
🌹VOTE DONG YA GHAISSSSS🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW JUGA IG NYA EMAK YA DI : @redlily!@123🌹
“Kenapa kau mengira Daddy akan cepat kadaluarsa?”
“Karena Daddy anak nakal.”
“Huh?”
“Tapi tidak apa, Daddy memang seharusnya menikmati sisa hidup. Apalagi sisa hidup Daddy tinggal beberapa langkah lagi.”
“Huh?”
“Daddy bermain bersama para Uncle, itu membuat masa kadaluarsa Daddy lebih cepat. Jadi aku hanya mempersiapkan diri.”
Kata kata itu terngiang ngiang di telinga David, kini dia sedang duduk di kamar sendirian. Begini respon keluarganya saat dia berbuat kekacauan, kenyataannya David lebih suka bentakan dan pukulan dari mereka bertiga.
Sambil menunggu istrinya, David memilih duduk di sofa, melihat kedua ranjang yang terpisah saja membuatnya mual. Dia ingin menendang ranjang itu.
Namun mengingat istrinya yang sedang mengandung, David tentu tidak ingin membuatnya kesal.
Saat Lily masuk, baru David berdiri.
“Ares tidak ingin tidur denganku tadi.”
“Jangan khawatir, sekarang dia sudah tidur,” ucap Lily yang duduk di meja rias untuk melakukan skincare malam.
David mendekat, dia duduk di meja samping meja rias istrinya.
Lily mengerutkan keningnya, dia menatap suaminya. “Ada apa?”
“Sayang, aku benar benar minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”
“Mengulangi apa?”
“Tindakan bodohku bersama teman teman, aku janji tidak akan melakukannya lagi.”
“Terakhir kali kau juga berkata seperti itu,” ucap Lily dengan santai, yang mana membuat hati David tertohok keras.
“Kali ini aku benar benar tidak akan melakukannya lagi.”
“Entahlah,” ucap Lily menghela napas. “Aku sering mendengar itu darimu, David, jadi aku hanya mempersiapkan diri.”
“Mempersiapkan diri dari apa? Jangan begitu,” ucap David merengek.
Yang mana membuat Lily segera mengakhiri skincarenya karena dia juga tidak ingin terpengaruh oleh David. Betul kata Oma, David sering melanggar, kini saatnya dia memberi pelajaran.
“Huh? Kau mau kemana, Sayang?”
“Tidur.”
“Kau hanya memakai serum.”
Lily menghela napas dalam. “Aku sedang ingin kedamaian dan tidur.”
“Kau akan tidur di sana?”
“Ya, di sini sendirian. Lambat laun aku akan seperti ini.”
“Sayang….,” rengek David, dia mendekat hendak duduk di ranjang milik istrinya.
Namun Lily mengangkat tangannya memberi isyarat agar suaminya tetap diam. “Istirahatlah, David. Aku juga lelah. Selamat malam.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Saat membuka mata, David mengerutkan kening tidak mendapati Lily di tempat tidurnya. Dia segera bergegas untuk melihat apakah istrinya ada di kamar mandi.
Namun, kaki David terhenti saat dia melihat walk in closet dimana di dalam sana sudah ada pakaian yang disiapkan istrinya.
Setidaknya dirinya tidak diacuhkan, dan itu membuat David tersenyum gembira.
Demi memperbaiki hati Lily, dia segera mandi dan bersiap.
Setelah selesai, David keluar dan bergabung bersama anak anak untuk sarapan.
“Good Morning anak anak Daddy,” ucapnya mencium puncak kepala anak anaknya secara bergantian.
“Good morning, Sayang.”
“Morning,” jawab Lily sambil mendorong David yang akan menciumnya. “Duduklah dan makan bersama anak anak.”
“Kau tidak makan?”
“Aku akan bersiap.”
“Bersiap kemana?” tanya David.
Namun saat itu Lily sudah melangkah jauh hingga meninggalkannya dengan anak anak, beserta beberapa pelayan yang sedang beres beres.
“Mommy akan pergi kemana?” tanya David pada anak anaknya yang lebih banyak diam.
“Entah,” jawan Ares.
“Kenapa kalian diam saja? Apa ada sesuatu yang mengganggu?” tanya David. “Kenapa?”
Karena tidak biasanya mereka diam.
“Tidak ada.”
Athena mengangguk. “Nothing,” ucapnya.Â
“Kami hanya tidak ingin Daddy terganggu.”
“yeaaa,” ucap Athena.
Dan sarapan hanya ada keheningan, David masih belum bisa membuat anak anaknya kembali aktif. Bagaimanapun dia mencoba menarik perhatian anak anak, tetap saja Ares dan Athena tidak bisa diajak bercanda.
Dan David terkejut saat melihat istrinya keluar dengan rapi.
“Sayang, kau mau kemana?”
“Oma mengajakku untuk melihat lokasi toko bunga kami.”
“Hah? Kenapa kau ke sana?”
Ares menggeleng sambil berdecak. “Daddy, kenapa kau tidak paham juga? Kau sudah setengah kadaluarsa. Tapi tidak apa, kami sudah siap.”
Athena mengangguk. “Yup, we ale leady.”
🌹🌹🌹🌹🌹
TBC