
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA CERITA INI YA KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
Cantika masih berada di luar kota untuk pengobatan ibunya, dan dia melihat semuanya itu sia sia. Cantika tahu jika berada di Amerika adalah pilihan yang tepat untuk ibunya.
Diam diam saat yang lain sedang bercengkrama di rumah pamannya, Cantika keluar untuk menelpon papahnya.
Beberapa saat menunggu sampai pria di sana menjawabnya.
“Hallo, Papah?”
“Cantika Sayang? Ada apa, Nak? Kalian masih berada di rumah Paman? Bagaimana Mama?”
“Mama sedang bicara di dalam bersama dengan yang lain.”
“Bagaimana denganmu?”
Cantika duduk di atas rumput hijau. “Cantika sedang duduk di rumput sambil menatap kebun jeruk.”
“Wah, sepertinya menyenangkan, apakah ada yang mengganggu pikiranmu?”
Cantika diam beberapa saat sambil memainkan tangannya di rumput.
“Katakan saja, Sayang. Ada apa?”
“Bagaimana keadaan di sana, Papah? Apa memungkinkan untuk Mama kembali ke sana dan menjalani perawatan seperti biasanya.”
Papahnya terdiam di sana, terdengar helaan napas kemudian nada kalimat yang mencoba menenangkan. “Mama akan baik baik saja oke, pengobatan di sana masih dalam proses, Sayang.”
“Pah…..” air mata Cantika menetes. “Bawa Mama saja, aku tidak apa apa sekolah di sini.”
Keheningan kembali melanda beberapa saat.
“Cantika tahu Mama tidak ingin pergi tanpa Cantika, tapi……, Cantika tida bisa melihat Mama semakin sakit. Cantika baik baik saja jika di sini sendirian, lagipula Cantika memiliki banyak teman di sini, juga pria tampan itu juga sekolah di sana.”
“Ares?” tanya Papahnya sambil tertawa. “Dia di sana?”
“Dia di sana, dia sangat tampan, Pah. Aku bahkan menahan tangisanku jika melihatnya tersenyum.”
Papahnya tertawa di sana. Kemudian suasana kembali serius. “Mamamu tidak ingin meninggalkanmu di sana.”
“Tapi tidak apa meninggalkanku dengan pria tampan.”
“Tunggu sebentar lagi ya, ini akan segera berakhir. Dan Papah akan membawa kalian berdua kembali ke sini. Jangan khawatir, ini tidak akan lama. Papah janji.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Ar, lu oke?” tanya Samuel. “Lemes banget anjiir kayak yang udah tempur.”
Ares menendang kursi Samuel supaya menjauh darinya.
“Kangen ya lu sama Cantika? Udah dua hari kan gak sekolah?”
“Gue gak kangen sama dia ya, dia punya janji sama gue. Masa iya gue harus lepasin gitu aja.”
“Janji apaan?”
“Gak usah tau,” ucap Ares dengan kesal.
Sebenarnya itu janji kalau Cantika akan membantunya membuat cookies untuk Laura saat hari ulang tahunnya tiba. Dan Ares akan memintanya untuk mengantarnya ke mall untuk berbelanja.
“Lu galau, Ar. Lu sukanya sama siapa sih?”
“Sama Laura lah. Gue pasti bakalan bikin dia tekuk lutut di hadapan gue.”
Ares tertawa. “Kagak lah, masa gue sama temen gue sendiri, sama fans gue sendiri?”
“Kesell anjirrr, gurunya kayaknya gak bakalan dateng deh.”
“Bolos kuy,” ucap Ares.
“Mobik gue di dalem, Ar.”
“Naik grab ajalah, nanti ke sini kalau latihan basket,” ucap Ares.
“Lu enak motor lu diluar.”
“Kagak mau ikut gak papa, gue mau bolos,” ucap Ares membawa tasnya dan dengan santainya melewati lorong.
Jika ada guru yang melihatnya, Ares bersembunyi dengan lihai.
Sampai akhirnya dia mencapai benteng belakang, Ares melompat seperti biasanya.
Baru juga dia melangkah beberapa saat, terdengar suara melompat lagi.
“Nah kan ngikut juga lu,” ucap Ares pada segerombol temannya
“Lu mau kemana, Ar?”
“Mau ke warnet maen game.”
“Ngikut.”
“Emang lu pengikut gue kan?”
Ares menggunakan motor, sedangkan temannya yang lain naik taksi online.
Sesampainya di warnet besar, banyak orang berjajar duduk sedang memainkan game di sana.
“Ar, ada cash?”
“Ada, mau apa?”
“Pinjem dong, mau beli rokok.”
“Gue yang beli, lu kagak pernah balikin kembaliannya,” ucap Ares berjalan ke arah depan. Sementara teman temannya yang lain sudah mulai memainkan game di sana.
“Bang, saya mau beli ro⸻”
“Ares?”
“⸻Ti. Saya mau beli roti.”
“Ngapain kamu di sini?”
“Bapak sendiri kenapa di sini? Kenapa tidak di ruangan BK?”
“Warnet ini punya saya,” ucap pria tersebut.
Batin Ares menjerit, “Anjiirrrr, guru BK.”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA INI YA ANAK ANAK KESAYANGAN