
🌹Voteee dong emak biar semangat nih ghaisss🌹
🌹Jangan lupa buat follow ig emak di : @REDLILY123🌹
“Etaaaa!” panggil Oma pada penjaga sekaligus temannya itu. “Yuhuuu Etaaaa!”
Tidak adanya jawaban membuat Oma kesal. “Eta!”
Masih belum ada jawaban. “Astaga, kemana wanita itu?”
Oma keluar kamar, dia melihat pelayan yang lain kemudian menyuruhnya mendekat.
“Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?”
“Dimana Eta?”
“Bukankah anda menyuruhnya mengambil tumbukan di gudang?”
“Oh iya,” ucap Oma lupa, dia segera turun dengan lift dan menyusul Eta ke gudang yang ada di dekat dapur.
Dan saat Oma masuk, ruangan itu gelap.
“Eta! Terangkanlah!”
Eta yang ada di sisi lain kaget, dia menyorot seseorang yang baru datang itu dengan batre di tangannya.
“Eta! Keterangan!” teriaknya lagi.
“Astaga, Nyonya Besar. Maafkan saya, lampu di sini mati.”
“Kau sudah menemukan tumbukannya?”
“Sudah, Nyonya.”
“Ayo keluar, ada hal penting yang harus aku katakan.”
Buru buru Eta keluar, apalagi melihat wajah majikannya terlihat serius.
“Ada apa, Nyonya?”
Oma terkekeh. “Tolong cek uang dari David yang 2 millyar, apakah sudah masuk?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Dan pada akhirnya, Lily, David juga anak anaknya tidur bersama berjajar di kamar anak anak. Bukan di atas ranjang, mereka mengglar karpet bulu dan terlelap di sana.
Anak anak di tengah, David dekat dengan Ares dan Lily bersama dengan Athena.
Saat itu Ares sudah terlelap lebih dulu karena lelah bermain. Berbeda dengan Athena yang masih membuka matanya, membuat Lily masih memberikan perhatian kepada anak perempuannya itu.
“Belum tidur juga?” tanya David dengan mengangkat lehernya dan melihat putrinya yang memeluk sang istri, itu membuatnya iri. “Sayang?”
“Belum.”
“Kenapa Daddy ingin aku tidul?”
“Astaga,” gumam David kaget. “Tidak, Sayang. Daddy hanya khawatir kenapa kau belum tidur, apa kau merasa tidak enak badan?”
“Dia baik baik saja,” jawab Lily mengusap kepala putrinya.
“Apa Daddy ingin Thea sakit?”
“Sayang jangan seperti itu,” tegur Lily.
“Bukan itu maksud Daddy, Daddy hanya memastikan,” tambah David.
“Thea Sayang, kau menangis?”
Athena menyembunyikan wajahnya di dada sang mommy, membuat Lily tidak bisa memastikan. Tapi dia dengan jelas mendengar anaknya menangis. “Thea Sayang, kenapa kau menangis? Hei, lihat Mommy. Sayang, jangan seperti ini. Ada apa?”
“Dia menangis?” tanya David yang kembali menyangga kepalanya dengan tangan.
Tangannya yang lain mencoba mengusap punggung sang putri. “Athena Sayang, kenapa menangis? Bilang pada Daddy jika ada yang mengganggumu.”
“Hiks…. Hiks…. Hikss…”
“Athena, lihat Mommy,” ucap Lily dengan lembut sembari menciumi puncak kepala putrinya. “Athena…”
Sampai akhirnya Athena mau mengangkat pandangannya dan melihat sang mommy. Pipinya basah oleh air mata di sana.
“Ada apa?” tanya Lily mengusap pipi sang anak. “Katakan pada Mommy.”
Ditambah di belakang sana David terus mengusap punggung putrinya.
“Tell me,” bisik Lily.
Ragu ragu, Athena akhirnya berkata, “Apakah…. Hiks…. Jika nanti ada adik balu…. Mommy dan Daddy tidak tidul di sini lagi?”
Lily kaget. “Tentu kita bisa tidur bersama, apalagi nanti ada adik kalian. Pasti lebih seru.”
“Apa Mommy akan lebih sayang adik balu?”
“Of course no.”
“Teman teman Thea bilang begitu.”
“Begini…., jika Thea punya kelinci baru, apakah kelinci lama akan ditinggalkan?”
Athena menggeleng. “No,” jawabnya dengan suara kecil.
“Lalu apa yang Thea lakukan?”
“Thea akan menyuluh meleka belmain belsama.”
“Like that, karena apa?”
“Thea menyayangi keduanya.”
“Mommy juga sayang pada Thea, pada Ares, pada adik kalian nanti. Apakah Mommy terlihat kejam meninggalkan kalian? Mommy kejam kah?”
“No, Mommy. Yo’ale the best,” ucap Athena memeluk mommy nya erat.
“Mommy akan selalu menyayangi kalian.”
Di sana David tersenyum, betapa bangganya dia memiliki istri yang pengertian. Tidak perlu kaya, tidak perlu pintar, tapi ketulusan lah yang merubah segalanya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
 
To Be Continue