Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Centini



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Follow igeh emak ya di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian. Maaf telat ya, emak lagi kurang sehat kemarin kemarin. Kalian tetap jaga kondisi ya, jangan lupa banyak minum air putih.🌹


🌹Stay sehat anak anak kesayangan emak. I Love You.🌹


Lily terbatuk saat mendengar kalau Luke akan menikah dari Oma. Mata Lily membulat meminta penjelasan lebih. “Oma serius?”


Oma mengangguk dengan malas, dia juga bingung dengan masa depan cucunya yang satu itu. Di sini dia masih harus memastikan David dan Sebastian mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Terlepas dari hal itu, Oma juga tidak selincah dulu. Jadi dia juga kemungkinan tidak bisa datang ke pernikahan Luke nantinya.


“Oma juga mencemaskan hal itu. Kau kenal Medina?”


“Kami hanya bertemu sekali waktu itu, sebelum Luke pergi ke Swiss.”


“Dia tidak terlihat baik bukan?”


Ragu ragu, Lily mengangguk. Dia juga kemungkinan tidak bisa pergi ke pernikahannya Luke mengingat kandungannya yang membesar dan dirinya sedang malas pergi kemana mana.


“Bagaimana dengan rumahnya yang di sini?”


“Dijual, pembantu Medina saja sudah kembali ke Swiss menyusulnya. Kemungkinan kita bertemu dengannya lagi sangatlah kecil.”


“Astaga, Luke adalah pria yang baik.”


“Jangan katakana itu di depan David,” ucap Oma yang membuat Lily segera mengangguk paham.


“Aku hanya merasa…. Medina….”


“Itu semua karena Kakeknya si Luke itu, dia tidak sangat menyukai Medina. Aku heran kenapa tidak dia saja yang menikah dengan Medina?”


“Kudengar dia sakit, Oma.”


“Itulah yang mendorong Luke harus menikah dengannya,” decak Oma kesal, dia mengelus dadanya pelan. 


“Kapan pernikahannya berlangsung, Oma?”


“Entah, beberapa minggu lagi. Mungkin David akan pergi bersama Sebastian, aku akan memberi mereka misi.”


“Sebastian belum pulang bukan? Aku rasa dia belum tahu.”


Oma menggeleng sambil tersenyum, biasanya cucu cucunya selalu mendapat informasi lebih awal. “Anak laki laki selalu tahu apa pun, bahkan uang recehan di lemari Oma.”


Saat mereka sedang asyik berbincang, tiba tiba saja mobil yang biasa membawa anak anak itu melewati rumah Oma menuju rumah Lily yang ada di sampingnya. Membuat Lily mengerutkan kening, “Kenapa mereka sudah pulang?”


🌹🌹🌹🌹🌹


Lily yang sedang membuat susu itu tersenyum melihat Athena bermain dengan anak perempuan bernama Cantika yang merupakan teman sekelasnya.


“Jadi kalian pulang lebih awal?” tanya Lily pada Nina yang menunggu di sampingnya.


“Iya, Nyonya. Karena orangtua Cantika masih berada di luar kota, jadi Nona Athena mengajaknya datang.”


“Apa tidak ada sopir atau pengasuh yang menjemputnya?”


“Kebetulan pengasuhnya pulang saat jam kerja karena ada urusan. Jadi Cantika menunggu jemputan di sekolah bersama gurunya.”


Lily mengangguk paham. “Tapi orangtuanya sudah dihubungi kan agar dijemput ke sini?”


Nina mengangguk. “Saya tidak ingin menjadi criminal.”


Lily tertawa, dia menyerahkan baki berisi susu itu pada Nina. “Tolong berikan ini pada mereka.”


“Baik, Nyonya.”


Sadar tidak ada keberadaan Ares, Lily mengalihkan pandangannya mencari anak laki lakinya yang tadi terlihat kesal. Saat keluar rumah, Lily mendapati Ares yang sedang bersama Oma di halaman belakang.


Halaman belakang rumah baru Oma dan rumah Lily terhubung, sehingga bisa dengan mudah pergi.


“Ares Sayang kenapa kau tidak ikut bermain bersama temannya Athena?”


“Aku malas.”


“Kenapa malas?” tanya Lily.


Oma tersenyum sinis. “Dia bilang Centini menyukainya.”


“Oma, namanya Cantika,” ucap Lily.


“Ares bilang namanya Centini.”


“Maksudku Cantika, Oma. Kenapa Oma tidak paham?”


“Mana bisa Oma paham jika kau bilang Centini? Astaga anak siapa ini?”


🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf pendek ya, Emak masih pusing ehehehe. Kalian mohon jaga kesehatan, banyakin minum air putih ya, olahraga juga yang teratur meski di rumah aja. I Love You.