Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Sang anak



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹MAAAF TELAT UPDATE, EMAK GAK ENAK BADAN. KALIAN JAGA KESEHATAN YA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


Lily tidak bisa berhenti menangis di pelukan suaminya, membuat David mengeratkan pelukan. Dia tahu sang istri telah berduka dan kehilangan, membuatnya bahkan tidak ingin meninggalkannya walau pun sejenak.


“Maafkan aku….. hiks….. maafkan aku.”


David menggeleng, “Tidak, Sayang. Kau menjaganya dengan baik.”


“Aku membuatnya pergi, maafkan aku.”


“Tidak, kau telah menjaganya dengan sangat baik. Tuhan lebih menyayanginya, dia belum siap melepaskannya untuk kita.”


Lily menangis tersedu sedu. 


David tidak bisa menghentikannya, dia tahu rasa sakit itu. David juga ingin menangis, tapi dia harus kuat untuk sang istri supaya Lily memiliki tempat untuk bersandar. 


“Menangislah, Sayang. Menangislah sampai kau muak dan tidak ingin melakukannya lagi.”


Lily mengetatkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami, dia kembali terisak kuat. Ibu mana yang rela anaknya meninggalkannya, apalagi Lily menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian bayi yang sangat dinantikannya.


Dan Lily menangis sampai dia terlelap, membuat David menidurkannya. Dia tetap berada di sanna, menggenggam tangan sang istri dan menjaganya dalam tidur.


Sampai David mendengar suara dering telpon, itu dari Oma. David mengangkatnya di sana. Masih dengan tangan yang menggenggam sang istri.


“Hallo, Oma?”


“David, maafkan Oma.”


“Kenapa?”


“Ares mendengar percakapan Oma dan Eta, dia tahu kenapa anj🌹ngnya hilang.”


“Dia tahu apa yang terjadi dengan Lily?”


“Iya, tapi dia menyalahkan dirinya karena itu anj🌹ng peliharaannya. Maafkan Oma.”


“Bagaimana keadaan Ares sekarang?”


“Dia tertidur karena lelah menangis, dia ingin bertemu dengan Lily.”


“Tidak apa, ajak saja besok ke sini.”


“Besok dia harus sekolah.”


“Tidak baik membuatnya terus sedih, biarkan dia bertemu dengan mommy nya, tidak apa.”


“Baiklah, besok Oma ke sana. Bagaimana dengan Lily?”


“Dia terus menangis sampai kelelahan dan tertidur.”


“Cucu Oma yang malang,” ucap Oma dengan suara beratnya.


“Jaga kesehatanmu juga, kuatkan dirimu.”


“Oma juga.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Keesokan harinya, Ares dan Oma menuju ke rumah sakit dengan diantar Nina menggunakan mobil. Dalam perjalanan, Ares lebih banyak diam. Membuat Athena yang tidak tahu apa apa itu benar benar kebingungan.


Athena hanya mendengarkan apa yang dikatakan Oma kalau dia harus menerima dengan lapang dada dan menghibur Mommy mereka.


Berbeda dengan Ares yang terdiam sepanjang jalan.


“Ales kenapa?” 


Ares hanya diam, membuat Oma menggendong Athena. “Ares hanya lelah, Thea bersama Oma mainnya ya?”


“Iya, Oma.”


Dan saat mobil sampai, Oma tahu apa yang Ares inginkan. Yang mana membuat Oma mengajak Athena ke taman bermain dahulu.


“Tapi Thea ingin melihat Mommy, Oma. Tidak mau main.”


“Sebentar saja, Oma lelah ya.”


“Baiklah.”


Sementara Ares digendong oleh Nina menuju ke ruangan mommy nya. Sepanjang perjalanan, Ares memeluk Nina erat. Dia takut dan juga khawatir mommy nya akan kesal padanya.


“Tidak apa apa, Tuan Muda.”


Dan saat sampai di luar ruangan, Ares sedikit gusar.


Karena David menyadari keberadaan anaknya, dia keluar dari ruangan itu.


“Hallo, Sayang. Ayo temui Mommy.”


Saat Ares hendak digendong David, dia menggeleng. “Ares ingin menemui Mommy sendiri.”


“Baiklah,” ucap David membiarkan anaknya turun dan masuk.


Saat melangkah masuk, dari luar ruangan David melihat anaknya melangkah dengan kaki kecilnya dengan tangan yang bertautan menahan rasa takut.


“Mommy….,” ucap Ares dengan suara kecilnya. “Iam sorry.”


“Ares sayang, kemarilah,” ucap Lily yang masih belum paham apa apa, dia mencoba tersenyum.


“Iam sorry mommy,” ucap Ares dengan bibirnya yang bergelombang, dia menahan tangisan.


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE