Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
Terangkanlah



🌹VOTE🌹


Suara tepuk tangan riang dilontarkan oleh Eta saat selesai, sisusul oleh Lily yang tersenyum. Sedangkan David melangkah melewati Oma tanpa ekspresi.


"Tepuk tanganlah kau, bule tengik!"


"Oma…." David memegang kepalanya sambil duduk di sofa. "Oma kau membuatku frustasi."


"Apanya?!"


"Lihat tampilanmu, Oma.. Astaga, kau seperti…." David sulit menjelasknnya. Oma menggunakan jumpsuit berwarna neon dengan syal bulu dan jepit hello kitty. "Kau tidak seperti….."


"Diam kau!" Lalu Oma menatap Lily. "Bagaimana, Sayang? Kau suka kejutan Oma?"


Lily hanya mengangguk kikuk, apalagi saat para penari latar berjalan keluar karena tugas mereka sudah selesai.


"Bagus bukan?"


"Bagus, Oma."


"Katakan yang sebenarnya, Sayang."


"Lila mengatakan yang sebenarnya! Bukan begitu, Lila?"


"Iya, Oma."


"Oma.." David berdiri dan mengusap bahu Oma. "Terima kasih kejutannya, tapi kami harus istirahat dulu."


"Kejutannya tidak berhenti di sini," ucap Oma melepaskan tangan David. "Eta! Bawakan sisanya!"


"Baik, Nyonya Besar."


Eta membawakan kotak hadiah besar. "Berikan pada Lily."


"Baik, Nyonya Besar."


David yang melihat Lily kesulitan segera mengambil alih. "Oma, Lily sedang mengandung."


"Oh iya aku lupa. Buka lah."


Dengan semangat Lily membukanya, dan dia mendapatkan berbagai macam pakaian seksi yang begitu transparan.


"Oma!" David menatap tidak percaya.


"Apa?! Aku membantu kalian. Meskipun telah lahir anak, kemesraan diantara kalian tidak boleh padam. Apa kau ingin Lily tidak melihatmu lagi, apalagi kau sudah tua."


"Oma! David tidak tua."


"Teruslah merengek, kau tidak akan mengubah apa pun."


"Astaga."


Lily memasang senyum terbaiknya. "Terima kasih, Oma."


"Sama sama, Lila. Kau tambah bulat saja, besok Oma akan panggil Marylin untuk perawatan, bagaimana?"


"Tidak," ucap David yang menjawab. "Aku suka pipinya yang empuk."


"Jangan ikut campur, tengik. Kau pikir Oma tidak tahu apa yang ada dalam pikiran pria. Bilangnya suka apa adanya, tapi jika ketahuan selingkuh mereka akan berkata istrinya tidak merawat diri."


"David tidak begitu."


"Oh yaaaaaa?" Oma menatap mengejek.


Lily segera bergabung dalam pembicaraan. "Baik, Oma. Kita akan melakukannya."


"Nah, Lihat. Istrimu menginginkannya. Kau sangat tidak peka, padahal sudah tua."


"Bisakah Oma tidak sertakan umur dalam percakapan kita?"


"Baik, Nyonya Besar."


"Hati hati di jalan! Jangan berjoget jika ada pengamen!" Teriak David.


Membuat Oma menatapnya kesal. 


🌹🌹🌹


Keesokan harinya, sesuai janji Oma datang untuk melakukan perawatan bersama.


"David sudah bekerja lagi?"


"Iya, Oma."


"Jangan sedih, Oma menemanimu di sini."


Lily mengangguk tersenyum.


Sambil duduk di balkon, Oma meminum teh sedangkan Lily minum susu hangat untuk kehamilan.


Eta menyiapkan sarapan seperti biasa, mengingat David pergi sangat awal.


"Oma dengar kau akan pergi ke pesta pernikahan Radit?"


"Iya, Oma."


"Dia menikahi adiknya?"


"Bagaimana Oma tahu?"


"Oma tahu karena Oma menyelidiki latar belakangnya saat dia menjadi tetanggamu."


Lily diam masih penuh pertanyaan atas apa yang telah terjadi pada Radit. "Sudah jangan cemaskan dia, kau punya David."


"Bukan seperti itu, Oma.."


"Ya maksud Oma, mungkin saja orangtua mereka merawat Radit untuk menikahi putri mereka."


"Mungkin saja." Mencoba mengalihkan pembicaraan, Lily berkata, "Oma sangat keren semalam."


"Keren apanya, sebenarnya Oma ingin diiringi lagu dangdut, tapi Eta bilang anak muda suka korea."


Lily tersenyum melihat raut wajah Oma yang menahan kesal.


"Tapi Oma melakukan dengan hebat semalam."


"Oma tahu, Oma selalu hebat dan energic. Tidak ada yang bisa menandingi kebugaran Oma."


Kini Lily tahu darimana asal usul David selalu membanggakan diri sendiri.


"Oma itu bugar, Oma berjiwa muda. Hebat bukan?"


"Iya, Oma."


Melihat matahari mulai naik, Oma memanggil Eta untuk menanyakan sarapan. "Eta! Eta! Apa sudah siap? Eta?!"


Tidak adanya jawaban membuat Oma berkata, "Astaga, di mana wanita tua itu? Dia selalu saja begini, Eta terkadang tidak mendengarkan dengan baik, Eta……" Oma menghentikan ucapan saat dia menyadari Eta ada di sana.


Untuk menghindari sesuatu tidak terduga, Oma melanjutkan kalimatnya dengan, "Etaa terangkanlah tek tung teng tek tung teng…. Eta terangkanlah tek tung teng."


Oma terus menyanyikan itu sambil melangkah masuk menghindari Eta.


🌹🌹🌹


TBC