
🌹jangan lupa vote emak ya🌹
🌹igeh : @redlily123🌹
🌹emak sayang kalian, selamat membaca.🌹
"Mommy wake up!" Teriak Ares membangunkan mommy nya yang sudah terlelap. "Mommy!"
Seketika Lily membuka matanya dan membalikan badannya menatap Ares yang berada di sana. "Ares Sayang, kenapa kau belum tidur?"
"Mommy apa Mommy tau?"
"Hah?" Tanya Lily yang masih setengah sadar.
Saat Lily sedang mendudukan dirinya, David datang ke kamar dan langsung berucap, "Jangan mempercayainya, Sayang. Ares hanya mendengar sebagian saja. Maksudku bukan aku yang akan menikah lagi tapi pamannya Sebastian."
"Mommy! Daddy tadi sedang berdiskusi dengan Uncle Sebastian. Daddy akan menikah lagi!"
"Tidak, Sayang! Itu tidak benar! Ares hanya mendengar sebagian."
"Daddy berencana mengkhianatimu, Mommy."
"Tidak benar, Sayang. Hatiku hanya untukmu."
"Daddy akan menikah lagi."
"Ares diamlah."
"Aaaaaa! Daddy jangan tarik Ares!"
Kalimat mereka saling tumpang tindih hingga Lily tidak bisa fokus, tapi dia mendengar jelas apa yang dimaskud oleh David dan Ares.
"Diammmm!" Teriak Lily yang mana membuat kedua pria itu terdiam.
Keduanya menatap Lily dengan wajah penuh ketakutan.
"Mommy…… Daddy akan menikah lagi," ucap Ares dengan suara pelannya.
"Tidak, Sayang. Kami sedang membicarakan paman dari Sebastian. Bukan aku, Ares hanya mendengar sebagian."
Lily tidak ingin mendengar keributan, jadi dia berdiri.
"Mommy mau kemana?"
"Sayang mau kemana?"
Mereka bertanya secara bersamaan.
"Tolong berdamai dulu, Mommy akan tidur bersama Athena," ucap Lily keluar kamar sambil menutup pintu.
Ares berlari hendak menyusul, tapi ternyata pintunya dikunci.
"Mommy? Kenapa dikunci?!"
"Ada makanan di sana, tolong jangan bertengkar. Besok pagi keluarlah dengan wajah yang ceria. Oke?"
Ares mengerucutkan bibirnya. "Tapi Ares mau tidur bersama Mommy."
Dan tidak ada jawaban dari Lily, menandakan kalau dia telah pergi ke kamar Athena.
Ares perlahan membalikan badannya menatap David yang ada di sana, berdiri sambil melipat tangannya di dada. "Anak nakal."
"Ares tidak nakal, Ares hanya sedang dalam proses melindungi Mommy."
"Itu bagus, tapi kau perlu mendengar lebih jelas lagi, Ares."
Ares dengan kaki kecilnya naik ke atas kasur dan tidur membelakangi David.
Kira kira satu menit berlalu sampai akhirnya Ares berkata, "Tolong usap punggung mungil nan rapuh juga bayi milik Ares."
David tertawa dan naik ke atas kasur. "Anak nakal, ayo tidur sekarang."
🌹🌹🌹
"Kenapa Mommy di sini?"
"Hai, Sayang. Good morning. Semalam Mommy tidur di sini."
"Leally?" Tanya Athena tidak percaya. "Kenapa tidak membangunkan, Thea?"
"Untuk apa?"
"Agal Thea tau kalau Mommy di sini."
"Tidak apa, nanti malam kita tidur bersama lagi ya."
"Dimana Ales?"
"Dikamar Mommy, dia tidur bersama Daddy. Dudukkan dirimu ayo."
Athena menurut.
"Setelah lima menit, pergi ke kamar mandi ya. Mandi dan bersiap ke sekolah. Mommy akan bangunkan Ares."
"Oke, Mommy."
Lily melangkah menuju ke kamar, dia hendak membuka pintu setelah kunci dia buka. Namun, dia tidak bisa membukanya. Sepertinya slot dari dalam diaktifkan hingga terkunci.
"David?! Ares?! Bangun."
Tok.
Tok.
Tok.
Tidak ada jawaban di sana.
"David?!"
"Hm….."
"Bangun."
Tidak ada jawaban lagi.
"Buka pintunya!"
"Kami bangun," ucap David dari dalam sana. Tapi pintu tetap tertutup.
Yang mana membuat Lily membiarkannya sesaat.
"Mommy?!" Teriak Athena.
"Ada apa?" Tanya Lily mendekat.
"Hali ini Ales dan Athena halus membelsihkan kolidol."
"Hah? Sepagi ini?"
"Kami kena hukuman kalena main di jam pelajalan."
"Oh astaga, persiapkan dirimu, Mommy akan bangunkan mereka lagi."
Lily kembali mendekati pintu dan mengetuknya berulang.
Tidak ada jawaban sama sekali, yang membuat Lily menghela napas. "Aku paham, jangan biarkan mereka berada di kamar yang sama. Hanya berdua."
🌹🌹🌹
Tbc