Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : David yang Manja



🌹Jangan lupa kasih vote yaa gaiss, biar emak tambah semangat.🌹


🌹Terus follow igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca, dan ingat bahwa emak sayang banget sama kalian.🌹


“Mommy, Daddy belum bangun.”


Lily menengok menatap putrinya yang menyentuh roknya. Membuat Lily tersenyum gemas, dia mencubit pipi Athena pelan dan penuh kasih sayang.


“Tidak apa, biar Mommy yang bangunkan. Kalian sarapan, panggil Ares.”


“Oke,” ucap Athena berlari menemui Ares. Beberapa hari terakhir ini tidak ada pengasuh untuk anak anak, hanya ada Nina yang membantu Lily menjaga mereka, bukan melayani anak anaknya.


Lily sengaja melakukannya supaya anak anaknya bisa mandiri dan tidak terus menerus mengandalkan para pengasuh. Lily berfikiran memperkerjakan lagi pengasuh lagi nanti jika dirinya melahirkan anak ketiga.


“Mommy!” teriak Athena dari kamarnya. “Mommy!”


“Iya, Thea? Kenapa?” teriak Lily yang sedang mencuci piring.


Nina tidak tahan, dia mendekat melihat majikannya sibuk. “Biar saya yang melakukannya, Nyonya.”


“Kau seharusnya tidak melakukan ini, ak⸻”


“Biar saya bantu, Nyonya,” ucap Nina sembari mematikan kran air.


Yang mana membuat Lily tersenyum dan meninggalkan pekerjaannya. Memang sudah beberapa bulan ini yang mengerjakan urusan rumah tangga adalah pelayan dan pengasuh. Hanya saja anak anak semakin menjadi jadi melakukan semau mereka dan tidak pernah bertanggung jawab jika ada kekacauan.


“Mommy!” teriak Athena lagi.


“Mommy datang,” ucap Lily mendekat.


Dan saat masuk ruangan permainan anak anak, Lily sangat terkejut. Apalagi dia melihat di sana ada tumpahan slime.


“Siapa yang melakukan ini?” tanya Lily mencoba tenang.


Sontak saja Athena menunjuk Ares. “Ales tidak mau membeleskan, Mommy.”


Lily menghela napas. “Ares, benar kau yang melakukannya?”


Ares mengangguk pelan. “Iam sorry, Mommy.”


“Permintaan maaf diterima, tapi kau harus membereskannya.”


“Tapi Thea yang mendorong Ares tadi.”


“Thea dolong kalena Ales tidak dengal.”


“Tapi kau mendorongku sampai jatuh.”


“Salah sendili tidak dengal.”


“Sudah,” ucap Lily menengahi. Dia duduk di kursi kecil menatap anak anaknya yang berdiam saja. “Thea, tidak seharusnya mendorong seseorang seperti itu. Dan Ares, seharusnya kau mendengarkan jika ada yang bicara. Oke?”


“Oke,” jawab keduanya secara bersamaan.


“Jadi, sekarang Ares yang membersihkan karpetnya, lalu Thea menjemurnya. Oke?”


“Segera lakukan, lalu sarapan.”


“Baik.”


Saat Lily keluar dan melewati kamarnya, dia melihat David yang terbaring di kamarnya dengan mulut terbuka. Lily menggeleng sambil mengusap perutnya. “Jangan, Baby, jangan.”


🌹🌹🌹🌹


“Sayang….,” panggil David saat istrinya bersiap hendak menuju toko bunga miliknya.


Sementara David tidak bisa pergi karena memang jadwalnya siang untuk bekerja, jadi dia bangun terlambat dan mendapati anak anaknya sudah berangkat ke sekolah. Ditambah lagi Lily akan pergi ke toko bunga. “Aku pikir kau tidak akan pergi ke toko, makannya aku meminta untuk rapatnya siang.”


Lily membalikan badan saat sedang memakai bedak. “Aku memberitahumu semalam, kau tidak mendengarkan.”


David mengerucutkan bibirnya. “Tinggalah di sini.”


“Tidak bisa, Oma akan datang siang, dan aka nada kiriman hari ini.”


“Suruh saja Nina.”


“Nina mengawasi anak anak.”


“Bagaimana dengan pegawai di sana?”


“Aku takut mereka ditipu oleh orang orang yang mengantar, ini pernah kejadian di toko sebelah.”


David mendudukan dirinya dengan bibir mengerucut. “Kalau begitu…., bagaimana dengan Holland?”


“Jangan coba coba membuat pria tua itu kewalahan, David.”


David bangun, dia menarik napasnya dalam. “Bilang pada supir pribadimu itu.”


“Bilang apa?”


“Kalau presiden sendiri yang akan mengantarkan ibu negara.”


Lily tertawa, dia menerima kecupan dari suaminya.


Sambil menunggu David yang berada di kamar mandi, Lily berdandan sambil bercermin dan bersenandung kecil.


Namun belum juga lima menit, David keluar dari kamar mandi. Membuat Lily bertanya, “Kenapa?”


David malah tertawa. “sayang….?”


“Iya?”


“Bisa tolong mandikan aku.”


“What? David aku sudah……,” ucapan Lily menggantung saat melihat mata bersinar milik suaminya.


Apalagi dia mengatakannya dengan suara lucu, “Mandikan aku.”


🌹🌹🌹🌹


To Be Continue