Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹


🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹


“Mommy dan Daddy akan ke Amerika sebentar, untuk menemani Oma sambil mengurus beberapa hal. Jaga baik baik adikmu ya. Dan jika butuh sesuatu, minta saja pada Samuel.”


“What the….,” ucapan Ares terhenti tatkala dia mendapatkan tatapan tajam dari sang Mommy. “Kenapa Samuel?”


“Dia temanmu ‘kan? Daddy tau dia bisa diandalkan, jadi Daddy memberinya upah untuk menjagamu.” David bicara sambil memakai jasnya.


“Eoohh, dia itu lelet, Dad. Lagipula aku bisa sendiri.”


“Jangan seperti itu,” ucap Lily dengan lembut, yang sontak membuat Ares bungkam. Mana bisa dia melawan bidadari kesayangannya. Jadi dia merentangkan tangannya dan memeluk sang Mommy. “Apa ini? nanti parfume Mommy menempel.”


“Hati hati dijalan ya, Mom. Jangan khawatirkan yang lain, adik adik akan aman bersama denganku.”


PLETAK! David melayangkan jitakan di kepala anaknya, membuat Ares mengaduh sambil melepaskan pelukannya. “Daddy ini kenapa?!”


“Pamitannya nanti, jangan lebay. Kau ini habis nonton apa semalam?”


“Film Gopi,” gumam Ares.


“Nah kan! Daddy bilang berhenti menonton serial india dan belajarlah dengan benar.”


“Hmm, aku menunggu di bawah untuk sarapan ya Daddy yang tampan dan Mommy yang cantik,” ucapnya kemudian berlari dari kamar kedua orangtuanya. Bagaimana Ares bisa berakhir di sana? Tentu saja kedua orangtuanya memanggilnya dan menugaskan untuk menjaga adik adiknya.


“Lihat anakmu itu, Sayang,” ucap David mengadu.


Lily tertawa. “Dia miripmu bukan? ayo turun dan sapa anak anak.”


Kedua manusia itu saling menautkan tangan, keluar kamarr dan menuruni tangga. Dimana Athena dan Alden sudah ada di sana, mereka memang peka jika kedua orangtuanya akan berangkat. Jadi tidak banyak berbuat ulah seperti bangun terlambat.


“Dimana saudaramu yang satunya?” tanya David.


“Ares? Dia tidak ke sini dari tadi.”


Membuat Lily panic. “Masa? Dia bilang akan turun. Alden, kau tidak mengurung saudaramu lagi di kamar mandi kan?”


“Tidak, Mom. Itu tidak berguna.”


“Tidak apa, Sayang. aku akan mencarinya,” ucap David seorang diri dan melangkah ke tempat yang dia tahu jika anaknya suka menghabiskan waktu di sana. 


“Ehehehehe, iya, aku akan menjemputmu. Tunggu sebentar ya, Caca cantikku.”


“…..”


“Pangeran kuda besimu akan segera datang. Jangan kemana mana,” ucap Ares kemudian mematikan telponnya. Saat membalikan badan…. “Astaga! Kaki Gajah!”


🌹🌹🌹🌹


“Ares punya pacar, aku harap dia tidak mempermainkan wanitanya.”


Kalimat itu terdengar jelas, sepertinya sang Daddy sengaja supaya semua orang mendengarnya. Modusnya saja berbisik. “Beri dia petuah, Sayang,” pintanya pada sang Mommy.


Sehingga Lily meninggalkan Ares dengan petuah, “Ingat setiap batasan, apalagi tentang hati. Jika berniat menyakitinya, bayangkan itu Mommy.”


Begitulah pesan Mommynya sebelum dia pergi menaiki mobil dengan Daddynya yang menatap dengan wajah mengejek. Sungguh Ares malas jika harus bertengkar dengan Daddynya.


“Aku berangkat, kalian diantar sopir dan pengasuh ‘kan?”


“Iya,” jawab Alden.


“Aku tidak, hanya supir!” teriak Athena tidak terima.


“Ck, yang benar saja. jika ada sesuatu juga pasti mengadu pada pengasuhmu.”


“Ares!” teriak Athena kesal.


Sementara Ares tertawa keras dan menaiki motornnya, berangkat lebih awal demi sang kekasih tersayang. Ares sudah mengurus Laura, jadi ddia hanya akan focus pada Cantika sekarang.


Seperti biasanya, dia membeli dulu roti dan susu kesukaan kekasihnya sebelum kembali mengendarai motor, dan berhenti di depan gerbang. Di halaman rumah sana, Ares melihat Cantika sedang menyuapi Mamanya yang ada di kursi roda.


Ares merapikan rambutnya, dia berdehem dan melangkah mendekat.


“Selamat pagi, Mama Mertua,” sapa Ares yang membuat Mamanya Cantika kaget.


“Eh? Anak siapa ini?”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE