
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
Cantika melangkah menuju kamar mandi dimana dia bisa menemukan Athena dan juga Arin. Namun, dia tidak mendapati siapapun di sana, bahkan semua toiletnya kosong. “Wah, kemana mereka ini?” Tanya Cantika bingung.
Sampai akhirnya dia mendengar derap Langkah seseorang yang masuk, kemudian menutup kamar mandi dari dalam. Bahkan menguncinya.
“Laura? Kau mau apa?”
Laura berdehem, dia terdiam sejenak sambil menyilangkan tangannya di dada.Â
“Apa kau yang memanggilku kemari? Bukan Arin atau Athena?”
“Kau pintar,” ucap Laura dengan bibir tersungging. Dan mendekat pada Cantika, membuat perempuan itu mundur teratur.
“Apa yang akan kau lakukan?”
“Aku hanya, ingin memberimu selamat. Ini,” ucapnya memberikan sebuah lollipop dari dalam saku rok pendeknya.
Dimana Cantika terdiam seketika. “Huh?”
“Selamat atas hubunganmu dengan Ares, aku bersalah. Maaf,” ucapnya memaksa Cantika menerima lollipop itu.
Baru juga Cantika akan mengatakan sesuatu, seseorang lebih dulu mengetuk pintu kamar mandi. “Hei, siapa di dalam?! Aku ingin menggunakan toilet! Buka!”
Dan itu memberi Laura kesempatan untuk bergegas pergi dari kamar mandi. “Maaf,” ucapnya pada anak lain yang ingin menggunakan kamar mandi.
Laura berjalan menuju ke belakang kamar mandi, dimana ada seorang laki laki yang sebelumnya memergoki dirinya dengan rencana jahatnya. “Sudah aku lakukan.”
“Ck, jika aku mendapatimu lagi melakukan hal itu, aku akan membuat perhitungan denganmu.”
“Dan kenapa kau peduli padanya? Apa kau menyukainya?” tanya Laura tidak suka, dia mendapatkan tawa sinis dari lawan bicaranya, membuat lesung pipit itu terlihat jelas. Tampan. “Benarkan? Kau menyukainya?”
“Ya, aku memang menyukainya. Maka jangan macam macam denganku dan bersikap tenanglah jika berada di sekolah ini.”
Setelahnya pria itu melangkah pergi, membuat Laura mendengus kesal. “Kenapa semua orang menyukai gadis kampungan itu? Ares dan Galuh? Serius?” tanya dia sambil menghentakan kakinya. Rencananya buyar seketika.
🌹🌹🌹🌹🌹
“Cantika! Kau dari mana?!” teriak Athena yang mendapati Cantika berjalan di korodor. Dia mendekat. “Kau berhutang penjelasan padaku.”
“Um, Thea, aku bisa jelaskan semuanya.”
“Ya, kau harus menjelaskannya,” ucap Athena menggenggam pergelangan tangan Cantika dan membawanya pergi dari sana.
Lebih tepatnya ke kantin di belakang.
“Thea, kita akan segera masuk.”
“Tapi kau banyak berutang padaku,” ucap Athena memaksa Cantika duduk. “Bi, es lemon.”
“Siap, Neng.”
“Thea,” ucap Cantika yang merasa takut ditatap seperti itu oleh sahabatnya, Cantika merasa jika Athena tidak menyukainya karena dirinya bersama dengan Ares.
“Apanya?” Cantika balik bertanya.
“Kau dan Ares, kenapa?”
Saat itulah Cantika menunduk, menatap lollipop di tangannya. “Maaf, aku menyukainya.”
“Aku tau itu, tapi kenapa kau langsung menerimanya, Cantika? Harusnya kau membiarkan dia kelelahan terlebih dahulu.”
“Huh?”
Athena berdecak kesal. “Kau harusnya membiarkan dia berjuang mendapatkanmu, kenapa langsung menerimanya?”
“Dia tidak memberiku pilihan.”
“Ini es nya,” ucap ibu kantin memotong.
Membuat Athena tersenyum. “Terima kasih, Bi. Masuk bon Ares saja ya?”
“Siap, Neng.”
Kembali ke percakapannya dengan Cantika, disertai tatapan tajam. “Kau harusnya mengujinya, Cantika, biarkan berjuang untuk membuktikan padamu.”
“Tapi aku tidak tahan, Maaf.”
“Kau ini bagaimana sih, sehar—”
“Apa yang kalian lakukan di sini? Harusnya kalian berada di kelas,” ucap seseorang yang membuat Cantika dan Athena menoleh. Sang ketua osis mendekat. “Ayo masuk kelas, aku tidak ingin bertanggung jawab atas kesalahan kalian.”
“Ck, terlambat sesekali tidak apa,” ucap Athena malas. “Sana pergi.”
“Hari ini ada pemeriksaan dari pusat, Kembali ke kelas. Kalian harus menjadi contoh yang baik, ayo,” ucap Galuh menarik tangan kedua perempuan itu.
Tidak memberi kesempatan pada Athena ataupun Cantika untuk berbicara.Â
“Hei, lepaskan aku,” ucap Athena kesal.
“Galuh, kami akan ke kelas. Tolong lepaskan ini.” Cantika mengatakannya.
Tapi pria itu tetap membawa keduanya, sambil menggenggam pergelangan tangan Athena dan Cantika. Yang berada di kedua sisinya.
Sampai di belokan koridor, Galuh dihentikan oleh gerombolan siswa anak IPS yang memenuhi Lorong. Dan dengan Ares yang berada di tengah. “Lepaskan mereka,” ucapnya dengan tajam.
“Aku hanya akan membawa mereka ke kelas.”
“Aku bilang lepaskan adik dan calon istriku.”
Galuh mengerutkan keningnya, dan langsung melepaskan mereka berdua. Dimana Athena dan Cantika langsung berjalan ke arah Ares. Dengan Athena yang menarik lengan baju sang kakak. “Hentikan ini, Cantika akan malu, apa kau baru saja menonton film mahabaratha hingga membawa gerombolan kurawa seperti ini?” bisik Athena menahan kesal.
Yang mana membuat Ares terkekeh. “Keren bukan?”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE