
🌹Kasih emak vote sebelum membaca ya anak anak yang paripurna.🌹
🌹Jangan lupa follow emak di @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca.🌹
🌹Emak sayang kalian.🌹
“Sayang,” bisik David sambil mengelus perut istrinya yang sedang menghidangkan makan malam. “Sayang?”
“kenapa?”
“kenapa Oma ke sini ya?”
“Memangnya kenapa?” tanya Lily membalikan badannya, dia menyuapi suaminya daging yang baru saja dia potong.Â
“Bagaimana rasanya?”
“Enak seperti biasanya.”
“Tentu saja.”
“Kita sedang membicarakan Oma.”
“Oke katakan.”
“Oma…. Sebelumnya dia bilang ingin memperluas cabang toko bunga kalian.”
“Benarkah?” tanya Lily terkejut. “Dia tidak mendiskusikannya denganku.”
“Itu dia, aku khawatir Oma datang karena butuh dana.”
Lily tertawa, dia melingkarkan tangannya di leher sang suami. Membuat perut keduanya saling beradu. “Dia Oma kita.”
David mengangguk. “Bukannya aku pelit.”
“Tapi?”
“Hanya saja di usianya ini, Oma seharusnya diam di rumah.”
Lily mengangguk setuju. “Tapi Oma lebih suka melakukan hal ini.”
“Kalian sedang membicarakan Oma?”
“Astaga!” teriak David kaget saat mendengar seseorang bicara dibelakangnya, David masih belum berbalik dan menatap istrinya. “Sejak kapan Ibu Naga ada di sana?”
“Cucu tengik!”
PLAK!
“Ah, pinggangku!” teriak David saat dipukul Oma. “Oma, bagaimana jika aku tidak bisa membuat adonan lagi?”
“Selalu saja adonan yang ada dalam pikiranmu. Lily! Pakai lagi celana dalam besi itu.”
David tertawa. “Aku sudah menghancurkannya tau.”
“Siapa bilang hanya ada satu? Oma membeli lagi untuk istrinya Sebastian, dan untuk berjaga jaga Oma juga membelikannya untuk Lila.”
“Oma!”
🌹🌹🌹🌹🌹
David tersenyum secara terpaksa melihat anak anaknya berlarian enggan tidur, itu membuat kepalanya terasa pusing. Apalagi ini sudah lewat malam dan anak anak belum juga tidur, semua ini ddidalangi oleh Oma.
“Oma,” panggil David.
“Oma,” panggil David lagi. “Oma.”
“Apa?” tanya Oma langsung menghilangkan raut wajah senyumnya saat menatap David. “Kau tidak sopan mengganggu tuan puteri.”
“Daddy, itu tidak sopan. Putli Diana sedang beltamu di lumah kita.”
David hanya tertawa. “Ini sudah malam, Oma.”
“Besok mereka libur bukan?”
“Yesssss!” teriak Ares yang sedang berkeliling sebagai ultramen.
David menatap kamarnya di mana istrinya berada di dalam sana. Jika saja dia pergi, tapi dirinya berperan sebagai asisten pribadi dari Athena.
“Daddy, duduk dengan tegak. Ada tuan putli di sini.”
David tidak punya pilihan, dia melakukan sesuai perintah putrinya. “Ini sudah malam, ayo akhiri.”
“Daddy,” ucap Ares menatap tajam. “Jangan membuat ultramen marah.”
David sudah tidak tahan, dia berteriak, “Lily Sayang!”
Dan mendengar ayahnya berteriak, membuat Ares dan Athena menghentikan permainan. Apalagi mendengar suara telapak kaki melangkah mendekat.
“Dasar anak nakal,” bisik Oma sambil mencubit tangan David. “Beri sedikit kebebasan pada anakmu, ini tidak terjadi tiap malam.”
“Oma aku mengantuk.”
Dan saat Lily datang, anak anaknya terdiam.
“Mommy,” ucap Ares. “Boleh kami bermain sebentar lagi? Besok libur.”
“Tidak baik tidur terlalu malam meskipun besok libur.”
Ares mengerucutkan bibirnya. “Hanya tiga puluh menit.”
“Oke.”
“Horeee!”
“Sayang,” rengek David.
Dan Lily malah focus pada semangka yang akan dia makan.
Tidak punya pilihan, David mendekat pada Oma dan berbisik, “Satu juta perjam.”
Oma menggeleng. “Tiga.”
“Satu setengah,” tawar David lagi.
“Dua setengah.”
“Oke deal.”
Oma tersenyum, dia melihat cicit cicitnya. “Nyonya rumah, asistenmu membuat pandanganku memburuk, bisa kita kirim dia ke penjara?”
Athena mengangguk. “Ultlamen! Kirim dia!”
“Siap laksanakan!”
🌹🌹🌹🌹
TBC