Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Ares yang kurang paham



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹


David dan Oma kini sedang berbicara satu sama lain setelah makan malam. Oma ingat bagaimana Ares mengatakan padanya kalau David mengira Oma menangis karena ingin mendaki.


Jadi, Oma akan memanfaatkan moment supaya dia bisa bebas pergi ke mana pun.


"Oma paham 'kan?"


Oma mengangguk.


"Aku hanya khawatir dengan Oma."


"Oma hanya ingin keluar, berjalan jalan sebelum Oma mati."


"Bisakah kita tidak membicarakan hal itu?"


Oma terdiam, diam diam dia melirik mata David yang sendu. Ada senyuman licik di sana, Oma senang jika David menuju satu langkah mengizinkannya keluar.


"Baiklah, Oma akan mengizinkan pengawal juga menemani Oma. Bagaimana?"


"Baik, tapi jangan lama lama. Berapa hari Oma akan pergi? Lagipula Lily tidak ada temannya di toko bukan?"


"Jangan khawatir, ada banyak asisten di sana. Oma pergi mungkin hanya satu mingguan."


"Itu terlalu lama."


"Baiklah, lima hari."


"Tiga hari."


"Oke, dibayar kontan."


David mengerutkan keningnya. "Apa?"


"Jangan potong uang jajan Oma dengan jasa perlindungan itu ya."


David berdecak. "Baiklah, besok kita harus ke rumah Sebastian dulu. Dia akan pindah."


"Astaga, cucu cucu bodoh Oma sekarang sudah dewasa."


David terdiam, karena dia tidak merada bodoh jadi dia tidak melakukan pembelaan.


"Luke dengan masalahnya, Sebastian pun demikian. Oma merindukan mereka."


"Luke sedang berjuang supaya Rara mendapatkan tempat di keluarganya."


Oma menggeleng, kini jiwa ibu ibu bergosipnya keluar. "Rara kehilangan ingatannya, dan Luke menikahi orang lain. Rara menjadi simpanan."


David mengangguk anggukan kepala. "Bagaimana jika Rara ingat dan mengetahui fakta Luke bukanlah pasangannya? Melainkan dia sudah menikahi wanita lain."


"Oma pikir dia akan melarikan diri dengan bayinya."


"Yang aku heran bagaimana dia bisa memperkosa Rara, untung saja yang dia perkosa itu wanita cantik. Kalau tidak?"


"Astaga, pikiran bodohmu," gumam Oma. "Sana pulang, anak dan istrimu menunggu."


David menggeleng, dia malah merebahkan kepalanya di pangkuan Oma.


Membuat Oma mengusapnya pelan di sana. "Oma juga merindukan… jatah bulanan Oma."


🌹🌹🌹


Lily sedang merapikan baju kedua anaknya sebelum berangkat ke sekolah. 


"Nanti pulang cepat, oke? Kita akan ke rumah Uncle Sebastian dan Aunty Nana."


"Mereka benar akan pindah, Mom?"


"Iya, ke Amerika."


"Amelika? Nanti tidak bisa beltemu lagi dengan Thea dong?"


Lily tersenyum, "Tentu bisa, kita akan mengunjunginya nanti."


Ares menghela napasnya dalam.


"Kenapa? Kau sedih, Sayang?"


"Tentu saja, nanti siapa yang akan membelikan Ares ice cream sepulang sekolah?"


"Sepulang sekolah? Oh, itu alasanmu terlambat?"


"Ahahaha, kau ketahuan dasal anak nakal."


Ketika mereka bertiga sedang bicara, terdengar panggilan dari luar yaknu David. "Sayang, aku harus berangkat lebih cepat."


"Baiklah, kita akan membicarakannya nanti oke?"


"Hah, Mommy akan memakanmu hidup hidup, Ales."


"Thea, jangan menggoda saudaramu."


"Tapi itu menyenangkan."


Lily yang gemas mencium keduanya satu per satu. "Cek buku kalian, Mommy akan menyiapkan bekal."


"Oke."


Kini Ares dan Athena memiliki kamar sendiri mengingat Ares sering menggunakan barang adiknya untuk membuat sesuatu.


Ares memeriksa bukunya di kamar, dan dia tersadar akan sesuatu. "Dimana buku bahasa Inggrisku? Ah, Thea meminjamnya bukan?"


Saat Athena keluar kamar, Ares bertanya, "Dimana buku bahasa Inggrisku?"


"Itu milikmu, kenapa kau beltanya padaku."


"Kau meminjamnya."


"Ah….," ucap Athena ingat, dia sambil memakai sepatu. "Kamal, di kamal."


Athena berucap sambil berlari keluar rumah, yang mana membuat Ares menarik napas dalam. "Kamal? Aku harus mencari orang bernama Kamal di kelasnya? Oh ini menyebalkan."


🌹🌹🌹


To be continue