil dan menempatkannya di dalam perut sampai berkembang menjadi bayi dan akhirnya lahir."
"Lahil?" Tanya Athena.
"Keluar dari perut, jadilah bayi seperti yang kalian lihat di RS waktu itu."
Ares kembali berpikir. "But, Mommy…. Bagaimana cara bayinya keluar? Apa dia merangkak atau berlari?"
"Oh oh! Mommy muntah?"
"Perutnya dibelah?"
"Atau dengan julus tapak geni?"
🌹🌹🌹
TBC