Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA INI JUGA YA.🌹


Sisa waktu ketika membuat kue Ares habiskan dengan mendengar semua ocehan Cantika. Perempuan yang memiliki bibir cerewed itu menceritakan apa saja yang ada di dalam otaknya. Yang mana membuat Ares tersenyum


“Kau tahu? Aku merasa sedang mendengarkan radio.”


“Ya… aku tidak bisa mendengarkan radio beberapa menit, jalannya sangat jelek. Astaga, desa itu harus dibantu. Kau tahu? Listrik juga lumayan susah di sana. Aku hampir mabuk jika saja tidak melihat ada pria tampan di sana.”


Ares menegakan badannya saat sedang mencetak cookies. “Apa? Tampan? Setampan apa dia sampai bisa membuatmu tidak jadi mabuk?”


“Eum… lumayan tampan, tapi tidak setampan dirimu yang bisa membuat jantungku berdebar.”


Ares kembali memasang wajah normal. “Baguslah, sekarang kuenya sudah matang.”


Cantika bertepuk tangan melihat hasil kue buatan Ares yang begitu cantik. “Waahhhh, kau hebat.”


“Lihat, tidak ada yang tidak bisa aku lakukan bukan?” tanya Ares menyibakan rambutnya ke belakang. “Ingin menemui Oma?”


Cantika mengangguk.


“Pilih kuenya, masukan ke dalam keranjang itu.”


“Wahhhh….,” ucap Cantika terpana. Cookies itu sebesar kepala bayi dan sangat menakjubkan dengan taburan chocoo chips. Membuat Cantika menelan ludahnya kasar. “Aku ingin satu.”


“Aku sudah menyiapkannya, ini milikmu,” ucap Ares memberikan keranjang lain yang sudah diisi cookies besar itu.


“Waaaaa…., terima kasih. Tidurku akan nyenyak malam ini.”


Ares hanya tertawa mendengarnya, dia mengantar Cantika menuju ke rumah Oma.


“Apa Oma ada di dalam?” tanya Ares pada Eta.


“Ada, Tuan Muda. Beliau baru saja makan siang.”


Ares segera masuk. “Omaaa…, ada anak hilang ingin menemuimu.”


Cantika hanya tertawa, dan saat melihat Oma. “Omaaaa….., aku merindukanmu.”


Oma terdiam saat dipeluk perempuan mungil itu. “Tunggu, kenapa kau tidak asing?”


“Aku Cantika, temannya Thea saat masih kanak kanak.”


“Ah…. Yang dulu menyukai Ares?”


Ares berdecak. “Saat inipun dia masih menyukaiku, Oma.”


Dan Cantika tersenyum dengan anggukannya. “Aku merindukan Omaaaaaaa….”


🌹🌹🌹🌹


“Jangan lupa makan kue itu dengan susu.”


Cantika menatap Ares. “Kenapa harus bersama susu?”


“Supaya kau tumbuh. Kue itu akan mengendap di perutmu, jika tidak disiram susu maka kau akan gemuk.”


“Bukan begitu cara kerjanya.”


“Oke, good bye Ares.”


“Yang?”


“Yang tampan,” ucap Cantika memasuki gerbang ke dalam rumah.


Yang mana membuat Ares menyibakan rambutnya secara khas kemudian pergi dari sana. Kembali ke rumahnya, Ares menatap keranjang yang sudah disiapkan. Bahkan ada nama Laura di sana yang terbuat dari pita yang dibuatkan oleh Cantika.


“Haruskah aku memberikannya?” tanya Ares yang bingung.


Dia merasa sekarang ini wanita bernama Laura itu tidak penting.


“Ya sudah terlanjur, aku berikan saja,” ucap Ares kemudian menyimpannya di lemari atas untuk dia bawa besok.


Kemudian sebuah notifikasi masuk, itu pesan dari Oma.


Oma : Oma ingin kuenya lagi, masih ada?


Me : Ada, Ares akan suruh pelayan ke sana.


Oma : Oke.


“Tolong berikan ini pada Oma.”


“Baik, Tuan Muda.”


Kemudian Ares merebahkan dirinya di sofa, dia diam menimang apa yang ingin dia makan saat ini.


Saat sedang berfikir, ada suara seseorang masuk, itu Alden membawa pohon kecil di tangannya.


“Apa itu?”


“Ini pohon, apa Kakak buta?”


“Oh astaga,” gumam Ares kemudian menatap Daddy nya yang baru pulang. “Dad, aku ingin makan seblak. Tolong buatkan.”


“Tidak bisa, Mommy bilang jangan terlalu sering makan seblak.”


Dan saat itulah Athena pulang dengan riangnya.


“Habis dari mana?” tanya Ares.


“Makan seblak bersama Mommy,” ucap Athena dengan girang.


“Tuh kan…. Daddy dengar?”


🌹🌹🌹🌹🌹


 


 


TO BE CONTINUE