
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYAAAA.🌹
🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK YA DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA KESAYANGAN EMAK.🌹
Cantika membaca pesan, dimana Ares memintanya untuk menemaninya berbelanja. Dan saat itu jam pulang sekolah, Cantika masih duduk di bangkunya sedang membaca pesan. Tanpa diketahui Cantika, Laura membaca pesan itu.
“Kau akan pulang bersama Ares?”
Cantika tergelonjak kaget dan membalikan badannya. “Kau membuatku kaget.”
“Kalian akan berbelanja kemana?”
“Ah, Ares akan membuat cookies untukmu. Tolong pura pura terkejut ya, mulutku memang mudah bocor.”
Laura tersenyum. “Baiklah, aku izinkan kau bersamanya, tapi jangan terlalu sering. Dia akan menjadi milikku.”
“Wah, kalian akan menjadi pasangan yang serasi. Ares tampan dank au cantik.”
“Tentu saja, namaku sesuai dengan wajahku. Bukankah begitu?”
Cantika mengangguk anggukann kepalanya. “Mamaku bilang mataku cantik, karena itu aku diberi nama Cantika.”
Laura berdecak pelan, dia berniat menyindir tapi Cantika tidak menyadarinya.
“Dan jangan terlalu dekat dengan Ares, dia hanya menyukaiku.”
“Ya aku tahu, tapi Ares sangat tampan, aku hanya penggemarnya lagipula,” ucap Cantika. “Dia baik, kau pasti akan merasa sangat beruntung jika sudah bersamanya nanti.”
Laura menyisipkan rambutnya ke belakang. “Belilah bahan yang berkualitas, jangan genit pada calon pacarku.”
“Huuuhhh aku iri,” gumam Cantika pelan saat Laura menjauh, tapi dia masih menampilkan wajah cerianya. Melihat wajah tampan Ares saja sudah keberuntungan untuknya, bahagianya sungguh sederhana.
Cantika keluar dari kelasnya, dan dikejutkan oleh Arin.
“DOR!”
“Huaaaa! Kau membuatku kaget!” teriak Cantika.
“Kau mau ke mall?”
“Bagaimana kau tahu?”
“Athena memberitahuku untuk tidak mengajakmu keluar karena kau akan pulang bersama Ares.”
Cantika mengangguk sebagai jawaban. “Thea kemana?”
“Sudah berangkat les. Aku ingin titip gliter.”
“Oke, warna apa?”
“Ares suka warna hitam, jadi kita pilih itu.”
“Apakah akan ada acara?”
“Kita akan disibukan dengan ujian akhir sekolah, jadi aku akan menurunkan tahta fansclub Ares pada adik kelas. Ini juga tahun terakhir fansclub Ares ada, aku tidak tahu dia akan kuliah dimana dan pergi kemana.”
Cantika ikut menghela napasnya. “Ya, ini tahun terakhir kita mengagumi ketampanannya.”
“Centini, aku menunggumu sejak tadi!” teriak Ares yang datang mendekat.
Cantika menatap Ares. “Wahh…., kau sangat tampan.”
Saat itulah Ares mengguyar rambutnya ke belakang dan rasa kesalnya hilang. “Hei, ayolah, aku tahu itu. Tidak usah memberitahuku.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Cantika menatap anak ayam yang sudah mati itu di tempat sampah, dia menahan tangisannya.
“Hei, ayolah, aku bisa membelikanmu anak ayam lainnya.”
“Tapi itu berbeda,” gumam Cantika.
Samuel yang ada di belakang Cantika itu terdiam. “Maafkan aku, salahnya karena buang taii di tanganku, jadi aku melemparnya seketika.”
“Lihat itu,” tunjuk Ares pada tembok. “Taii nya ikut terciprat saat Samuel melemparkannya, tega sekali bukan? Dia juga tidak membersihkan taii nya.”
Arin yanh juga ada di sana itu terdiam dan menatap kagum. “Entah kenapa kata kata menggelikan itu terdengar bagus saat Ares yang mengatakannya.”
Samuel menatap pacarnya seketika. “Hei, ayolah, Sayang. Aku pacarmu, bukan dia.”
“Tapi kau setuju bukan, Cantika?” tanya Arin.
Cantika mengangguk dalam kesedihannya.
“Pergi lu!”
Ares masih menatap Cantika yang menatap tempat sampah itu. Karena kesal, dia menutupnya sambil berkata, “Bersambung, kau bisa melihatnya lagi besok. Ayo pergi.”
Cantika mengikuti Ares dari belakang.
“Tunggu, kau tidak membawa celana?” tanya Ares.
Karena biasanya Cantika selalu memakai celana training jika menaiki motornya. Celana itu selalu ada di dalam tasnya karena Cantika pun tidak suka memakai rok pendek. “Tidak, semua celana training ku dicuci.”
“Oh astaga,” gumam Ares membuka jaketnya. “Pakai ini untuk menutupi pahamu.”
“Terima kasih.”
Dan kedunya membelah jalanan dengan motor sport gagah milik Ares.
🌹🌹🌹🌹
“Kenapa kita menepi dulu?” tanya Cantika saat mereka berhenti di sebuah tempat makan.
“Bukankah sudah jelas jika ke tempat makan akan makan?”
“Ah, kau lapar?”
“Kau tidak?”
Cantika menggeleng.
“Tapi kau harus makan, tubuhmu kering. Aku takut kau akan terbang jika naik motor bersamaku.”
Dan saat hendak masuk ke tempat makan, Ares melihat ada pengamen cilik di sana.
“Tunggu di sini.”
Sebelum mendekat, Ares membeli roti di warung kecil di sebelahnya dan memberikannya pada pengamen itu.
Sementara Cantika berdiri di depan restaurant melihat Ares. “Kenapa memberinya roti? Bukan uang?”
“Aku tidak terlalu mempercayai mereka, kadang ada bocah suruhan dimana nantinya uangnya harus disetorkan pada bos,” ucap Ares. “Ayo masuk.”
“Wah…., kau bukan hanya tampan, kau juga sangat baik.”
“Centini, Centini,” ucap Ares dengan bangga. “Pria ini memiliki semuanya, kau akan terpesona jika membuka semuanya.”
“Membuka? Kau akan telanjang?”
PLETAK!
Ares seketika menjitak kepala Cantika. “Aduhhh.”
“Pikiranmu itu bodoh.”
Kemudian keduanya duduk di kursi dekat jendela.
Seorang pelayan datang. “Ingin pesan apa, Kak?”
Cantika melihat menunya.
“Aku ingin pisang keju dan ice cream durian.”
“Kakak tampan ingin pesan apa?” tanya pelayan genit itu pada Ares.
“Aku ingin waffle dan sup tidak berasa.”
“Hah? Waffle dan?” tanya pelayan itu memastikan.
“Dan es batu cair.”
“Permisi?” tanya pelayan itu.
Cantika berdehem. “Maaf, dia pesan air putih.”
“Ah…, baik.”
🌹🌹🌹🌹
JANGAN NAKAL YA, ARES.
TO BE CONTINUE