
🌹VOTEEE YEE GAISSHH🌹
Ares menatap Oma dengan sedih, dia terus memegang kening nenek buyutnya. "Omaaaa," ucap Ares sedih.
Oma memegang tangan cucunya kemudian menciumnya. "Oma tidak apa, hanya kelelahan."
"Kelelahan mengurus aku dan Thea?'
"No, Honey. Kalian adalah kebahagiaan Oma. Tanpa kalian hidup Oma sangat sepi."
Ares tersenyum dipaksakan, keadaannya jauh berbeda dari keadaan Oma.
"Kemana Thea? Kenapa tidak ke sini?"
Tanpa menjawab apa pun, Ares berlari menuju kamar saudarinya. Di sana para pengasuh ada di luar kamar.
"Thea di dalam?"
"Iya, Tuan Muda. Nona tidak ing--"
Tidak mendengarkan, Ares masuk begitu saja. Yang mana langsung disambut oleh teriakan, "Dangan masuk!"
"What are you doing, Thea?"
"Ales?" Athena menghentikam suara isak tangisnya dan menatap Ares.Â
Ares duduk di samping saudarinya yang sedari tadi ternyata duduk di pojokan sambil menangis.
"Kenapa nangis?"
"Oma na sakit, Oma na tua."
"Because that?" Tanya Ares tidak percaya. "Menangis hanya membuatmu jelek."
"Dasal jahat," gumam Athena.
Ares menampahkan tangannya minta digenggam. "Lets go."
"Whele?" Tanya Athena yang masih cadil kebingungan.Â
"Buat bunga untuk Oma."
"Oke!" Athena tersenyum, merangkai bunga adalah hal kesukaannya.
Mereka berdua berlarian bersama sama, yang mana membuat para pengasuh di belakang sana kewalahan.
"Tuan! Nona! Tunggu! Hati hati jangan lari!"
Seperti itulah kalimat yang mengiringi setiap langkah anak kembar itu.
Sampai akhirnya berhenti di taman bunga tulip yang terawat di sana.
"Lets making a buket buat Oma," ucap Ares memulai menarik bunga tulip dari sana.
Para pengasuhnya sudah memperingatkan, tapi tidak ada yang bisa menghentikan Ares.
Mereka menyusunnya sedemikian rupa untuk diberikan pada Oma.Â
Tangan Athena yang satunya memegang bunga, dan yang lainnya memegang tangan Ares untuk berlari bersama.
Sampai di depan pintu kamar Oma, Athena berhenti. "Why? Come on."
"Oma mungkil sedang tidul, Ales."
"No, she's waiting for you," ucap Ares membuka pintunya. Dia membawa Athena masuk. "Oma?"
"Ah… cicit kesayangan, Oma. Kemarilah duduk bersama Oma."
"Thea ingin memberikan sesuatu," ucap Ares, dia mendorong pelan adiknya supaya melangkah lebih depan.
"Ada apa, Thea Sayang? Kau habis menangis?"
Athena adalah anak sensitive seperti mommy nya, tapi centil seperti daddy nya. Dia sedih melihat Oma nya sakit.
"Thea and Ales buat ini," ucapnya mengeluuarkan bunga dari balik punggung. "Untul Oma."
"Ah… terima ka…..," ucapan Oma terpotong saat sadar itu adalah bunga kesayangannya yang dia rawat. Bahkan kucing pun tidak boleh lewat, dan ini dicabut secara paksa oleh cicitnya.
"What happen, Oma?" Tanya Ares.
"Nothing, terima kasih banyak untuk bunganya. Kemarilah duduk, Ngkoh Chen kalian akan datang, kalian harus menyiapkan sesuatu untuknya."
🌹🌹🌹
"David, baru saja Eta menelpon kalau Oma sakit."
David yang melamun tidak mendengarkan perkataan istrinya. Membuat Lily mengulangi kalimatnya lagi. "David, Eta bilang Oma sakit."
"Huh? Dokter akan datang."
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Lily dengan nada suara halus, dia duduk di samping suaminya. Suara pelan Lily kembali terlantun, "Apa ada masalah?"
"Tidak, Sayang. Aku hanya sedang melamun."
"Jika kau melamun maka sesuatu terjadi. Ada apa?"
"Tidak, aku hanya pusing karena pekerjaan," jawabnya menarik Lily ke dalam pelukan. David mencium puncak kepala istrinya. "Apa ayahmu menelpon lagi?"
"Tidak, tapi aku yakin dia sudah sampai di Indonesia."
Saat menelpon, Tuan Chen sendiri yang berkata ingin dipanggil Ngkoh Chen oleh cucu cucunya yang memiliki makna tersendiri.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Lily belum puas dengan jawaban sebelumnya. Suaminya lebih banyak diam saat ini.
Belum sempat David bicara, terdengar suara mobil berhenti di halaman depan. Yang menandakan Holland datang setelah menjemput anak anak.
Lalu disusul dengan teriakan, "Daddy! Mommy!"
Lily menjauh dari rangkulan David untuk menyambut anak anaknya. Mereka berlari dan memeluk orangtuanya. "We miss you."
"We miss you too," balas David yang menggendong Athena. "Kenapa kau sedih, Sayang?"
"Oma na sakil."
"But, Oma bilang dia sudah membaik," ucap Ares suapaya adiknya tidak cemas. "Dont worry, Oma akan baik baik saja."
"Kita akan menengok Oma setelah Ngkoh Chen datang," ucap Lily.
"Why Ngkoh Chen balu datang cekalang, Mommy?"
"Karena rumahnya jauh, Sayang. Dia dari China."
"Belajal sampai China?" Tanya Athena dengan polosnya.
Membuat David gemas dan menciumnya berulang kali. "Dia tinggal di sana, Sayang."
"Kapan dia sampai?" Tanya Ares.
Membuat Lily mengangkat bahu. "Dia suka membuat kejutan, mungkin dia sudah sampai di sini sekarang."
Dan benar saja. Tidak lama kemudian terdengar suara bel dari pintu. David memberi perintah pada penjaga untuk mengizinkan tamu bermarga Chen untuk masuk, dan sepertinya itu dia.
"Nah, mungkin itu," ucap Lily membuat anak anaknya berlarian ke sana.
Lily bersama David tersenyum menyusul ke sana.Â
Dengan raut wajah bahagia, Lily membuka pintu menyambut kedatangan sang ayah.
"Ayah," ucap Lily dengan senyuman yang semakin lebar.
Berbeda dengan David yang pucat pasi melihat kepala Tuan Chen. "Kenapa kau botak?"
🌹🌹🌹
TBC.