Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Kedatangan Mantan



🌹Vote ya ghaisss biar seru.🌹


🌹Jangan lupa buat follow ig emak : @RedLily123🌹


Lily sampai di toko bunga yang kini menjadi miliknya dan Oma. Tentu saja ada karyawan di lantai bawah, sementara dirinya duduk manis di lantai dua dan mendiskusikan atau merencanakan apa yang akan dilakukannya ke depannya demi masa depan toko yang semakin baik.


“Selamat datang, Nyonya, Selamat pagi,” sapa seorang petugas kebersihan wanita yang sudah datang lebih awal.


“Selamat pagi, apa kau sudah sarapan?”


“Saya akan melakukannya saat pekerjaan ini selesai, Nyonya.”


“Aku membawa sandwich, makanlah.”


“Terima kasih banyak, Nyonya.”


Lily mengangguk, dia menyimpan sandwich yang dibawanya di atas meja. “Tolong bagikan juga jika yang lainnya datang.”


“Baik, Nyonya.”


“Apa bunga aster sudah tiba?”


“Sudah tiba pagi tadi, karyawan lain yang menerima. Saat ini mereka ada yang membeli alat alat yang habis.”


“Baiklah, suruh mereka ke atas jika sudah sarapan.”


“Baik, Nyonya.”


Lily naik ke lantai atas, dia berada di ruang kerjanya dan mulai membuka laptop. Dia sudah banyak belajar setelah menikah dengan David, mulai dari bahasa asing, computer bahkan segala sesuatu tentang bisnis. Tentu saja Oma yang mengajarkannya dan melibatkannya dengan semua itu.


Sambil menunggu yang lainnya, Lily juga sarapan di sana sambil melihat lihat bunga apa yang cocok untuk musim seperti saat ini. Apalagi hari besar kasih sayang akan tiba.


Saat sedang asyik melihat lihat, Lily tidak sadar Oma masuk.


“Lila.”


“Astaga, Oma! Oma mengagetkanku.”


“Mengagetkan bagaimana? Oma bahkan berbisik,” ucap Oma sinis. “Bagaimana David?”


“Baik, Oma sudah sarapan? Aku bawa sandwich.”


“Oma sedang kesal.”


“Apa yang membuat Oma kesal?” tanya Lily menghentikan aktivitasnya dan menatap Oma yang ada di kursinya. Ruangan mereka terbuka hingga mudah melihat satu sama lain. “Oma ada apa?”


“Tidak ada.” Kemdudian Oma menatap Eta. “Eta, tolong suruh Holland ke sini.”


“Oma ada apa? Kenapa melibatkan Holland?”


Sebenarnya Oma tahu tentang kedatangan Emma ke Indonesia dari Sebastian, tapi Oma juga tidak berani mengatakannya pada Lily. Oma masih belum bisa mengkategorikan kedatangan mantan David itu sebagai ancaman atau hanya iklan semata.


Apalagi Lily sedang mengandung, Oma ingat saat dulu Lily mengandung si kembar. Amarahnya tidak tertahan.


“Eum, mantan anak didik Oma yang sekaligus teman Holland memiliki usaha perikanan. Oma rasa bagus kita memakai kolam ikan untuk menyegarkan bunga, untuk memberi bukti kalau bunga bunga kita segar.”


Oma tidak berbohong, karena dia juga sudah merencanakan itu. Hanya saja kedatangan Emma yang masih dia pendam.


Setelah mendapat kabar itu, David lebih banyak termenung. Apa yang harus dilakukannya? apa lagi fakta lain menyebutkan kalau Emma tinggal tidak jauh dari tempat tinggalnya, masih dalam ruang lingkup satu kompleks.


Dan karena itulah dia meminta bantuan Sebastian untuk menyelidiki dan menanyakan apa yang diinginkannya.


Jika memang untuk bekerja, kenapa tempat tinggal harus bersebelahan? Meski jauh tapi masih dalam lingkup yang sama, dan itu menyebalkan untuk David.


Bahkan karena memikirkan Emma, David membatalkan semua pertemuan karena pemikirannya masih ambyar. Bagaimana tidak, Emma adalah wanita pertama yang membuat hidupnya terasa berguna dan bermakna.


Emma, seseorang yang datang dan memberinya kehidupan kemudian pergi begitu saja. hampir lima belas tahun mereka tidak bertemu, dan sekarang dipertemukan lagi. Cinta saat remaja, ketika David masih lugu dan tidak tau apa apa.


Saat itulah Holland datang dan memastikan majikannya baik baik saja. 


“Tuan?”


“Aku bilang batalkan semuanya.”


“Ini waktunya anda makan siang.”


“Aku malas,” ucap David yang memijat kepalanya.


“Nyonya Besar tau kedatangan Nona Emma, dia bertanya pada saya.”


“Lalu apa yang kau katakana?”


“Hanya yang saya tau.”


“Apa Lily tau?”


“Tidak.”


“Jangan beritahu dia, aku tidak ingin membuatnya khawatir.”


“Baik, Tuan.”


Dan saat itulah telpon yang terhubung dengan resepsionis bawah berbunyi, David yang diam membuat Holland mengangkatnya.


“Hallo?”


“Hallo, Tuan. Ada Tuan Sebastian bersama satu temannya datang.”


“Wanita bernama Emma?”


“Iya.”


Setelah mendengar itu, Holland menatap David.


“Ada apa, Holland?”


“Nona Emma ada di bawah bersama Tuan Sebastian.”


🌹🌹🌹🌹


TBC